Genting Tanah Buat Program Digitalisasi dari Dana BKKDRT

Kukar, IMENews.id – Pemerintah Desa Genting Tanah, Kecamatan Kembang Janggut, memanfaatkan Bantuan Keuangan Khusus Dana RT (BKKDRT) untuk mendukung digitalisasi pelayanan masyarakat.

Kepala Desa Genting Tanah, Junaidi mengatakan bahwa dukungan digitalisasi sangat penting dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan zaman.

Ia mengungkapkan, dana tahap pertama sebesar Rp50 juta per RT yang diberikan Pemkab Kukar sudah cair.

Dana tersebut langsung digunakan untuk membeli smartphone bagi seluruh ketua RT di Desa Genting Tanah.

“Dana sudah masuk rekening desa dan kami belikan HP untuk ketua RT. Penting agar pelaporan administrasi bisa online,” ujarnya, Kamis (7/8/2025).

Sebanyak 18 Ketua RT telah menerima perangkat tersebut melalui dana BKKDRT.

Selain pengadaan, pihaknya akan mengadakan pelatihan penggunaan aplikasi administrasi di tingkat kecamatan.

Hal tersebut dilakukan agar para para Ketua RT dapat menyesuaikan serta menggunakan aplikasi administrasi dengan maksimal.

Menurut Junaidi, langkah ini membuat koordinasi, gotong royong, hingga layanan administrasi warga lebih cepat dan efisien.

Oleh karena itu, penggunaan smartphone ini diharapkan memberikan dampak yang sangat baik untuk pelayanan masyarakat.

“HP ini bukan sekadar alat komunikasi, tapi sarana kerja untuk menyampaikan laporan, data kependudukan, dan kebutuhan administratif lainnya,” tutupnya. (ADV208/Red02)

Muara Kaman Ulu, Jejak Kerajaan Hindu Tertua di Nusantara

Kukar, IMENews.id – Desa Muara Kaman Ulu, Kecamatan Muara Kaman tak hanya dikenal lewat potensi alam dan pertaniannya, tetapi juga menyimpan nilai sejarah penting.

Desa ini diyakini sebagai pusat Kerajaan Kutai Martadipura, kerajaan Hindu tertua di Indonesia.

Peninggalan paling terkenal dari era tersebut adalah Prasasti Yupa, yang menjadi bukti keberadaan kerajaan bercorak Hindu.

Saat ini, Yupa asli disimpan di Museum Nasional Jakarta, sementara di Muara Kaman Ulu hanya tersisa replika untuk edukasi dan wisata sejarah.

“Prasastinya sudah ditemukan. Aslinya sekarang di Jakarta. Dulu, pada zaman Soekarno, sempat dibawa ke Bali untuk diamankan,” ujar Kepala Desa Muara Kaman Ulu, Hendra beberapa waktu lalu.

Meski hanya replika, situs ini tetap menjadi magnet wisata religi.

Setiap tahun, ratusan umat Hindu dari Bali datang beribadah di lokasi yang dianggap suci tersebut.

“Pengunjungnya banyak, tiap tahun ada ratusan orang Bali yang beribadah ke sini,” tambah Hendra.

Pengelolaan situs sejarah ini berada di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar dan provinsi.

Hendra berharap penataan kawasan dapat dilakukan agar daya tarik wisata sejarah Muara Kaman Ulu semakin meningkat.

“Kalau ditata dengan baik, saya yakin makin banyak yang berkunjung,” pungkasnya. (ADV207/Red02)

Muara Kaman Ulu Punya Potensi Besar di Perikanan, Pertanian, dan Wisata

Kukar, IMENews.id – Desa Muara Kaman Ulu, Kecamatan Muara Kaman menyimpan potensi besar di sektor perikanan, pertanian, hingga pariwisata.

Kepala Desa Muara Kaman Ulu, Hendra, mengatakan ekonomi warga selama ini didominasi sektor perikanan dan pertanian.

Sementara itu, pariwisata dan UMKM mulai menunjukkan perkembangan positif di desa tersebut.

“Potensinya, kalau pertama, perikanan. Kurang lebih 85 persen itu perikanan,” kata Hendra, belum lama ini.

Aktivitas penangkapan ikan dan budidaya sudah menjadi tradisi turun-temurun warga desa.

Sementara sekitar 15 persen penduduk menggarap pertanian palawija, seperti jahe, terong, cabai, hingga buah-buahan seperti semangka dan melon.

“Kalau berbicara persentase, 15 persennya adalah pertanian palawija. Jadi, kita fokus ke situ,” jelasnya.

Namun, Hendra menegaskan, pertumbuhan ekonomi tidak cukup mengandalkan dua sektor tersebut.

Pengembangan pariwisata dinilai penting untuk menciptakan sumber ekonomi baru.

“Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat tadi kan bukan hanya itu, termasuk pariwisata sih,” ujarnya.

Menurutnya, geliat sektor wisata akan memicu pertumbuhan UMKM di desa.

“Artinya, orang datang, artinya tinggal UMKM-UMKM yang dihidupkan,” tambahnya.

Produk lokal seperti kuliner khas dan kerajinan tangan disebutnya dapat menjadi daya tarik wisatawan.

Pemerintah desa kini mulai mengarahkan pembangunan agar selaras dengan potensi alam dan kreativitas warga.

“Mengoptimalkan sektor perikanan, pertanian, dan pariwisata, kami berharap perekonomian Desa Muara Kaman Ulu bisa semakin mandiri dan berkelanjutan,” pungkas Hendra. (ADV206/Red02)

Pemdes Muara Kaman Ulu Dorong BUMDes Bangkit Lewat Penyertaan Modal

Kukar, IMENews.id – Pemerintah Desa Muara Kaman Ulu, Kecamatan Muara Kaman terus berupaya menghidupkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar mampu memberi manfaat ekonomi bagi warganya.

Kepala Desa Muara Kaman Ulu, Hendra, mengungkapkan BUMDes di wilayahnya memang sudah terbentuk, namun belum berjalan optimal.

“Kalau kami, BUMDes ada. Cuma tidak berjalan sebagaimana mestinya. Kan BUMDes itu usaha yang perlu kita bawa,” ujar dia baru-baru ini.

Salah satu kendala utama adalah belum ditemukannya pola usaha yang tepat.

Meski begitu, Pemdes telah menyalurkan penyertaan modal sebagai langkah awal, terutama untuk kerja sama di sektor pertanian.

“Kalau usaha belum ada. Tapi penyertaan modal sudah kita berikan, cuma bekerja sama dengan pertanian,” katanya.

Potensi pertanian cukup menjanjikan, namun persoalan pemasaran masih menjadi hambatan.

“Untuk memasarkan itu yang sulit,” tambahnya.

Hendra menyebut, selain sektor pertanian, pihaknya tengah melirik peluang lain seperti penyediaan LPG, distribusi pupuk, hingga pengelolaan produk UMKM.

“Paling tidak kita punya gambaran ke arah situ, dari yang dijalankan pemerintah pusat, provinsi, sampai daerah,” ujarnya.

Pemdes optimistis BUMDes bisa berkembang secara bertahap melalui evaluasi dan penjajakan peluang usaha yang sesuai kebutuhan masyarakat. (ADV205/Red02)