Dispora Kukar Sukses Gelar Jalan Santai Forkopimda dan Senam Jantung Sehat di Manunggal Jaya

Kukar, IMENEWS.ID – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali berhasil menggelar kegiatan Jalan Santai Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Senam Jantung Sehat yang berlangsung meriah di Lapangan Sepak Bola Manunggal Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Jumat (16/5/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Forkopimda Kukar, pengurus KNPI, camat, kepala desa, serta masyarakat sekitar. Meski diguyur hujan, antusiasme peserta tidak surut.

Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan pelaksanaan yang ketiga dari rangkaian agenda jalan santai dan senam jantung sehat yang digelar pihaknya.

“Alhamdulillah, meskipun suasana hari ini hujan, tapi masyarakat cukup antusias, cukup bersemangat mengikuti kegiatan pada sore hari ini,” ujar Aji Ali.

Aji Ali mengatakan karena intensitas hujan yang cukup deras, kegiatan jalan santai akhirnya ditiadakan. “Semakin sore, hujannya semakin deras. Kami putuskan bersama teman-teman KNPI bahwa jalan santainya kita stop, kita lanjutkan langsung dengan senam dan pembagian doorprize,” jelasnya.

Aji Ali juga menyampaikan apresiasi atas dukungan dari berbagai pihak yang turut menyukseskan acara.

“Alhamdulillah, baik KNPI kabupaten, KNPI kecamatan, pihak kecamatan, dan desa semuanya menyambut baik pelaksanaan kegiatan hari ini. Semua komunitas saya lihat hadir, dan UMKM juga cukup memadati lokasi,” ucapnya.

Menurutnya, kehadiran pelaku UMKM dalam kegiatan ini membawa dampak positif dan memberi nilai tambah bagi ekonomi lokal.

“Artinya dampak dari kegiatan hari ini cukup terasa. Antusiasme masyarakat tinggi, dan UMKM yang hadir mudah-mudahan bisa mendapatkan manfaat,” katanya.

Rangkaian kegiatan ini akan berlanjut ke kecamatan lainnya. Dispora menargetkan pelaksanaan kegiatan di 20 kecamatan se-Kukar.

“Kalau besok, insya Allah kita laksanakan di Kecamatan Sebulu. Persiapannya kurang lebih sama. Mudah-mudahan cuacanya mendukung dan kita bisa menghadirkan masyarakat lebih banyak lagi,” jelasnya.

Aji Ali menyebut bahwa beberapa kecamatan telah menghubungi pihaknya dan menyatakan kesiapan menggelar kegiatan serupa.

“Insya Allah, sampai saat ini kecamatan-kecamatan sudah melaporkan kesiapan masing-masing, terutama dalam menghadirkan pelaku olahraga senam,” ujarnya.

Ia juga menyoroti peran penting ibu-ibu dalam kegiatan ini. “Senam ini mayoritas diikuti oleh para emak-emak, ibu-ibu yang begitu semangat. Karena rumah tangga itu kuncinya di ibu-ibu. Kalau ibu-ibunya sehat, bugar, suasana rumah juga akan nyaman dan adem,” tutur Aji Ali.

Sebaliknya, menurutnya, jika para ibu tidak sehat dan stres, maka hal itu juga akan memengaruhi suasana rumah.

“Dengan kegiatan seperti ini, ibu-ibu bisa terhibur, dapat waktu untuk olahraga, kembali ke rumah dalam keadaan senang, apalagi bawa doorprize. Nah, ini efek lainnya yang kita harapkan,” pungkasnya. (Adv/DS104)

Camat Sambar Ingin Pelaku UMKM Naik Kelas

Kukar, IMENews.ID- Camat Samboja Barat(Sambar) Burhanuddin secara tegas punya program, bagaimana UMKM bisa naik kelas, sehingga bisa bersinergi dengan pemerintah kabupaten.

“Kami ingin pelaku UMKM di tempat kami, bisa naik kelas,” sebut Camat Burhanuddin, kemarin.

Secara teknis menurut Burhanuddin, dari program UMKM naik kelas, akan dilakukan pembinaan dan pembekalan pelaku usaha, dari sisi peningkatan produksi, hingga penguatan pemasaran, serta kualitas produk.

“Awalnya produksi produk sedikit, dengan jangkauan pemasaran yang tidak terlalu besar. Nantinya, produksi harus ditingkatkan, sehingga pendapatan pelaku UMKM alami peningkatan,” jelasnya.

Peningkatan kualitas produk, pengurusan perizinan izin usaha, hingga sertifikasi halal produk. Karena jika perizinan sudah lengkap, akan lebih enak bersaing, hingga memasarkan produk ke luar Samboja Barat,” ungkapnya.

Selain itu, pelaku UMKM yang ada harus bisa memanfaatkan peluang bisnis yang ada di Samboja Barat, karena potensi wisata di Wilayah yang dekat dengan kota Balikpapan tersebut peluang bisnis semakin pesat.

“Samboja Barat juga masuk wilayah IKN, dipastikan percepatan ekonominya semakin pesat, dan memberikan dampak bagi pelaku UMKM Kita,”

Selain itu, berbagai usulan penunjang usaha juga sudah diwujudkan oleh Pemkab Kukar melalui OPD terkait, seperti Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah(UKM) serta bantuan dari lainnya, ada yang dari pokir DPRD Kukar.

“Jika dibutuhkan permodalan, ada program Kredit Kukar Idaman(KKI) tanpa bunga melalui Bankaltimtara,” ucapnya.(Red01/ADV104)

Dibawah Naungan Dispora, NPCI Kukar Harap Fasilitas Olahraga Disabilitas Terpenuhi

Kukar, IMENEWS.ID – Ketua National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Muhammad Bisyron menyampaikan harapan besar sekaligus memberikan apresiasi terhadap peran Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kukar dalam membina dan memfasilitasi atlet disabilitas.

Ia menegaskan bahwa tugas pembinaan tersebut berlaku untuk semua unsur kepemudaan, khususnya di bidang olahraga, termasuk para atlet disabilitas yang memiliki semangat dan potensi besar.

“Untuk semua Kepemudaan terutama dalam olahraga termasuk juga untuk atlet disabilitas,” kata Bisyron, Kamis (15/5/2025).

Ia menjelaskan menurut amanat undang-undang olahraga sudah jelas menyatakan tentang pentingnya kesetaraan, termasuk dalam hal pelatihan maupun fasilitas olahraga yang layak bagi atlet disabilitas.

“Jadi undang-undang olahraga mengamatakan kesetaraan,” ujar Bisyron.

Ia mencontohkan, jika KONI menyelenggarakan pelatihan, maka atlet disabilitas pun seharusnya mendapatkan perlakuan yang sama.

“Jadi misalnya KONI ada pelatihan A untuk kesetaraan maka teman-teman atlet disabilitas mendapatkan hal yang sama,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan rasa syukur atas respons positif dari Dispora Kukar. Meski NPCI Kukar belum memiliki sekretariat, namun sudah ada komitmen untuk mengupayakan pembangunannya.

“Alhamdulilah respons dan respeknya sangat luar biasa, kami belum punya sekertarias, insyaallah kepala dinas tadi mengatakan akan diupayakan untuk dibangunkan,” ucapnya.

Bisyron menambahkan kami memiliki mimpi besar untuk menjadikan kawasan Stadion Aji Imbut sebagai Sentra Olahraga Disabilitas (SOD) di Indonesia bagian tengah dan timur.

“Di Indonesia ini baru ada dua, kalau tidak salah di Jakarta dan Bogor,” jelasnya.

Bisyron berharap Kukar bisa menjadi daerah yang pertama mengembangkan, membangun dan memodifikasi sarana olahraga yang sangat luar biasa di Stadion Aji Imbut harapnya.

“Alhamdulilah dukungan Dispora Kukar sangat luar biasa begitu juga dengan Bupati Kukar,” tutupnya. (Adv/DS103)

Dorong Prestasi, NPCI Kukar Fokus Identifikasi Atlet Disabilitas

Kukar, IMENEWS.ID – National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan komitmennya dalam membina atlet penyandang disabilitas.

Ketua NPCI Kukar, Muhammad Bisyron, mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan proses identifikasi lanjutan terhadap potensi atlet disabilitas yang ada di Kukar.

Langkah ini dilakukan karena masih banyak penyandang disabilitas di Kukar yang belum terdata secara menyeluruh.

Bisyron mengatakan berdasarkan data dari Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI), jumlah penyandang disabilitas di Kukar mencapai lebih dari 14.000 orang.

“Yang sudah teridentifikasi ada 4.000, tapi dari jumlah itu, yang betul-betul terdata dan terpantau secara aktif baru sekitar 2.000 orang,” kata Bisyron, Kamis (15/5/2025).

Kondisi tersebut, menurut Bisyron, menjadi tantangan sekaligus peluang besar dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang olahraga prestasi, khususnya bagi kalangan disabilitas.

Ia menekankan pentingnya pendampingan jangka panjang agar para penyandang disabilitas memiliki keberanian dan rasa percaya diri untuk berkarya dan berprestasi.

“Kasian kan, jadi perlu ada pendampingan-pendampingan untuk meningkatkan mental mereka, supaya tingkat kepercayaan dirinya itu naik,” tuturnya.

Menurutnya, kesetaraan yang telah digaungkan pemerintah perlu ditindaklanjuti dengan tindakan nyata di lapangan. Salah satunya adalah memastikan para penyandang disabilitas mendapat ruang dan kesempatan yang sama dalam berbagai bidang, termasuk olahraga.

“Sekarang pemerintah sudah memperlakukan kesetaraan. Tidak ada bedanya, hanya secara fisik saja ada keterbatasan. Tapi soal kemampuan, semua orang punya potensi masing-masing,” ungkapnya.

Bisyron menjelaskan bahwa NPCI bukan sekadar komunitas sosial, melainkan organisasi yang benar-benar membina atlet disabilitas secara serius dan berorientasi pada prestasi.

“NPCI itu bukan organisasi olahraga hiburan atau rekreasi. Ini betul-betul organisasi olahraga prestasi, yang membina mental dan kemampuan atlet secara intensif,” jelasnya.

Ia optimistis jika data atlet disabilitas semakin lengkap dan pembinaan berjalan maksimal, maka Kukar akan melahirkan lebih banyak atlet disabilitas berprestasi.

“Bisa membanggakan daerah, bahkan hingga level nasional dan internasional,” pungkasnya. (Adv/DS102)

Dispora Kukar Libatkan Pemuda Disabilitas dalam Pelatihan Wirausaha Pemuda

Kukar, IMENWES.ID – Komitmen terhadap inklusi sosial ditunjukkan oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar)dengan menggandeng 10 pemuda penyandang disabilitas dalam kegiatan Pelatihan Kewirausahaan Pemuda yang berlangsung pada 15–17 Mei 2025 di Gedung Serbaguna Dispora Kukar.

Kehadiran para pemuda disabilitas ini difasilitasi oleh National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kukar sebagai bagian dari upaya mendorong pemberdayaan ekonomi kelompok rentan.

Dari total 60 peserta, 10 di antaranya merupakan anggota NPCI Kukar yang dibagi ke dalam dua kategori pelatihan, yaitu barber dan makeup artist.

Ketua NPCI Kukar, Muhammad Bisyron, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah Dispora Kukar yang memberi ruang partisipasi setara.

Ia menilai bahwa kehadiran program seperti ini menjadi angin segar bagi penyandang disabilitas untuk berdaya dan berkarya.

“Kami sangat berterima kasih. Ini bentuk nyata bahwa pemerintah hadir dan peduli, tidak membedakan antara pemuda dengan disabilitas dan yang non-disabilitas,” kata Bisyron, Kamis (15/5/2025)

Bisyron juga menekankan pentingnya membangun mental optimistis di kalangan pemuda disabilitas.

Ia berharap kegiatan ini menjadi awal dari banyak program yang membuka ruang aktualisasi diri bagi anggotanya.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin menunjukkan bahwa keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang untuk maju. Kami kirim lima peserta ke pelatihan barber dan lima lainnya ke makeup artist,” jelasnya.

Lebih jauh, Bisyron mengusulkan agar NPCI Kukar juga dilibatkan dalam pelatihan kerajinan tangan berbahan akrilik.

Ia melihat potensi ekonomi yang cukup menjanjikan dari bidang tersebut, terutama dalam pembuatan neon box dan huruf akrilik.

“Kalau boleh, kami minta difasilitasi juga untuk pelatihan akrilik. Ini sangat menarik dan punya nilai jual tinggi,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Bisyron mengajak seluruh penyandang disabilitas di Kukar untuk memanfaatkan program-program pembinaan yang tersedia.

“Jangan ragu. Pemerintah sudah membuka jalan, sekarang saatnya kita bergerak maju,” tutup Bisyron (Adv/DS101)