Planetarium Tenggarong Masih Belum Beroperasi dengan Optimal

Kukar, IMENews.id — Planetarium Tenggarong yang sempat menjadi ikon edukasi astronomi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) saat ini masih belum dapat beroperasi secara optimal.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Arianto mengakui bahwa fasilitas tersebut belum dapat digunakan sebagaimana mestinya.

“Untuk sementara, memang belum bisa seperti yang diharapkan. Kalau datang ke sana, pengunjung belum mendapatkan pengalaman yang maksimal,” ujar Arianto pada Sabtu (14/6/2025).

Saat ini, kata dia, kendala utama berada pada aspek pendanaan.

Sejumlah perbaikan yang direncanakan belum dapat direalisasikan karena adanya penyesuaian anggaran dari pemerintah pusat.

Selain itu, beban fiskal daerah akibat pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) beberapa waktu lalu juga menjadi salah satu penyebabnya.

“Tahun ini kita banyak kendala. Pertama, ada rasionalisasi anggaran dari pusat. Kedua, di Kukar sendiri anggaran banyak terserap untuk kegiatan PSU, sehingga beberapa program, termasuk pengembangan Planetarium, tertunda,” jelasnya.

Arianto juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang belum dapat menikmati kembali layanan penuh dari Planetarium tersebut.

Ia berharap situasi fiskal daerah segera membaik agar layanan publik yang tertunda bisa kembali berjalan normal.

“Mudah-mudahan ini segera berlalu. Kita bisa kembali ke jalur normal, dan kegiatan-kegiatan yang menjadi prioritas dapat segera kami selesaikan,” pungkasnya.

Planetarium Tenggarong sempat menjadi salah satu destinasi wisata edukasi yang banyak diminati pelajar dan masyarakat umum di Kukar.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, operasionalnya menurun akibat keterbatasan pembaruan fasilitas dan teknologi pendukung. (ADV159/Red02)

Teruna Dara 2025 Kukar Tekankan Wawasan, Etika, dan Kemampuan Digital

Kukar, IMENews id — Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan bahwa penilaian dalam ajang Pemilihan Teruna Dara 2025 tidak hanya bertumpu pada penampilan fisik semata.

Plt. Kepala Dispar Kukar, Arianto menyebut wawasan, kecerdasan, dan sikap menjadi poin utama dalam proses seleksi tahun ini.

“Kalau hanya bermodal tampan dan cantik, banyak yang punya. Tapi yang kita cari adalah mereka yang punya wawasan luas, attitude yang baik, dan kemampuan komunikasi,” jelas Arianto usai pembukaan seleksi wawancara, Sabtu (14/6/2025)

Menurutnya, finalis Teruna Dara akan berperan sebagai role model bagi generasi muda serta masyarakat luas.

Mereka akan mengemban tanggung jawab sebagai duta pariwisata, yang diharapkan mampu memperkenalkan dan menjelaskan potensi daerah secara tepat dan menarik.

Selain itu, kemampuan digital juga menjadi aspek penting dalam penilaian.

“Kita hidup di era digital. Maka duta pariwisata harus melek digital, tahu cara mengelola media sosial. Itu menjadi nilai tambah yang penting,” kata dia.

Tahun ini, sambung Arianto, seleksi Teruna Dara diikuti sekitar 75 peserta dengan dominasi dari Kecamatan Tenggarong sebanyak 42 orang.

Pihaknya berharap partisipasi dari kecamatan-kecamatan lain akan meningkat agar keterwakilan daerah lebih merata.

“Ke depan kami ingin seleksi ini benar-benar menjangkau seluruh kecamatan. Banyak potensi dari luar Tenggarong yang belum tergali maksimal,” tambahnya.

Para peserta yang lolos tahapan seleksi akan masuk masa karantina.

Pada tahap tersebut, penilaian akan lebih mendalam, mencakup kemampuan public speaking, wawasan kebudayaan, pariwisata lokal, serta etika komunikasi.

“Karantina itu bukan hanya pelatihan, tapi juga untuk mengukur sejauh mana kesiapan mereka menjadi wajah pariwisata Kutai Kartanegara,” tegas Arianto. (ADV158/Red02)

Pemilihan Teruna Dara 2025 Dimulai, Dispar Kukar Harap Jadi Motor Promosi Wisata

Kukar, IMENews id — Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara resmi membuka tahapan seleksi wawancara ajang Pemilihan Teruna Dara 2025.

Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Plt. Kepala Dispar Kukar; Arianto itu berlangsung di Aula DPRD pada Sabtu (14/6/2025).

Kegiatan tersebut bekerja sama dengan Asosiasi Duta Wisata Indonesia (Adwindo) Kukar.

Plt. Kepala Dispar Kukar, Arianto kepada awak media menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bagian dari upaya konkret pemerintah daerah untuk mencetak duta pariwisata serta ekonomi kreatif yang kompeten.

“Harapan kami, ajang ini betul-betul menjadi sarana untuk memilih putra-putri terbaik Kutai Kartanegara. Mereka akan jadi duta pariwisata, duta ekonomi kreatif, dan juga pendamping UMKM kita,” ujarnya usai pembukaan seleksi.

Dia ingin finalis yang terpilih nantinya tidak hanya diminta tampil di event formal, tetapi juga berperan aktif dalam promosi dan edukasi masyarakat terkait potensi pariwisata lokal.

Selain itu, mereka harus mampu memunculkan inisiatif serta mendampingi berbagai program pengembangan pariwisata dan UMKM.

Terlebih, terdapat tantangan besar dalam pengembangan sektor pariwisata Kukar.

Berbeda dengan ekonomi kreatif yang lebih fleksibel, pengembangan pariwisata memerlukan sinergi lintas sektor.

“Pariwisata ini kompleks. Mulai dari potensi destinasi, keterlibatan masyarakat, hingga akses dan pengelolaannya. Belum lagi inovasi yang terus dituntut dalam mengelola daya tarik wisata,” Arianto.

Melalui ajang ini, Dispar Kukar berharapnya berharap Teruna dan Dara terpilih bisa menjadi motor penggerak promosi destinasi lokal, sekaligus agen perubahan yang mendorong pertumbuhan sektor pariwisata secara masif dan berkelanjutan di daerah. (ADV157/Red02)