Dispora Kukar Dukung Pembinaan Atlet Sepeda Sejak Dini Lewat Pushbike

Kukar, IMENEWS.ID – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berinovasi dalam menciptakan ruang pembinaan olahraga bagi anak-anak. Salah satu terobosan yang didorong adalah kegiatan pushbike, yakni lomba sepeda tanpa pedal yang diperuntukkan bagi anak usia dini.

Pushbike dinilai sebagai cara efektif untuk memperkenalkan dunia sepeda kepada anak-anak. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak bermain sekaligus belajar mengenal teknik dasar bersepeda dengan cara yang menyenangkan dan aman.

Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menjelaskan bahwa pushbike dirancang agar bisa diikuti oleh anak-anak tanpa keahlian teknis khusus. “Konsepnya sederhana, anak-anak hanya perlu duduk di atas sepeda dan mendorongnya dengan kaki mereka. Tidak ada pedal, jadi tidak ada rasa takut jatuh karena kehilangan keseimbangan,” ujarnya pada Minggu (20/04/2025).

Menurut Ali, inisiatif ini datang dari komunitas sepeda lokal yang ingin berperan dalam pembinaan usia dini. Kami tentunya sangat merespons positif inisiatif tersebut dan memberikan dukungan penuh agar kegiatan ini bisa terus berkembang.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa kegiatan semacam ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang. “Ketika anak-anak terbiasa dengan pushbike sejak kecil, mereka akan lebih mudah beradaptasi dengan sepeda roda dua di usia selanjutnya. Ini menjadi fondasi awal menuju pembinaan atlet sepeda,” jelasnya.

Ali menambahkan, anak-anak yang menunjukkan minat dan potensi akan diarahkan mengikuti pembinaan yang lebih terstruktur. Dalam hal ini, kami akan menggandeng Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) untuk mendukung proses pembinaan lanjutan.

“Kolaborasi dengan ISSI penting agar kita punya jalur pembinaan yang jelas dan terarah. Harapannya, ke depan akan lahir atlet-atlet sepeda berprestasi dari Kukar,” pungkas Ali (adv/DS53)

NPCI Kukar Dorong Pembangunan Sentra Olahraga Disabilitas dan Pelatihan Inklusif

Kukar, IMENEWS.ID – National Paralympic Committee Of Indonesia (NPCI) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyusun serangkaian program strategis untuk mendukung pembinaan dan pengembangan prestasi atlet disabilitas.

Program itu meliputi pelatihan inklusif bagi pelatih dan wasit, sistem rekrutmen atlet yang menjangkau seluruh kecamatan, pengembangan infrastruktur serta pendampingan sosial dan psikologis bagi para atlet.

Ketua NPCI Kukar, Muhammad Bisyron, menungkapkan bahwa program-program tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang metode yang tepat dalam mengajar dan mendampingi atlet disabilitas.

“Kita ingin semua pihak yang terlibat dalam pembinaan atlet disabilitas benar-benar memahami pendekatan yang tepat dan inklusif,” kata Bisyron, Minggu (20/4/2025)

Ia mengatakan kami akan mengupayakan dan bekerja sama dengan pemerintah daerah khususnya Dispora Kukar untuk memastikan seluruh fasilitas olahraga dirancang dengan prinsip aksesibilitas universal dan memperbaiki fasilitas yang sudah ada.

“Kami berharap sebagaimana KONI yang telah lama memiliki kantor representatif yang pastinya dalam rangka fasilitasi semua kebutuhan atlet untuk meraih prestasi maksimal,” ujarnya.

Hal ini juga, sebutnya sesuai dengan amanah Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan mengatur mengenai olahraga penyandang disabilitas, termasuk hak-hak dan kesetaraan mereka dalam berolahraga.

“Mendapatkan penghargaan yang sama Memperoleh pelayanan yang sama Memperoleh aksesibilitas Mendukung, pembinaan, dan pengembangan,” ucap Bisyron.

Untuk optimalisasi kinerja organisasi dalam pembinaan dan pengembangan prestasi atlet, kami akan mengajukan proposal pembangunan sekretariat NPCI Kukar yang sekaligus bisa menjadi cikal bakal terbentuknya SOD Sentra Olahraga Disabilitas (SOD) Kukar.

“Dengan fasilitas olahraga yang sangat representatif di kawasan Gelora Aji Imbut, kiranya sangat ideal jika sekretariat NPCI sekaligus SOD dibangun di kawasan ini. Kerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan program-program ini,” pungkas Bisyron  (adv/DS049)

Melalui Program Mendobrak Batas, NPCI Kukar Bakal Ubah Stigma dan Gali Potensi Atlet Disabilitas

Kukar, IMENEWS.ID – melalui program Mendobrak Batas, National Paralympic Committee Of Indonesia (NPCI) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berkomitmen akan mengubah stigma dan potensi atlet disabilitas di daerah ini.

Ketua NPCI Kukar Muhammad Bisyron, mengatakan bahwa selama ini, masyarakat sering kali memandang disabilitas sebagai keterbatasan atau bahkan beban.

“Melalui program ini, kita akan menunjukkan bahwa atlet disabilitas memiliki potensi luar biasa yang dapat membawa kebanggaan bagi daerah dan bangsa,” kata Bisyron, Minggu (20/4/2025).

Ia menjelaskan di dalam program Mendobrak Batas terdiri atas berbagai kegiatan yang menyentuh aspek pembinaan, pendidikan, hingga kampanye sosial. Salah satunya adalah kampanye kesadaran publik yang akan digelar melalui media massa, sekolah, dan tempat umum.

“Kita juga akan menyelenggarakan 10 seminar motivasi dan pelatihan kepemimpinan bagi atlet disabilitas setiap tahun untuk membangun kepercayaan diri dan keterampilan sosial,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan salah satu kegiatan unggulan dalam program ini ialah disbilities talent search yang akan kita laksanakan seluruh kecamatan.

Program ini, sebutnya ditujukan untuk mencari bakat-bakat baru di bidang olahraga paralimpik dan memberikan mereka kesempatan untuk mengembangkan potensi mereka.

“Kami akan bekerja sama dengan sekolah-sekolah inklusi, SLB, dan organisasi penyandang disabilitas untuk memastikan jangkauan program ini seluas mungkin,” ucap Bisyron.

Tentunya, sambung dia, untuk mendukung program ini, kami akan membentuk para athletes council yang beranggotakan atlet-atlet disabiltas di Kukar, mereka berperan sebagai mentor bagi atlet-atlet juniro dan menjadi duta untuk mempromosikan olahraga paralimpik di masyarakat.

“Mereka juga akan terlibat dalam perencanaan program pembinaan atlet untuk memastikan bahwa program tersebut sesuai dengan kebutuhan riil para atlet,” tuturnya.

Bisyron berharap program yang dirancang dapat menciptakan lingkungan yang mendukung bagi perkembangan atlet disabilitas dan mengubah persepsi masyarakat tentang potensi dan kemampuan mereka.

“Ini bukan sekadar program olahraga, tetapi juga gerakan sosial untuk menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan berkeadilan,” pungkas Bisyron (adv/DS051)

NPCI Kukar Target Tambahan Medali Peparnas 15 Persen pada 2028

Kukar, IMENEWS.ID – National Paralympic Committee Of Indonesia (NPCI) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar)NPCI Kukar menargetkan peningkatan raihan medali sebesar 15 persen di ajang Peparnas pada tahun 2028.

Ketua NPCI Kukar, Muhammad Bisyron mengungkapkan bahwa kami akan terus memperkuat komitmen dalam menciptakan ekosistem olahraga disabilotas yang berjenjang, terstruktur dan inklusif.

Ia menyebutkan di dalam program pengembangan terbagi menjadi tiga tahapan utama, yakni pembibitan atlet, partisipasi dalam kompetisi mulai dari tingkat lokal hingga internasional, serta pemberian penghargaan bagi atlet berprestasi.

Ia mengatakan kami akan berupaya membangun sistem pendukung yang komprehensif, termasuk penyediaan asuransi kesehatan, beasiswa pendidikan, dan program persiapan karier pasca-kompetisi bagi para atlet.

“Dengan sistem ini, kami ingin memastikan para atlet bisa fokus pada pengembangan prestasi mereka tanpa harus dibebani kekhawatiran soal masa depan,” kata Bisyron, Minggu (20/4/2025).

Menurutnya, target penambahan medali di Peparnas sebesar 15 persen pada tahun 2028, merupakan target yang ambisius tetapi realitas, mengingat potensi besar yang dimiliki atlet-atlet di Kukar.

“Untuk mencapai target ini, kami akan fokus pada cabang olahraga yang menjadi keunggulan kami, tanpa mengabaikan pengembangan cabang olahraga lainnya,” ujar Bisyron.

Bisyron mengajak seluruh elemen masyarakat Kukar, untuk turut mendukung perjuangan altet disabilitas di daerah ini.

Ia menegaskan bahwa ketebatasan fisik bukanlah halangan untuk meraih pretasi tinggi.

“Sejarah telah membuktikan bahwa dengan tekad kuat, dedikasi, dan kerja keras, atlet disabilitas mampu mencapai prestasi yang luar biasa dan menginspirasi banyak orang,” pungkas Bisyron (adv/DS050)

Antusiasme Warga Kukar Berolahraga Meningkat, Dispora Apresiasi Tren Positif

Kukar, IMENEWS.ID – Kesadaran masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terhadap pentingnya hidup sehat melalui olahraga terus menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kukar, Aji Ali Husni, memberikan apresiasi bahwa hal tersebut merupakan tren yang sangat positif bagi masyarakat.

Menurutnya, sejumlah fasilitas olahraga yang ada kini semakin ramai digunakan, menjadi indikator bahwa gaya hidup aktif mulai mengakar di tengah masyarakat. “Kami melihat peningkatan signifikan. Banyak warga yang memanfaatkan venue-venue olahraga yang tersedia,” kata Aji Ali Husni (20/4/2025).

Beberapa titik yang menjadi favorit warga antara lain Stadion Rondong Demang, Stadion Aji Imbut, Titik Nol Tenggarong, hingga jalur Turapan yang membentang di pusat kota. Setiap hari, lokasi-lokasi tersebut dipadati warga yang berolahraga, baik secara individu maupun berkelompok.

Ali menuturkan bahwa ragam aktivitas yang dilakukan pun cukup variatif, mulai dari jalan santai, jogging, hingga bersepeda. Ia mengaku senang melihat semua kalangan terlibat, termasuk anak-anak hingga orang tua.

“Bentuk olahraganya macam-macam. Ada yang jalan kaki, ada yang lari, dan banyak juga yang bersepeda. Ini menunjukkan partisipasi dari berbagai usia,” tuturnya.

Fasilitas-fasilitas yang sebelumnya terkesan sepi kini kembali hidup. Warga memadati area olahraga baik di pagi maupun sore hari, memanfaatkan momentum untuk menjaga kebugaran tubuh.

“Alhamdulillah, sekarang fasilitas yang dulu jarang disentuh mulai ramai lagi. Ini jadi indikator baik,” ucap Ali.

Ia menambahkan bahwa salah satu faktor pendorong meningkatnya partisipasi warga adalah program dan kegiatan yang rutin digelar oleh Dispora. Menurutnya, keberlanjutan event-event olahraga turut menciptakan suasana yang mendorong masyarakat untuk aktif bergerak.

“Kami memang rutin menyelenggarakan berbagai kegiatan olahraga. Dari situ, masyarakat menjadi terbiasa dan termotivasi untuk ikut serta. Ini jadi salah satu dampak positifnya,” pungkas Ali (adv/DS052)

NPCI Kukar Resmi Dilantik, Siap Cetak Atlet Disabilitas Berprestasi

Kukar, IMENEWS.ID – Pengurus baru National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kutai Kartanegara (Kukar) periode 2025–2030 resmi dilantik pada Minggu (20/4/2025). Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Pendopo Odah Etam dan dipimpin langsung oleh Ketua NPCI Kalimantan Timur, disaksikan oleh Bupati Kukar Edi Damansyah serta Kepala Dispora Kukar Aji Ali Husni.

Ketua NPCI Kukar, Muhammad Bisyron, menyampaikan apresiasi kepada para pengurus periode sebelumnya yang telah membangun pondasi kuat bagi organisasi ini. Menurutnya, estafet perjuangan kini diteruskan oleh kepengurusan baru yang siap membawa NPCI Kukar ke arah lebih maju.

“Saya ingin mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi,” ujar Bisyron.

Ia menekankan pentingnya menghargai kontribusi pengurus lama yang telah berhasil menciptakan kemajuan signifikan dalam pembinaan atlet disabilitas di Kukar.

“Berkat kerja keras dan dedikasi beliau-beliau, kita telah melihat kemajuan yang signifikan dalam pembinaan atlet-atlet disabilitas di kabupaten tercinta ini,” ucapnya.

Saat ini, NPCI Kukar membina 75 atlet aktif dari berbagai cabang olahraga dan latar belakang disabilitas, seperti tunadaksa, tunanetra, intelektual, hingga cerebral palsy. Dalam ajang Peparda Kaltim terakhir, atlet NPCI Kukar sukses menyumbangkan 15 medali, sebuah pencapaian yang menjadi bukti potensi besar yang dimiliki.

Meski demikian, Bisyron mengakui bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi, terutama dalam hal infrastruktur olahraga yang inklusif dan sistem pembinaan berkelanjutan. Oleh karena itu, NPCI Kukar akan fokus mengembangkan program strategis untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas atlet disabilitas.

“Sebagai Ketua terpilih, saya membawa visi besar untuk mewujudkan Kutai Kartanegara sebagai kabupaten yang mengedepankan kesetaraan dan inklusi bagi atlet disabilitas, serta menjadi salah satu basis pengembangan atlet paralimpik terbaik di Indonesia,” tegasnya.

Secara jangka pendek, NPCI Kukar menargetkan peningkatan jumlah atlet disabilitas aktif sebesar 15 persen dalam satu tahun ke depan. Selain itu, akan dilakukan pemetaan bakat di seluruh kecamatan sebagai langkah awal pembinaan yang lebih merata dan terstruktur.

Untuk jangka panjang, organisasi ini membidik pencapaian lebih tinggi dengan menempatkan minimal lima atlet Kukar di tim nasional dan meraih setidaknya 25 medali pada ajang Peparnas 2028.

“Ini bukan target yang mudah, tetapi dengan kerjasama dan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan, saya yakin kita bisa mencapainya,” tuturnya.

NPCI Kukar juga akan mengutamakan pembinaan cabang olahraga andalan seperti atletik, renang, tenis meja, dan bulutangkis, tanpa mengesampingkan cabang lainnya.

“Kami berkomitmen untuk tidak hanya mengembangkan prestasi olahraga, tetapi juga membentuk karakter atlet yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing tinggi,” tutup Bisyron. (adv/DS048)