Ketua KONI Kukar Targetkan Masuk Tiga Besar Porprov 2026, Tegaskan Komitmen Tata Kelola Organisasi

Kukar,IMENEWS.ID – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Chairil Anwar, menyampaikan target ambisius bagi kepengurusan baru yang ia pimpin.

Dalam waktu yang relatif singkat, ia berharap Kukar mampu menempati posisi tiga besar pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2026.

“Target kita, paling tidak sebelum saya Raker, sudah bisa dipastikan masuk tiga besar dulu lah. Minimal pertahankan tiga besar,” kata Chairil, usai pelantikan pengurus KONI Kukar masa bakti 2023-2027, Senin (26/5/2027).

Dia mengakui bahwa susunan kepengurusan saat ini terbilang gemuk, meskipun sebelumnya ia berniat melakukan perampingan.

“Awalnya saya mau potong separuh dari jumlah kepengurusan yang lalu. Tapi ya tidak bisa juga, karena mempertimbangkan berbagai kondisi,” ungkapnya.

Meski demikian, Chairil tetap menekankan pentingnya profesionalisme dan efisiensi dalam bekerja.

Ia meminta seluruh pengurus menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing dengan disiplin dan tidak membuat program di luar arah organisasi.

“Bekerja sesuai tupoksi. Buat program. Jangan macam-macam. Semacam saja,” tegasnya.

Terkait potensi cabor unggulan, Chairil menyebutkan beberapa cabang yang menurutnya masih memiliki prospek kuat meraih medali, seperti tinju, gulat, dan balap motor.

“Saya zaman Pak Soekarni dulu pengurus tinju. Gulat juga punya potensi besar. Motor juga saya suka. Cuma memang, itu mahal,” ujarnya.

Dalam upaya membangun tata kelola organisasi yang sehat, Chairil juga menyinggung aturan penting dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KONI. Ia mengingatkan bahwa pengurus inti KONI tidak boleh merangkap jabatan di cabor.

“Buka AD/ART Pasal 22 ayat 3. Yang duduk di kepemimpinan mulai Ketua Umum, Wakil Ketua, Sekretaris Umum, sampai Bendahara Umum, harus melepaskan jabatannya di cabor,” ujarnya dengan tegas.

Ia pun memberi contoh langsung dengan menyatakan dirinya sudah mengundurkan diri dari jabatan Wakil Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kukar. “Saya tanda tangan, saya keluar dari Wakil Ketua IMI. Karena itu amanah aturan,” katanya.

Chairil berharap seluruh pengurus dan pengelola cabor memahami dan mematuhi aturan tersebut demi membangun organisasi yang transparan, profesional, dan berorientasi pada prestasi.

“Karena kita tadi sudah baca. Itulah bagian dari tata kelola organisasi,” pungkasnya. (Adv/DS114)

KONI Kukar Fokus Benahi Pembinaan Atlet Lokal dan Dorong Sinergi Antar Stakeholder

Kukar,IMENEWS.ID – Komitmen untuk memperkuat pembinaan olahraga di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) ditegaskan oleh Ketua KONI Kukar, Chairil Anwar, usai pelantikan pengurus masa bakti 2023-2027 di Pendopo Odah Etam, Senin (26/5/2027). Dalam arahannya, Chairil menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan fokus terhadap pengembangan atlet lokal.

Pelantikan pengurus KONI Kukar dilakukan oleh Ketua KONI Kaltim, Rudiansyah Aras, serta dihadiri sejumlah pejabat daerah seperti Bupati Kukar Edi Damansyah, Sekda Sunggono, hingga Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni.

Chairil menyatakan bahwa langkah awal kepengurusan barunya adalah menjalin koordinasi yang erat dengan berbagai pemangku kebijakan anggaran.

Hal ini, kata dia, sangat penting untuk memastikan kebutuhan Cabang Olahraga (Cabor) dalam menghadapi Pra-Porprov 2026 dapat terakomodasi secara tepat waktu.

“Koordinasi dengan stakeholder saya tempatkan sebagai prioritas utama. Khususnya dengan Dispora, Sekda sebagai Ketua TAPD, hingga Bappeda dan BPKAD,” ujarnya.

Ia menyebutkan, peluang untuk mengikut Pra-Porprov pada bulan Juni-Juli 2025 sangat terbuka, asalkan kebutuhan mendasar telah terpenuhi.

“Kita tidak bisa lamban. Kalau itu lolos dari perhatian kita, wassalam. Maka itu yang saya kejar sekarang,” tegasnya.

Ia mengatakan seiring perubahan regulasi, pola pengajuan hibah untuk cabor kini tidak lagi melalui KONI, melainkan melalui Dispora. KONI hanya akan fokus pada aspek pembinaan, evaluasi, dan peningkatan kualitas atlet.

“Kami akan terjun langsung melihat pembinaan cabor di lapangan. Dan setelah Rapat Kerja, kami akan minta laporan rinci dari semua cabor,” kata Chairil.

Chairil juga mendorong pendekatan pembinaan berbasis wilayah. Ia menantang setiap cabor membagi zona pembinaan di 20 kecamatan yang ada di Kukar, agar potensi lokal bisa digali dan dikembangkan.

“Tidak perlu lagi mengambil atlet dari luar. Kita punya banyak potensi. Kalau hanya untuk medali, lalu atletnya pulang dan tidak berkontribusi jangka panjang, itu rugi,” ucapnya.

Chairil juga menyinggung kendala dalam pencairan bonus atlet berprestasi, khususnya di ajang PON.

Meski regulasi daerah belum lengkap, ia menyebut masih ada dasar hukum nasional yang dapat digunakan.

“Gunakan saja Permenpora dengan pendekatan Mutatis Mutandis. Tapi ini perlu dikomunikasikan dengan baik karena tidak semua paham asas hukum itu,” tutupnya. (Adv/DS113)

Edi Damansyah Tekankan Integritas dan Komitmen dalam Kepengurusan Baru KONI Kukar

Kukar,IMENEWS.ID – Pelantikan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) periode 2023–2027 menandai awal baru bagi pembenahan organisasi olahraga ini.

Pengukuhan tersebut berlangsung di Pendopo Odah Etam, Senin (26/5/2025) Pelantikan dilakukan oleh Ketua KONI Kalimantan Timur, Rusdiansyah Aras, dengan disaksikan oleh jajaran pejabat daerah, termasuk Sekda Kukar Sunggono, Kadispora Aji Ali Husni, unsur kepolisian, camat, hingga ketua cabor.

Bupati Kukar, Edi Damansyah, dalam sambutannya menekankan bahwa kepemimpinan baru KONI harus menjadi titik balik untuk memperbaiki tata kelola organisasi.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Chairil Anwar yang telah dipercaya memimpin KONI Kukar melalui Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub).

“Musdalub itu tidak lahir tanpa sebab. Biasanya, organisasi yang menggelar Musdalub memiliki masalah yang cukup serius,” kata Edi.

Edi mengaku kecewa terhadap kepemimpinan sebelumnya yang menurutnya gagal menjaga integritas.

Ia berharap kondisi serupa tidak terulang dalam masa kepengurusan yang baru ini.

“Saya pernah mendukung pengurus lama, bahkan untuk dua proyek penting. Tapi kenyataannya tidak seperti yang diharapkan,” ungkapnya.

Menurut Edi, banyak cabor yang selama ini tidak diajak berdiskusi secara menyeluruh dalam pengambilan keputusan.

Padahal, sambung dia,semangat kolektif seharusnya menjadi fondasi utama dalam pengelolaan organisasi olahraga.

“Meskipun ada wajah-wajah lama dalam kepengurusan sekarang, saya ingin pola pikirnya berubah. Ini harus menjadi awal yang benar-benar baru,” ujarnya.

Edi memuji Chairil sebagai figur teknokrat yang memiliki niat tulus membangun dunia olahraga Kukar, bukan untuk kepentingan politik.

Ia menilai, pola kepemimpinan Chairil ke depan akan lebih mengedepankan prinsip profesionalisme.

“Kalau dia seorang politisi, mungkin akan ada bagi-bagi jabatan untuk cabor pendukung. Tapi itu tidak terjadi. Ini yang harus kita jaga bersama,” tutur Edi.

Edi juga mengajak semua cabang olahraga untuk melakukan refleksi terhadap komitmen masing-masing, serta membangun hubungan yang saling mendukung dengan KONI.

“Cabor tidak bisa jalan sendiri. Harus satu visi dengan KONI dan KONI juga harus serius dalam pembinaan,” katanya.

Ia berharap, di bawah kepemimpinan Chairil, kepercayaan publik terhadap KONI Kukar bisa pulih kembali. Ia pun menegaskan dukungan penuh dari Pemkab Kukar untuk mendampingi proses pembenahan tersebut.

“Tugas berat seperti pembenahan aset dan keuangan tidak bisa dikerjakan sendiri. Semua pengurus harus ambil bagian,” pungkasnya. (Adv/DS112)