Dinsos Kukar Siapkan Bantuan untuk Wanita Rawan Sosial Ekonomi 

Kukar, IMENews.id – Din.as Sosial (Dinsos) Kabupaten Kukar menyiapkan program bantuan bagi wanita rawan sosial ekonomi.

Plt. Kepala Dinsos Kukar Yuliandris mengatakan bantuan ini adalah bagian dari program dedikasi Kukar Idaman.

“Sifatnya pemberdayaan bantuan bagi wanita rawan sosial ekonomi yang diberikan bantuan untuk usaha,” sebut dia, Jumat (7/3/2025).

Ia mengungkapkan kategori wanita rawan sosial ekonomi ialah mereka yang menjadi tulang punggung keluarga.

“Menjadi pencari nafkah utama di dalam keluarga itu, bisa dia janda ataupun bukan janda,” ucap Yuliandris.

Seorang perempuan, kata dia, juga bisa menjadi tulang punggung keluarga meskipun masih memiliki suami dengan berbagai macam sebab seperti sakit dan lain-lain.

“Nah ini akan ditingkatkan pula bantuannya apa bantuan sesuai dengan potensi-potensi mereka,” katanya.

Selain bantuan usaha, Yuliandris menyebut bantuan yang diberikan bagi wanita rawan sosial ekonomi, bisa pula bantuan tunai.

“Tapi bantuan bantuan barang yang untuk menunjang produktivitas mereka paling utama. Mereka misalnya potensinya menjahit bisa menjahit kemudian jualan dan lain sebagainya. Kita bantu modalnya berbentuk barang, bukan berbentuk uang,” ujar dia.

Dengan bantuan-bantuan tersebut, ia berharap bisa meningkatkan produktivitas perempuan-perempuan kategori rawan sosial ekonomi.

“Terus pendapatan mereka akan lebih meningkat lagi, sehingga terlepas dari pada permasalahan-permasalahan sosial lainnya dan terlepas dari garis kemiskinan,” tutup Yuliandris. (ADV024/Red02)

Tangani Anak Terlantar, Dinsos Kukar Bentuk UPTD 

Kukar, IMENews.id – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kukar membetuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) untuk menangani permasalahan anak-anak yang terlantar.

Plt. Kepala Dinsos Kukar Yuliandris menerangkan bahwa salah satu UPTD yang dimiliki ialah Odah Ngasoh Kanak di Kelurahan Bukit Biru.

“Itu untuk menangani anak-anak terlantar di Kukar,” beber dia kepada awak media, Jumat (7/3/2025).

Ia mengatakan UPTD tersebut sempat tidak berfungsi beberapa waktu karena perpindahan kewenangan dari kabupaten ke provinsi.

Akan tetapi, saat ini Dinsos Kukar sudah memiliki kewenangan kembali untuk menangani anak-anak terlantar di UPTD Odah Ngasoh Kanak.

“Anak-anak itu kalau enggak salah sekitar 11 atau 12 orang sementara ini di UPTD,” kata Yuliandris.

Ia menyebut bahwa fasilitas yang digunakan harus diperbarui karena sudah cukup berumur.

“Karena fasilitasnya juga lama enggak terurus. Kita akan Insyaallah tahun ini kita rehab juga pantinya itu sudah tidak layak sebetulnya ” ujarnya.

Mereka ingin anak-anak Kukar yang membutuhkan penanganan di dalam UPTD bisa terfasilitasi dengan baik.

“Makanya kita coba dengan membentuk pelaksana teknis dinas dengan nama Odah Ngasoh Kanak ini juga ada yang dibina di dalam panti dan dibina di luar panti,” ucap dia.

Dinsos Kukar berharap kedepannya tidak ada lagi permasalahan anak-anak yang terlantar di Kukar.

“Mudah-mudahan jangan ada lagi,” tutup Yuliandris. (ADV024/Red02)

Korban Bencana akan Dapat Bantuan dari Dinsos Kukar

Kukar, IMENews.id – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kukar akan memberikan bantuan untuk korban bencana.

Plt. Kepala Dinsos Kukar Yuliandris menyebut bahwa bantuan yang akan serahkan itu berupa paket sembako.

Ia mengatakan mereka akan memberikan puluhan paket sembako yang akan disalurkan langsung kepada para korban bencana.

“Itu diberikan bantuan korban bencana. Kita menganggap kalau itu bantuan gagal panen,” kata dia kepada awak media di Kantor Dinsos Kukar pada Jumat (7/3/2025).

Ia menerangkan untuk korban bencana yang terdata terdapat ratusan orang.

Akan tetapi, data ratusan orang tersebut dipadankan lagi melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Data DTKS ini merupakan data induk yang berisi informasi tentang status sosial ekonomi dan demografi masyarakat.

Dia menyebut tidak semua korban bencana merupakan masyarakat miskin.

“Misalnya mereka petani kerang, itu kan itu kan belum tentu miskin semua, punya tambak mereka. Jadi untuk apa sembako yang harganya cuman berapa misalnya beras cuma 5 kilo atau 10 kilo dikasih,” ucap Yuliandris

Dia menjelaskan bagi masyarakat yang tidak masuk dalam kategori keluarga prasejahtera maka tidak dapat menerima bantuan.

“Maka yang kita padankan dengan DTKS itu ada sekitar 50an orang. Nah itu yang bisa kita bantu dengan bantuan sembako,” pungkasnya. (ADV/023/Red02)