Desa Muara Kaman Ulu Fokus Perkuat Ketahanan Pangan

Kukar, IMENews.id – Pemerintah Desa Muara Kaman Ulu, Kecamatan Muara Kaman terus memacu program pembangunan yang langsung menyentuh kebutuhan warga.

Tahun ini pemerintah desa fokus mengarah pada penguatan ketahanan pangan desa.

Kepala Desa Muara Kaman Ulu, Hendra, mengatakan ketahanan pangan menjadi prioritas utama.

Program ini mencakup pengembangan pertanian palawija, buah-buahan, serta sektor perikanan.

“Mungkin itu saja sih program ke depannya, berkaitan dengan program desa, termasuk ketahanan pangan,” ujarnya, Rabu (6/8/2025)

Di sektor palawija, para petani menanam komoditas beragam seperti jahe, cabai, tomat, terong, semangka, dan melon.

Pola tanam disesuaikan dengan kondisi cuaca yang kerap berubah.

“Musim itu terlalu panas juga nggak bagus, terlalu hujan juga nggak bagus. Jadi kita menyesuaikan,” jelas Hendra.

Kelompok Tani Putra Tani menjadi salah satu motor penggerak, mengelola lahan rata-rata dua hektare per petani.

Pemerintah desa memberikan dukungan berupa bantuan alat pertanian, seperti hand tractor, alat semprot, mesin pemotong rumput, hingga bibit.

Tak hanya pertanian, sektor perikanan juga mulai dikembangkan sebagai langkah diversifikasi pangan.

Menurut Hendra, potensi perikanan cukup menjanjikan jika dikelola dengan serius.

Meski tantangan musim masih menjadi kendala, semangat para petani tetap tinggi berkat dukungan peralatan dan bibit.

Hendra berharap program ini dapat meningkatkan kesejahteraan warga dan mendorong kemandirian pangan desa.

“Yang penting, paling tidak ada hasil lah,” pungkasnya. (ADV204/Red02)

Muara Kaman Ulu Fokus Tingkatkan Konektivitas Antarwilayah

Kukar, IMENews.id – Pemerintah Desa (Pemdes) Muara Kaman Ulu, Kecamatan Muara Kaman tahun ini memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan demi memperkuat konektivitas antarwilayah di bagian hilir kecamatan.

Kepala Desa Muara Kaman Ulu, Hendra, mengatakan jalur penghubung yang menjadi fokus meliputi Desa Muara Kaman Ilir, Sabingtulung, Rantau Hempang, Benua Puhun, hingga Teratak.

Total jarak yang akan dibangun sekitar 30 kilometer dari pusat desa.

Menurutnya, kondisi jalan di wilayahnya sudah mengalami perbaikan bertahap.

Namun, masih diperlukan peninggian badan jalan, pembangunan drainase, pengerasan, dan semenisasi.

“Itu memang bagian dari konektivitas antar desa. Sudah masuk perencanaan,” ujarnya, Rabu (6/8/2025)

Akses antarwilayah di Muara Kaman Ulu bervariasi. Sebagian desa hanya bisa dilalui saat cuaca cerah, sementara lainnya dapat diakses lewat jalur sungai.

Perjalanan ke wilayah hilir seperti Teratak memakan waktu sekitar 1,5 jam lewat jalur bawah, lebih cepat dibanding memutar lewat Jalan SP dan Sebulu yang memakan waktu 3 jam.

Hendra menegaskan jalur bawah sangat vital untuk mobilitas warga, distribusi logistik, dan kebutuhan darurat.

Pemdes pun telah mengusulkan peningkatan jalan ke Pemkab Kukar melalui Dinas PUPR.

“Alhamdulillah sudah masuk dalam perencanaan PUPR Kabupaten,” pungkasnya. (ADV203/Red02)

Pemdes Muara Kaman Ulu Fokus Kembangkan Lantaran Tepi Mahakam sebagai Destinasi Wisata

Kukar, IMENews.id – Pemerintah Desa (Pemdes) Muara Kaman Ulu, Kecamatan Muara Kaman memprioritaskan pengembangan sektor pariwisata lokal pada 2025.

Salah satu program utamanya adalah pembangunan lantaran di tepi Sungai Mahakam yang dikenal memiliki panorama matahari terbenam memukau.

Kepala Desa Muara Kaman Ulu, Hendra, mengungkapkan, proyek tersebut telah masuk dalam rencana kerja desa tahun ini dengan alokasi awal anggaran sebesar Rp75 juta.

“Biaya sebenarnya untuk membangun secara penuh itu sekitar Rp2 sampai Rp3 miliar. Tapi karena anggaran desa terbagi, kita mulai sedikit-sedikit dulu. Tahun ini Rp75 juta, kadang bisa juga Rp100 juta,” kata Hendra, Rabu (6/8/2025)

Pembangunan lantaran ini direncanakan berjalan secara bertahap hingga beberapa tahun ke depan.

Pada 2026, Pemdes sudah menyiapkan anggaran lanjutan sekitar Rp100 juta untuk memperpanjang dan melengkapi struktur yang ada.

“Tidak langsung selesai, tapi berkelanjutan. Paling tidak kita terus kerjakan, berapa meter pun jadi. Yang penting ada progres tiap tahun,” jelasnya.

Desain lantaran nantinya akan menyerupai pelataran tepi sungai seperti di kawasan Timbau dan Taman Tanjung, Tenggarong.

Material utama yang digunakan adalah kayu ulin, sesuai karakter dan potensi sumber daya lokal.

Untuk mempercepat realisasi, pihak desa berencana menggandeng perusahaan dan para pemangku kepentingan di Muara Kaman.

“Kami sudah siapkan perencanaan untuk dibawa ke Musrenbang hari Kamis nanti. Pariwisata akan menjadi prioritas utama, diikuti ketahanan pangan dan pembangunan fisik lainnya,” terang Hendra.

Ia menambahkan, dua hari terakhir pihaknya fokus menyusun dokumen perencanaan sambil mengikuti sosialisasi agar program selaras dengan kebijakan pemerintah daerah.

“Saya berharap lantaran ini tak hanya mempercantik tepian sungai, tapi juga menjadi ruang publik yang mampu menggerakkan ekonomi berbasis pariwisata di wilayah kami,” pungkasnya. (ADV202/Red02)

Pemdes Muara Kaman Ulu Fokus Tekan Kemiskinan Lewat Sanitasi dan Perbaikan RTLH

Kukar, IMENews.id – Pemerintah Desa Muara Kaman Ulu, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara (Kukar), memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar warga kurang mampu pada 2025.

Program utama tahun ini adalah pembangunan fasilitas sanitasi dan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi rumah layak huni.

Kepala Desa Muara Kaman Ulu, Hendra, mengatakan program ini dijalankan melalui kolaborasi dengan sektor swasta, khususnya program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Baratabang.

“CSR PT Baratabang membangun 12 unit sanitasi senilai Rp10 juta per unit untuk warga yang belum memiliki fasilitas layak. Penerimanya adalah keluarga penerima PKH, BPNT, dan data kemiskinan resmi dari Kemensos, Dinsos, serta Dinas Perkim,” ujarnya, Rabu (6/8/2025).

Selain itu, bantuan perbaikan RTLH disiapkan untuk 10 unit rumah, masing-masing senilai Rp10 juta dalam bentuk material bangunan.

Dana Desa juga digunakan untuk menambah 8 unit sanitasi senilai Rp5 juta per unit, sehingga total ada 20 unit sanitasi yang dibangun tahun ini.

Di sektor ketahanan pangan, Pemdes masih menunggu petunjuk teknis alokasi 20 persen Dana Insentif Daerah (DID) dari pemerintah pusat.

Hendra menyebut berbagai sumber anggaran tersedia, seperti BHPRD, BKKDRT, BKKD Nakes, benQ Provinsi, Dana Desa, dan Alokasi Dana Desa.

“Kita harus tetap menyesuaikan dengan kondisi anggaran, apalagi tahun depan diperkirakan defisit,” jelasnya.

Meski demikian, Pemdes berkomitmen memprioritaskan program yang berdampak langsung bagi masyarakat miskin.

“Yang jelas, program yang menyentuh langsung warga tetap jadi prioritas,” pungkas Hendra. (ADV201/Red02)