Camat Kota Bangun Darat Fokuskan Infrastruktur Dasar Sebagai Prioritas Pembangunan 2025

Kukar, IMENews.id — Pemerintah Kecamatan Kota Bangun Darat menetapkan pembangunan infrastruktur dasar, khususnya jalan penghubung antar desa, sebagai program prioritas utama pada tahun 2025.

Langkah ini diambil menyusul usia pemerintahan kecamatan yang masih relatif muda, yakni dua tahun tiga bulan, serta kebutuhan mendesak akan aksesibilitas di wilayah-wilayah padat penduduk.

“Karena Kota Bangun Darat ini pemerintahannya baru berumur dua tahun tiga bulan, dan dari sisi kewilayahan sudah empat tahun, maka kita lakukan percepatan pembangunan,” ujar Camat Kota Bangun Darat, Julfikli, dalam wawancara, Senin (26/5/2025).

Menurut Julfikli, pembangunan jalan penghubung dari Desa Sukabumi menuju Desa Wonosari menjadi target utama.

Jalur tersebut dinilai krusial karena menghubungkan sejumlah desa besar seperti Kota Bangun 1, 2, 3, dan 7 yang memiliki kepadatan penduduk tinggi.

“Di tahun 2025 ini, hampir 60 persen jalan utama sudah dibangun. Tinggal 35–40 persen lagi yang perlu diselesaikan,” tambahnya.

Langkah percepatan ini merupakan hasil kesepakatan bersama antara pemerintah desa dan kecamatan yang ingin memperkuat konektivitas wilayah guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik yang lebih merata.

“Fokus utama kami memang infrastruktur dasar. Ini fondasi untuk kemajuan desa-desa di wilayah Kota Bangun Darat,” tegas Julfikli. (ADV138/Red02)

Camat Kota Bangun Darat: Pemberdayaan Masyarakat Fokus pada Peningkatan SDM dan Keterampilan

Kukar, IMENews.id — Pemerintah Kecamatan Kota Bangun Darat terus mendorong desa-desa di wilayahnya untuk aktif melaksanakan program pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan keterampilan warga.

Camat Kota Bangun Darat, Julfikli, menuturkan bahwa program pemberdayaan masyarakat diarahkan agar sejalan dengan kebutuhan spesifik tiap desa, yang memiliki karakteristik berbeda.

“Pemberdayaan masyarakat tentu diarahkan untuk peningkatan sumber daya manusia dan keterampilan. Tapi tiap desa punya karakteristik dan kebutuhannya masing-masing,” ujarnya pada Senin (26/5/2025).

Julfikli menambahkan, program pemberdayaan mayoritas dijalankan melalui pengelolaan APBDes oleh masing-masing desa. Pemerintah kecamatan lebih berperan sebagai pendamping dan fasilitator ketika dibutuhkan.

“Kalau untuk kecamatan, pemberdayaan sifatnya lebih internal, jarang langsung menganggarkan untuk masyarakat. Tapi ketika desa menganggarkan, kami dari kecamatan turun tangan sesuai bidangnya,” jelasnya.

Pemberdayaan ini mencakup pelatihan keterampilan teknis, penguatan kelembagaan desa, hingga pendampingan kelompok usaha masyarakat.

Upaya ini diharapkan dapat menciptakan masyarakat desa yang mandiri, produktif, dan berdaya saing tinggi dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan. (ADV137/Red02)

Camat Kota Bangun Darat: Ketersediaan Air Bersih Masih Jadi Tantangan Serius

Kukar, IMENews.id — Selain infrastruktur jalan, ketersediaan air bersih juga menjadi pekerjaan rumah yang mendesak bagi Pemerintah Kecamatan Kota Bangun Darat.

Camat Kota Bangun, Julfikli menyebutkan sejumlah desa masih menghadapi kesulitan akses air bersih, terutama saat musim kemarau.

“Kita harapkan masalah air bersih ini bisa segera diatasi, khususnya di Desa Sedulang, Sukabumi, Kedang Ipil, dan Benua Baru,” ungkap Julfikli saat ditemui di Pendopo Bupati Kukar, Senin (26/5/2025).

Ia menjelaskan, kondisi serupa juga terjadi di Desa Sumber Sari, di mana saat kemarau panjang, sumber air kerap mengering.

Saat ini, warga memanfaatkan berbagai alternatif seperti sumur bor, air bersih dari sistem sentral, hingga jaringan PAMSIMAS yang dibangun oleh Dinas Perkim Kutai Kartanegara.

“Jadi memang belum seragam. Ada yang pakai sumur bor, ada yang sudah menggunakan air bersih standar PDAM, dan ada juga yang dari PAMSIMAS,” jelasnya.

Julfikli menegaskan bahwa pihak kecamatan bersama pemerintah desa terus mendorong percepatan intervensi dari pemerintah kabupaten untuk membenahi sistem distribusi air bersih, agar layanan dasar ini dapat dirasakan secara merata oleh seluruh warga. (ADV136/Red02)

Camat Kota Bangun Darat: BPD Kota Bangun Dua Harus Jadi Mitra Sejati Pemerintah Desa

Kukar, IMENews.id — Pelantikan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) antar waktu Desa Kota Bangun Dua, Kecamatan Kota Bangun Darat, resmi digelar di Pendopo Bupati Kutai Kartanegara pada Senin (26/5/2025).

Camat Kota Bangun Darat, Julfikli, menaruh harapan besar pada kepengurusan BPD baru tersebut agar dapat memperkuat kemitraan dengan pemerintah desa dalam membangun wilayah yang dikenal dengan keberagaman masyarakatnya itu.

“Kota Bangun Dua itu salah satu desa yang cukup majemuk masyarakatnya. Tentunya dengan personel BPD yang lengkap, segala sesuatu yang berkaitan dengan BPD itu bisa dilaksanakan dengan baik,” ujar Julfikli.

Ia menegaskan bahwa fungsi BPD tidak hanya sekadar pengawasan, tetapi juga sebagai mitra kerja yang konstruktif bagi pemerintah desa.

“BPD itu punya fungsi sebagai kontrol terhadap pemerintah desa. Tapi yang perlu ditekankan, BPD adalah mitra desa yang sama-sama berkomitmen untuk membangun desa, bukan di atas segalanya,” tegasnya.

Julfikli berharap pelantikan ini menjadi momentum penting bagi Desa Kota Bangun Dua untuk semakin memperkuat sinergi antara BPD dan pemerintah desa dalam menyusun regulasi serta menjalankan pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat.

“Dengan dilantiknya pergantian antarwaktu anggota BPD ini, harapan kami fungsi BPD dan pemerintah desa bisa berjalan dengan baik dan selaras,” tutupnya. (ADV135/Red02)

Kades Loh Sumber: Pemuda Adalah Motor Masa Depan Desa, Harus Tangguh dan Mandiri

Kukar, IMENews.id — Pemerintah Desa Loh Sumber, Kecamatan Loa Kulu menaruh perhatian besar terhadap peran generasi muda dalam pembangunan desa.

Kepala Desa Loh Sumber, Sukirno, menyebutkan bahwa keterlibatan pemuda dalam berbagai kegiatan desa selama ini menunjukkan progres yang positif.

“Alhamdulillah, keterlibatan pemuda sangat baik. Kita ajak mereka, kita edukasi, kita beri motivasi. Keterlibatan mereka sangat spesifik dan penting,” kata Sukirno saat diwawancarai pada Senin (26/5/2025).

Pemerintah desa secara aktif mendorong keterlibatan generasi muda dalam berbagai sektor, mulai dari pelatihan keterampilan teknis, pembentukan kelompok usaha, hingga pelibatan langsung dalam perencanaan program desa.

“Kita anjurkan mereka punya kepedulian, perhatian, dan cinta terhadap desa. Unsur kepemudaan memang harus kita libatkan, karena mereka adalah cikal bakal penerus proses perkembangan Desa Loh Sumber,” ujarnya.

Sukirno juga menyampaikan harapan besarnya terhadap anak-anak muda di desanya.

Ia berharap agar mereka tetap semangat, optimis, dan memiliki pola pikir yang terbuka terhadap perubahan serta inovasi.

“Tidak ada kata tidak bisa. Selagi ada niat dan kemauan, pasti bisa kita lakukan. Tinggal bagaimana mindset dan pola pikir generasi muda itu kita tingkatkan kembali,” tegasnya.

Dengan komitmen pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), Pemerintah Desa Loh Sumber percaya bahwa generasi mudanya akan mampu menjadi pribadi yang tangguh, kuat, dan mandiri. Peran mereka diyakini akan menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan. (ADV134/Red02)

Desa Loh Sumber Genjot Peningkatan SDM Pemuda Lewat Pelatihan dan Dukungan Fasilitas

Kukar, IMENews.id — Pemerintah Desa Loh Sumber, Kecamatan Loa Kulu, terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda.

Kepala Desa Sukirno menegaskan bahwa program pengembangan SDM menjadi prioritas utama untuk mendukung pembangunan jangka panjang di wilayah tersebut.

“Kita sudah punya progres dan program yang disusun sejak dua tahun lalu. Sekarang, kita perkuat lagi komitmen terhadap pengembangan SDM, baik masyarakat umum, kepemudaan, maupun kelembagaan,” ujar Sukirno pada Senin (26/5/2025).

Salah satu bentuk nyata program ini adalah pelatihan-pelatihan teknis bagi pemuda desa. Menurut Sukirno, pihak desa telah memfasilitasi berbagai pelatihan seperti perbengkelan, pencucian kendaraan, hingga keterampilan lain yang mendukung kemandirian ekonomi.

“Setelah pelatihan selesai, kami tidak berhenti di situ. Kami fasilitasi sarana pendukungnya. Misalnya, kelompok bengkel dan pencucian, itu kami support lewat alokasi dana desa,” ujarnya.

Program peningkatan SDM di Loh Sumber juga diselaraskan dengan visi pembangunan Kabupaten Kutai Kartanegara melalui program Dedikasi Kukar Idaman yang diusung Bupati Edi Damansyah.

Sukirno menyebut bahwa seluruh rencana desa tetap mengacu pada RPJMDesa yang telah disinkronkan dengan RPJMD Kabupaten.

“Jadi kami ikuti petunjuk teknis dari pemerintah kabupaten. Intinya, pemuda harus jadi tulang punggung pembangunan ke depan,” pungkasnya. (ADV133/Red02)

Desa Loh Sumber Produksi Beras Lokal, Siap Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional

Kukar, IMENews.id — Tak hanya fokus pada pelatihan pemuda, Pemerintah Desa Loh Sumber juga gencar mendorong pemberdayaan masyarakat melalui sektor pertanian dan perikanan.

Kepala Desa Loh Sumber, Sukirno, mengungkapkan bahwa desa telah membina berbagai kelompok masyarakat seperti kelompok tani ikan, kelompok remaja, serta kelompok usaha lainnya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan warga.

“Ya, seperti kelompok tani ikan, kelompok remaja, dan lainnya. Itu bagian dari bagaimana kami di desa membina dan memberdayakan masyarakat. Sudah menjadi kewajiban kami,” ujarnya pada Senin (26/5/2025).

Salah satu kebanggaan Desa Loh Sumber adalah keberhasilan BUMDes Sumber Purnama dalam memproduksi beras lokal dengan merek “Beras Kukar Cap Tugu”.

Produksi beras ini merupakan hasil kerja sama dengan Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) dan telah berjalan hampir tiga tahun.

“Alhamdulillah, kita sudah bisa produksi beras sendiri. Ini hasil dari program pertanaman yang sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu,” jelas Sukirno.

Tahun ini, pemerintah desa berencana memperluas sektor usahanya ke bidang olahan tanaman dan wawasan agrobisnis (Otawa).

Rencana ini sejalan dengan program ketahanan pangan nasional, termasuk mendukung program makan bergizi gratis dari pemerintah pusat.

“Kalau bisa, kita kembangkan dari potensi lokal. Jadi untuk program makan bergizi itu, harapannya bahan-bahannya bisa kita suplai langsung dari desa,” tambahnya.

Dengan pendekatan kolaboratif dan berbasis potensi desa, Pemerintah Desa Loh Sumber optimistis dapat terus memperkuat kemandirian desa dan mendukung program strategis pemerintah baik di tingkat kabupaten maupun nasional. (ADV132/Red02)

Satgas Pembentukan Koperasi Merah Putih Kukar Libatkan OPD Lintas Sektor

Kukar, IMENews.id — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk mempercepat pembentukan Koperasi Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan.

Satgas ini akan melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lintas sektor sesuai arahan dari Instruksi Presiden (Inpres).

“Timnya sudah ada. Pembinanya langsung Pak Bupati, Sekda menjadi Sekretaris Tim Percepatan, dan Kepala Dinas Koperasi sebagai Ketua Tim Pembentukan Koperasi Merah Putih,” kata Kepala DPMD Kukar, Arianto, saat diwawancarai, Senin (26/5/2025).

Satgas ini terdiri dari sejumlah OPD strategis seperti DPMD, Bappeda, BPKD, hingga Inspektorat. Mereka akan bekerja sama dalam percepatan pembentukan koperasi yang ditargetkan rampung akhir Mei 2025.

“OPD seperti Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan juga masuk, karena nanti mereka mendampingi koperasi sesuai jenis usaha yang dikembangkan. Jadi ini tim lintas sektor,” jelas Arianto.

Menurutnya, pembentukan koperasi ini tidak hanya formalitas, tetapi akan menjadi wadah penguatan ekonomi desa.

Oleh karena itu, koordinasi lintas sektor dianggap krusial dalam memastikan koperasi yang dibentuk mampu menjalankan usaha secara berkelanjutan.

“Namanya Satgas Pembentukan Koperasi Merah Putih. Kita siapkan dari hulu ke hilir, supaya koperasi ini tidak hanya berdiri, tapi juga berjalan dengan baik,” tambahnya.

Seperti diketahui, Kukar menjadi salah satu daerah yang ditargetkan membentuk 237 Koperasi Merah Putih sebagai bagian dari program nasional penguatan ekonomi kerakyatan. Launching koperasi direncanakan secara serentak pada Juli 2025 oleh Presiden RI. (ADV131/Red02)

DPMD Kukar Targetkan Pembentukan 237 Koperasi Merah Putih Rampung Akhir Mei

Kukar, IMENews.id — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) tengah mengebut pembentukan Koperasi Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, menegaskan pembentukan 237 koperasi tersebut harus tuntas paling lambat akhir Mei 2025.

“Ini harus selesai. 193 desa dan 44 kelurahan wajib terbentuk Koperasi Merah Putih,” ujar Arianto usai rapat koordinasi dengan Sekretaris Daerah Kukar, Senin (26/5/2025).

Ia menjelaskan langkah ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan tingkat provinsi bersama Wakil Menteri Koperasi dan UKM RI yang menginstruksikan pembentukan koperasi serentak se-Kaltim sebelum 28 Mei 2025.

“Target Mei ini selesai pembentukan. Bulan Juni kita dampingi proses akta notarisnya. Lalu, Juli nanti ada launching nasional 80 ribu Koperasi Merah Putih oleh Bapak Presiden,” jelas Arianto.

Ia mengungkapkan, pemerintah pusat berencana menyalurkan dukungan modal hingga Rp5 miliar per koperasi setelah tahap pembentukan rampung.

“Sudah disampaikan juga oleh Pak Wamen, pemerintah pusat akan memfasilitasi pinjaman modal untuk koperasi sebesar Rp3 sampai Rp5 miliar. Ini peluang besar bagi desa dan kelurahan,” ungkapnya.

Pemkab Kukar, lanjut Arianto, menyatakan komitmennya penuh untuk menyukseskan program nasional tersebut. Hal ini ditegaskan pula oleh Bupati Edi Damansyah.

“Pak Bupati menyampaikan bahwa kita siap mendukung penuh. Mulai dari pembentukan, pendampingan akta, hingga pelaksanaan kegiatan usaha koperasi ke depan,” pungkas Arianto. (ADV130/Red02)

Bupati Kukar Tekankan Tiga Fungsi BPD dalam Tata Kelola Pemerintahan Desa

Kukar, IMENews.id — Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah menegaskan pentingnya peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam sistem pemerintahan desa.

Hal tersebut ia sampaikan saat melantik Anggota BPD Pengganti Antar Waktu (PAW) se-Kabupaten Kukar, Senin (26/5/2025).

Dalam sambutannya, Edi menyampaikan bahwa BPD memiliki tiga fungsi strategis yang harus dijalankan secara optimal.

“Tugas utama BPD mencakup pembahasan dan persetujuan Rancangan Peraturan Desa bersama kepala desa, menyalurkan aspirasi masyarakat, serta mengawasi kinerja kepala desa,” jelasnya.

Namun, ia menekankan bahwa fungsi pengawasan oleh BPD bersifat monitoring dan evaluasi, berbeda dengan fungsi pemeriksaan yang menjadi wewenang Inspektorat Daerah.

Edi juga mendorong BPD untuk membangun hubungan kerja yang harmonis dengan pemerintah desa dan lembaga lainnya, guna meningkatkan kualitas pelayanan dan pengelolaan pemerintahan desa.

“Semakin aktif anggota BPD menjalankan fungsinya, maka semakin baik pula kinerja pemerintahan desa,” ujarnya.

Dalam konteks pembangunan ekonomi desa, BPD diharapkan berperan aktif mendorong optimalisasi potensi lokal dan pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), yang dapat mendongkrak pendapatan dan kesejahteraan warga.

Tak hanya itu, sinergi antara kepala desa dan BPD juga dinilai penting untuk mendukung program unggulan Pemkab Kukar, yakni Dedikasi KUKAR IDAMAN.

Program ini bertujuan menjadikan masyarakat Kutai Kartanegara lebih sejahtera dan berbahagia melalui pembangunan desa yang terencana dan berkelanjutan. (ADV126/Red02)