Dispar Kukar Dukung Pengembangan Museum Kayu oleh Disdikbud

Kukar, IMENews.id — Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pengembangan Museum Kayu yang akan dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).

Dukungan ini termasuk penggunaan lahan yang selama ini tercatat sebagai aset Dispar Kukar.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Arianto menyampaikan bahwa komunikasi lintas perangkat daerah sudah dilakukan untuk memastikan sinergi pembangunan.

Ia menegaskan bahwa selama pemanfaatan aset dilakukan untuk kepentingan pelayanan masyarakat dan pengembangan daerah, pihaknya siap memberikan dukungan.

“Lahan itu memang tercatat sebagai aset sementara di Dinas Pariwisata. Tapi kalau Disdikbud ingin mengembangkan Museum Kayu dan memanfaatkan lahan tersebut, kami persilakan. Karena ini sama-sama aset pemerintah daerah,” ujar Arianto beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan bahwa sejak perubahan nomenklatur kelembagaan, sejumlah kewenangan kebudayaan yang sebelumnya dikelola oleh Dispar Kukar kini berada di bawah Disdikbud.

“Dulu Dinas Pariwisata dan Kebudayaan itu satu. Tapi setelah ada perubahan struktur, kewenangan kebudayaan dikembalikan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Maka aset-aset kebudayaan juga otomatis berpindah pengelolaannya,” jelasnya.

Menanggapi persoalan jaringan air di kawasan museum, Arianto juga menyebut bahwa jaringan tersebut awalnya merupakan sambungan dari Waduk Panji yang dikelola Dispar Kukar.

Maka tidak heran jika beberapa kawasan termasuk museum masih terhubung ke sistem tersebut.

“Waduk Panji itu dulu diserahkan ke Dinas Pariwisata. Jadi sambungan-sambungan awal, termasuk ke kawasan museum, memang berasal dari sana,” tambahnya.

Ia berharap sinergi antar perangkat daerah ini dapat mempercepat pengembangan sektor kebudayaan dan pariwisata di Kukar.

“Sepanjang digunakan sesuai ketentuan, dan untuk kemajuan pelayanan publik serta pengembangan daerah, kami sangat mendukung,” tegasnya. (ADV163/Red02)

Dispar Kukar Susun Strategi Hidupkan Kembali Taman Kota Raja

Kukar, IMENews.id — Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah menyusun strategi revitalisasi sejumlah ruang publik, termasuk Taman Kota Raja, yang belakangan sepi pengunjung.

Upaya ini dilakukan melalui sinergi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna menjadikan taman kota sebagai pusat rekreasi, UMKM, dan kegiatan masyarakat.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Arianto mengungkapkan pihaknya baru saja melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah OPD terkait seperti Dinas PU, Dinas Perhubungan, DLHK, dan Satpol PP.

Ia mengatakan fokus utama mereka adalah pemanfaatan aset daerah serta pengembangan ruang publik.

“Taman Kota Raja memang diperuntukkan sebagai tempat rekreasi. Namun, konsepnya harus komprehensif. Kita lihat, Pujasera yang seharusnya jadi pusat UMKM masih belum selesai. Harapan kami bisa segera dirampungkan,” ujar Arianto beberapa waktu lalu.

Menurutnya, kehadiran Pujasera sangat penting sebagai sentra pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), agar tidak memanfaatkan sembarang area, khususnya ruang terbuka hijau, untuk berjualan.

“Tempat-tempat ruang terbuka hijau sebetulnya tidak boleh digunakan untuk berdagang. Nanti kita arahkan ke Pujasera. Itu sebabnya kami dorong penyelesaiannya agar bisa segera dioperasikan,” katanya.

Selain itu, taman-taman seperti Taman Tanjong juga sedang dikembangkan melalui kolaborasi antar instansi.

Dinas PU membangun infrastruktur dasarnya, DLHK menjaga fungsinya sebagai ruang hijau, sementara Dispar akan mengisi ruang tersebut dengan aktivitas wisata dan budaya.

“Begitu pembangunannya selesai, kita isi dengan kegiatan. Dinas Perhubungan juga sudah mulai menata sistem parkirnya. Jadi semua OPD punya peran,” imbuh Arianto.

Dispar Kukar juga menargetkan untuk mengaktifkan kembali ikon kota seperti Jam Bentong.

Ia menegaskan bahwa proses ini dilakukan bertahap, dengan harapan progres signifikan bisa terlihat pada 2025 hingga 2026.

“Kalau kawasan Tenggarong sudah selesai, itu bisa jadi percontohan penataan kawasan publik lainnya, khususnya kecamatan-kecamatan strategis,” pungkasnya. (ADV162/Red02)

Dispar Kukar Siap Dukung Festival Nasi Bekepor Jadi Agenda Budaya Lebih Besar

Kukar, IMENews.id – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kukar siap mendukung Festival Nasi Bekepor Unikarta jadi agenda yang lebih besar.

Plt. Kepala Dispar Kukar, Arianto ingin Festival Nasi Bekepor yang diselenggarakan oleh mahasiswa Unikarta ini dapat tumbuh menjadi agenda budaya besar serta berskala luas.

“Saya berharap kegiatan ini bisa lebih besar, menjadi event budaya utama karena ini salah satu sarana kita dalam melestarikan budaya Kutai Kartanegara,” ujar Arianto usai pembukaan Festival Nasi Bekepor ke-6, Senin (16/6/2025).

Ia memastikan bahwa Dispar Kukar siap memberikan dukungan untuk kesinambungan kegiatan tersebut.

Dia juga menyebut pentingnya penguatan komunikasi dan kolaborasi agar pelaksanaan ke depan bisa lebih baik dan menjangkau lebih luas.

“Kita akan komunikasikan seperti apa bagusnya supaya acara ini bisa terus berlanjut dan syukur-syukur bisa lebih luas dan lebih baik,” ucapnya.

Tak hanya di lingkup lokal, Arianto juga mengusulkan agar kuliner tradisional khas Kutai ini diperkenalkan dalam berbagai agenda promosi budaya di luar daerah.

Salah satunya dalam kegiatan mahasiswa Kukar yang digelar di Malang dan Jogja.

“Nanti akan kami rekomendasikan agar dalam kegiatan mahasiswa Kukar di Malang juga menampilkan nasi bekepor, sebagai bagian dari promosi budaya. Mungkin tidak dilombakan, tapi dalam bentuk eksibisi, agar masyarakat luar tahu bahwa kita punya tradisi kuliner nasi bekepor,” terangnya.

Festival Nasi Bekepor dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu ikon budaya kuliner Kukar yang mampu memperkuat identitas daerah sekaligus menarik perhatian masyarakat luas melalui jalur promosi budaya dan pariwisata. (ADV168/Red02)

Dispar Kukar Dorong Festival Nasi Bekepor Unikarta Jangkau 20 Kecamatan

Kukar, IMENews.id – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kukar mendorong agar Festival Nasi Bekepor Unikarta dapat menjangkau 20 kecamatan.

Arianto ingin festival tersebut bisa terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan diperluas cakupannya.

“Alhamdulillah, ini sudah yang keenam kalinya. Artinya kegiatan ini konsisten, terus-menerus dilaksanakan. Dan mudah-mudahan bisa terus berjalan di tahun-tahun berikutnya dengan cakupan yang lebih luas,” ujarnya usai pembukaan Festival Nasi Bekepor Unikarta pada Senin (16/6/2025).

Ia menekankan bahwa pelestarian budaya kuliner lokal seperti nasi bekepor tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga pendidikan.

Oleh karena itu, ia berharap festival ini bisa menjangkau seluruh kecamatan di Kukar.

“Sekarang pesertanya kebanyakan dari Tenggarong dan sekitarnya. Ke depan, mudah-mudahan bisa menyentuh 20 kecamatan. Karena ini tradisi leluhur yang harus terus kita lestarikan bersama,” tambahnya.

Arianto juga menyoroti pentingnya melibatkan generasi muda, khususnya pelajar, dalam pelestarian budaya lokal.

Ia mengusulkan agar pelajar dari jenjang SMP dan SMA diundang dalam kegiatan festival mendatang sebagai bagian dari edukasi kultural.

“Jangan hanya membaca dan mendengar, tapi mereka bisa menyaksikan langsung bagaimana proses pembuatan nasi bekepor. Bahkan syukur-syukur bisa ikut mengolah langsung,” ujarnya.

Melalui keterlibatan langsung, para pelajar diharapkan dapat memahami nilai-nilai budaya lokal secara lebih mendalam, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap kekayaan kuliner tradisional Kukar.

“Ini momentum yang tepat untuk memperkenalkan budaya kita, terutama kepada generasi muda. Mereka bisa melihat, mencicipi, dan belajar langsung. Itu jauh lebih bermakna daripada hanya teori,” pungkasnya. (ADV167/Red02)

Dispar Kukar Siap Fasilitasi Kegiatan Mahasiswa Unikarta

Kukar, IMENews.id – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kukar menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi kegiatan-kegiatan mahasiswa Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta).

Plt. Kepala Dispar Kukar, Arianto menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendorong dan memfasilitasi kegiatan-kegiatan positif dari mahasiswa Unikarta, termasuk yang berkaitan dengan pelestarian budaya lokal dan promosi pariwisata.

Hal ini disampaikan Arianto usai pembukaan Festival Nasi Bekepor ke-6 yang digelar oleh BEM FISIP Unikarta pada Senin (16/6/2025).

“Alhamdulillah, pemerintah daerah sudah memperhatikan kelompok mahasiswa kita, termasuk yang di luar daerah seperti saat Etam Begenjoh di Malang. Bahkan akhir Juni nanti ada juga festival di Jogja. Harapannya, kegiatan Nasi Bekepor ini juga bisa dibawa ke luar daerah,” ujar dia.

Arianto mengakui bahwa selama ini mungkin ada persepsi bahwa kegiatan mahasiswa Unikarta kurang mendapat perhatian.

Namun, menurut dia, hal itu lebih disebabkan oleh kurangnya komunikasi intensif antara mahasiswa dan dinas terkait.

“Saya sempat didatangi teman-teman BEM, dan saya bilang bukan tidak diperhatikan, mungkin saja komunikasi kita belum maksimal. Kalau komunikasi lancar, insyaallah kami siap memfasilitasi,” ucapnya.

Ia mengatakan bahwa ke depan pihaknya terbuka untuk berkolaborasi dengan organisasi kemahasiswaan di Unikarta dalam penyelenggaraan kegiatan yang berdampak luas bagi masyarakat.

“Bisa juga kami berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Harapannya, kegiatan-kegiatan mahasiswa ke depan bisa lebih meriah, lebih luas jangkauannya, dan tentunya lebih terasa manfaatnya,” kata Arianto.

Dia menegaskan tidak ada perlakuan berbeda antara mahasiswa di luar daerah dan yang di Kukar.

“Jangan sampai muncul kecemburuan, katanya di Malang difasilitasi, di Jogja difasilitasi, tapi di sini tidak. Hari ini Alhamdulillah teman-teman Unikarta terfasilitasi oleh Disdikbud Kukar. Mudah-mudahan ke depan giliran Dispar yang ikut bantu fasilitasi,” pungkasnya. (ADV166/Red02)

Festival Nasi Bekepor Jadi Ajang Promosi Budaya dan Wadah Kreativitas Mahasiswa Unikarta

Kukar, IMENews.id – Festival Nasi Bekepor yang resmi digelar di Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) menjadi ajang promosi budaya dan wadah kreativitas bagi para mahasiswa.

Bupati Kukar Edi Damansyah melalui Plt. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) menilai bahwa festival tersebut tidak hanya sebagai ajang tahunan yang melestarikan kuliner khas lokal, tetapi juga mendorong semangat kreativitas dan partisipasi generasi muda dalam pembangunan daerah.

“Sebagai masyarakat Kutai Kartanegara, kita patut bangga memiliki warisan kuliner tradisional yang begitu kental dengan nilai kebersamaan, yakni Nasi Bekepor,” ujar Arianto saat membuka Festival Nasi Bekepor Unikarta ke-6 pada Senin (16/6/2025).

Menurutnya, nasi bekepor bukan sekadar sajian makanan, tetapi simbol dari semangat gotong royong dan keakraban dalam masyarakat.

Festival ini pun dianggap selaras dengan semangat visi pembangunan daerah Kukar Idaman, khususnya dalam penguatan ekonomi kreatif dan promosi budaya lokal.

Arianto menilai bahwa kegiatan ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan soft skill di bidang organisasi, manajemen acara, hingga kewirausahaan.

Di era digital, mahasiswa juga dituntut untuk adaptif, kolaboratif, serta inovatif sebagai bagian dari agen perubahan.

“Sebagai intelektual muda, kalian adalah motor penggerak pembangunan di masa depan. Kampus bukan hanya tempat belajar, tetapi tempat memulai kontribusi nyata bagi masyarakat,” ucapnya.

Pemkab Kukar, lanjut Arianto, akan terus mendorong kegiatan-kegiatan positif yang bersumber dari kampus, termasuk mendorong kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan potensi daerah.

“Semoga Festival Nasi Bekepor ini menjadi inspirasi, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan rasa cinta pada budaya lokal,” tutupnya.

Festival ini sekaligus menjadi bukti peran aktif mahasiswa dalam menjaga dan mempromosikan identitas daerah, serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam mewujudkan Kukar yang lebih sejahtera, berbahagia, dan berkeadilan. (ADV165/Red02)

Pemkab Kukar Buka Festival Nasi Bekepor Unikarta

Kukar, IMENews.id – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) secara resmi membuka Festival Nasi Bekepor Unikarta ke-6.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) itu berlangsung di lapangan Unikarta pada Senin (16/6/2025).

Bupati Kukar Edi Damansyah yang disampaikan melalui Plt. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Arianto mengapresiasi konsistensi mahasiswa FISIP Unikarta dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya lokal.

“Sebagai masyarakat Kutai Kartanegara, kita patut bangga memiliki warisan kuliner tradisional yang begitu kental dengan nilai kebersamaan, yakni Nasi Bekepor,” ucap Arianto saat membacakan sambutan Bupati.

Ia menjelaskan bahwa Nasi Bekepor bukan sekadar makanan, tetapi mengandung filosofi kebersamaan dalam satu periuk, yang mencerminkan semangat gotong royong, keakraban, dan solidaritas dalam keluarga maupun lingkungan sosial.

Menurutnya, penyelenggaraan Festival Nasi Bekepor bukan hanya menjadi wadah pelestarian budaya kuliner semata, tetapi juga sarana edukasi dan pembelajaran bagi generasi muda.

“Melalui kegiatan ini, kita tentu berharap festival ini juga dapat menjadi ruang pembelajaran praktis bagi generasi muda untuk mencintai jati diri dan budaya daerah,” kata dia.

“Sekaligus juga menjadi ajang untuk mengasah soft skill dalam berorganisasi, manajemen acara, hingga kewirausahaan,” tambahnya.

Ia mengatakan bahwa Festival Nasi Bekepor yang telah memasuki tahun keenam ini menjadi salah satu agenda tahunan yang dinantikan, tidak hanya oleh civitas akademika Unikarta, tetapi juga oleh masyarakat luas di Tenggarong dan sekitarnya.

Pemerintah daerah berkomitmen akan terus mendukung kegiatan serupa yang mengangkat kekayaan budaya lokal dan membangun karakter generasi muda Kukar. (ADV164/Red02)