Pemdes Perangat Baru Libatkan OPD dan Perusahaan Kembangkan Komoditas Kopi

Kukar, IMENews.id — Pemerintah Desa (Pemdes) Perangat Baru, Kecamatan Marangkayu, menggandeng sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta perusahaan untuk mengembangkan komoditas unggulan kopi luwak di wilayahnya.

Kepala Desa Perangat Baru, Fitriani, mengatakan berbagai OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah memberikan dukungan berupa fasilitas fisik dan pembinaan.

“Dari semua OPD, hampir semuanya terlibat dalam pengembangan kopi luwak,” ujarnya, Kamis (17/7/2025).

Ia menyebut dukungan tersebut mencakup pembangunan rumah produksi, lantai jemur, embung, hingga infrastruktur jalan menuju Kampung Kopi Luwak.

“Bantuan itu datang dari Dinas Perkebunan, Dinas PU, Perkim, Dinas Pariwisata, dan lainnya,” kata Fitriani.

Selain OPD, pengembangan juga didukung oleh perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Pertamina Hulu Kalimantan Timur.

Melalui CSR tersebut, perusahaan membantu pembentukan kelompok tani serta penyediaan perlengkapan seperti sepatu bot, parang, mesin pemotong rumput, alat semprot, pupuk, dan bibit kopi.

“Selain itu, perusahaan juga memfasilitasi pelatihan dan bimbingan teknis agar petani memahami pengolahan kopi yang baik demi meningkatkan kualitas dan harga jual,” jelasnya.

Fitriani berharap kolaborasi tersebut dapat mengangkat kualitas kopi lokal sekaligus memperluas pasar.

“Tujuannya agar masyarakat tahu bahwa kopi ini bukan sekadar kopi kampung, tapi punya potensi besar,” pungkasnya. (ADV064/Red02)

Produk UMKM Lokal Dipasarkan di Unikarta Mart, Diskop-UKM Kukar Beri Dukungan

Kukar, IMENews.id — Produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal kini dipasarkan di Unikarta Mart, yang dikelola Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta).

Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kukar, Thaufiq Zulfian Noor, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif pihak kampus dalam mendukung pemberdayaan UMKM daerah.

“Saya sangat mendukung langkah Unikarta mendirikan Unikarta Mart, karena ini menjadi wadah bagi pelaku UKM untuk memasarkan produknya,” ujarnya usai menghadiri peresmian Unikarta Mart, Kamis (17/7/2025).

Ia mengungkapkan bahwa Unikarta telah menyediakan slot khusus bagi produk UMKM lokal.

“Semoga lebih banyak tempat usaha seperti ini, yang berpihak pada pelaku UMKM lokal, dikembangkan di Kukar,” tambahnya.

Thaufiq mengatakan pihaknya akan segera mengumumkan peluang ini kepada para pelaku UMKM di Kukar.

“Silakan melakukan kerja sama bisnis dengan Unikarta Mart. Segala ketentuan terkait produk dan kewajiban masing-masing pihak dapat dibicarakan langsung,” jelasnya.

Ia berharap kehadiran Unikarta Mart menjadi contoh nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan UMKM dalam meningkatkan ekonomi lokal. (ADV068/Red02)

Pemkab Kukar Luncurkan Sekolah Pemberdayaan Rakyat untuk Sektor Pertanian, Peternakan, dan Perikanan

Kukar, IMENews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) resmi mendeklarasikan Program Sekolah Pemberdayaan Rakyat (SPR) yang fokus pada pengembangan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.

Program ini merupakan hasil kerja sama dengan Yayasan Karya Bhakti Bumi Indonesia (KBBI) sebagai tindak lanjut dari nota kesepahaman yang telah ditandatangani sebelumnya.

Sekda Kukar Sunggono menyebut bahwa ini selaras dengan arah pembangunan daerah, khususnya percepatan pembangunan pertanian dalam arti luas.

“Program ini mendukung transformasi ekonomi Kukar dari ketergantungan sumber daya alam tak terbarukan menuju sektor terbarukan seperti pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif,” ujarnya, Kamis (17/7/2025)

Berdasarkan data BPS Kaltim 2024, Kukar menyumbang 46,8% luas panen padi di Kalimantan Timur dengan 26.744 hektar lahan, menghasilkan 115,1 ribu ton gabah kering giling atau 50,71% dari produksi provinsi.

Peran strategis ini akan semakin penting dengan kehadiran Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, yang diperkirakan menambah permintaan pangan secara signifikan.

Program SPR diikuti 27 peserta terpilih yang akan menjalani pelatihan selama enam bulan.

Mereka diharapkan menjadi agen perubahan di desa, termasuk berperan sebagai penyuluh pertanian swadaya.

Sunggono menegaskan pentingnya modernisasi pertanian, smart farming, dan mekanisasi untuk menarik minat generasi muda.

Pemkab Kukar juga menetapkan lima kawasan pertanian berbasis komoditas padi sawah, memperkuat infrastruktur irigasi dan jalan usaha tani, memberikan akses kredit tanpa agunan melalui Kredit Kukar Idaman, serta mengembangkan tenaga pendamping lapangan.

“Visi Kukar 2025–2030 adalah menjadi pusat pangan, pariwisata, dan industri hijau yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan. Pencapaian ini butuh dukungan semua pihak, termasuk TNI, Polri, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat,” pungkasnya. (ADV188/Red02)