Desa Mulawarman Andalkan Pertanian dan Peternakan, Minta Pemkab Tetapkan Zona Hijau

Kukar, IMENews.id– Desa Mulawarman, Kecamatan Tenggarong Seberang, terus memperkuat sektor pertanian dan peternakan sebagai tulang punggung perekonomian lokal.

Kepala Desa Mulawarman, Mulyono mengungkapkan bahwa dua sektor ini telah menjadi komoditas unggulan yang digerakkan langsung oleh komunitas setempat.

“Tadi kan sayur-sayuran, buah-buahan, ternakan di Desa Mulawarman sendiri terus digalakkan dari komunitas. Alhamdulillah, dua komoditas ini menjadi unggulan di Mulawarman,” ujar Mulyono, Minggu (20/7/2025).

Ia menyebutkan, hasil pertanian dan peternakan tersebut tidak hanya menopang kebutuhan warga, tetapi juga menguatkan ketahanan pangan desa.

“Mungkin dari adik-adik bisa melihat Mulawarman seperti apa. Memang itu komoditas yang setingkatnya menguatkan pertanian dan peternakan,” tambahnya.

Meski demikian, Mulyono menekankan pentingnya perlindungan lahan produktif dari ancaman alih fungsi, khususnya untuk kegiatan pertambangan.

Ia berharap Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) dapat menetapkan regulasi yang tegas melalui surat keputusan (SK) penetapan zona pertanian.

“Kalau ini tidak dibatasi oleh pemerintah kabupaten, saya yakin secara perlahan pertanian bisa berkurang karena tidak adanya SK yang menetapkan bahwa pertanian tidak boleh diganggu oleh kepentingan tambang atau lainnya,” tegasnya.

Menurut Mulyono, penetapan zona hijau akan menjadi langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan sektor pertanian dan menjaga ketahanan pangan desa di masa depan.

“Itu harapan saya kepada pemerintah kabupaten agar ada penetapan zona-zona hijau untuk menjaga ketahanan pangan,” pungkasnya. (ADV192/Red02)

Dorong Regenerasi Petani, Kepala Desa Mulawarman Dorong Kelompok Tani Milenial

Kukar, IMENews.id – Kepala Desa Mulawarman, Kecamatan Tenggarong Seberang, Mulyono menegaskan bahwa regenerasi di sektor pertanian harus dimulai dari sekarang.

Menanggapi pernyataan Bupati Kutai Kartanegara yang menilai keterlibatan anak muda di bidang pertanian masih minim, pihaknya telah mengambil langkah nyata dengan membentuk kelompok tani milenial di desanya.

“Memang betul yang disampaikan Bupati, kita harus punya trik sendiri supaya masyarakat, khususnya pemuda, tertarik dengan pertanian,” ujar Mulyono saat diwawancarai usai penyerahan hasil bumi ke Bupati Kukar Aulia Rahman Basri pada Minggu (20/7/2025).

Menurutnya, langkah awal yang dilakukan adalah pendekatan personal kepada para pemuda.

Ia memberikan edukasi dan penjelasan bahwa pertanian bukan hanya pekerjaan mulia, tetapi juga mampu menjamin kemandirian ekonomi.

“Saya sarankan kepada pemuda supaya hidup tidak tergantung pada pihak lain. Kalau bisa, kita mandiri dan menciptakan lapangan kerja sendiri di bidang pertanian,” tegasnya.

Berkat pendekatan tersebut, kini telah terbentuk satu kelompok tani milenial di Desa Mulawarman.

Mulyono menyebut, kelompok ini mulai menunjukkan perkembangan positif. Ke depan, ia berharap pertanian di desanya akan lebih kuat dan maju dengan dukungan sumber daya manusia muda yang mumpuni.

“Para pemuda sekarang ini bahkan lebih baik dibanding orang-orang tua, apalagi kalau diberi pemahaman dan edukasi yang tepat. Tantangannya adalah membuat mereka tidak enggan turun ke lumpur,” jelasnya.

Mulyono optimistis sektor pertanian di Desa Mulawarman memiliki prospek cerah jika potensi yang ada terus dikembangkan.

“Pertanian memang sangat menjanjikan kalau potensi kita kembangkan,” pungkasnya. (ADV191/Red02)

Bersih Desa Mulawarman: Tradisi Sakral yang Kini Menyapa Bupati Kukar

Kukar, IMENews id— Di tengah derasnya arus modernisasi, Desa Mulawarman, Kecamatan Tenggarong Seberang, tetap memelihara tradisi sakral yang telah mengakar sejak lama, yakni Bersih Desa.

Tahun ini, perayaan tersebut mencatat sejarah baru. Untuk pertama kalinya, warga tidak hanya menggelar ritual sedekah bumi, tetapi juga menyerahkan langsung hasil bumi mereka kepada Bupati Kukar Aulia Rahman Basri.

Kepala Desa Mulawarman, Mulyono, menyebut momen ini sebagai langkah berani sekaligus simbol penghormatan.

“Alhamdulillah, ini baru pertama kali kami menyampaikan hasil bumi kepada Bupati. Saya ingin mengedukasi masyarakat bahwa kita jangan hanya meminta, tapi juga memberi kepada yang pernah memberi kita,” ujarnya usai penyerahan hasil bumi pada Minggu (20/7/2025).

Tradisi Persih Desa sendiri merupakan wujud syukur warga atas rezeki dari alam.

Tahun ini, Mulyono menambahkan dimensi baru dengan melibatkan pemerintah daerah secara langsung.

Baginya, kehadiran Bupati bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk penguatan hubungan antara desa dan pemerintah.

“Harapan saya, ini berkelanjutan. Karena bagi kami, Persih Desa sangat sakral dan penting. Alhamdulillah, niat ini mendapat dukungan besar dari masyarakat dan sambutan baik dari pemerintah,” katanya.

Meski demikian, Mulyono tak menutup mata bahwa persiapan acara masih jauh dari kata sempurna.

Ia mengakui ada banyak hal yang perlu dibenahi. “Persiapannya masih kurang matang. Mudah-mudahan tahun depan bisa lebih baik,” harapnya.

Dengan semangat kebersamaan, warga Desa Mulawarman kini menatap tahun depan dengan optimisme.

Mereka percaya, Bersih Desa bukan sekadar agenda budaya, tetapi juga sarana mempererat hubungan masyarakat dengan alam, dan kini, dengan pemerintah. (ADV190/Red02)

Bupati Kukar Terima Hasil Bumi Desa Mulawarman, Janjikan Dukungan Penuh untuk Pertanian

Kukar, IMENews.id — Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menerima penyerahan hasil bumi dari warga Desa Mulawarman, Kecamatan Tenggarong Seberang, dalam rangka acara Bersih Desa pada Minggu (20/7).

Dalam sambutannya, Aulia menyampaikan apresiasi atas kontribusi warga dan menyebut Desa Mulawarman memiliki tempat khusus di hatinya.

Ia menegaskan hubungan yang terjalin bukan hanya antara pejabat dan masyarakat, tetapi sudah menjadi bagian dari keluarga besar.

“Ini sangat luar biasa, saya seumur hidup belum pernah menerima hasil bumi sebanyak ini. Harapan kita, hasil pertanian di Mulawarman bisa terus meningkat,” kata Aulia.

Pemkab Kukar, lanjutnya, berkomitmen memperkuat sektor pertanian di desa tersebut melalui penyediaan sarana dan prasarana, bibit, pupuk, hingga penerapan mekanisasi seperti penggunaan drone.

Desa Mulawarman juga diharapkan menjadi percontohan modernisasi pertanian.

Aulia menyoroti rendahnya minat generasi muda untuk terjun ke pertanian dibanding sektor lain. Untuk itu, Pemkab akan menggalakkan gerakan “Bangga Jadi Petani” agar sektor ini kembali diminati dan petani lebih sejahtera.

Dari sisi permodalan, ia menawarkan program Kredit Kukar Idaman Terbaik dengan plafon pinjaman hingga Rp500 juta tanpa uang muka, guna membebaskan petani dari ketergantungan pada tengkulak.

“Kita ingin kebutuhan pangan desa dan kecamatan bisa dipenuhi sendiri tanpa harus mengandalkan pasokan dari luar,” ujarnya.

Pemkab Kukar menargetkan Tenggarong Seberang, termasuk Desa Mulawarman, menjadi salah satu kawasan swasembada pangan di Kukar. (ADV189/Red02)