KUKAR, IMENews.ID- Lama tinggal di Kutai Kartanegara, Aini yang lahir pada 20 Oktober 1972 di Kabupaten Nunukan Kaltara ini, tetap pegang teguh amanah kedua orang tuanya. Dosen Magister Administrasi Publik(MAP) Unikarta ini bercerita perjalanan hidupnya.
“Saya ini bersuku Dayak Lundayeh Nunukan, suami saya orang Kutai,” ucap Dr. Aini, usai mengikuti lomba menyanyi lagu Dayak, garapan pengurus PDKT Kukar, Sabtu (23/8) di aula Dispora Kukar.
Yang belum mengenal Dayak Lundayeh, doktor lulusan Universitas Negeri Jakarta(UNJ) ini bercerita singkat, Dayak Lundayeh didominasi di Nunukan tepatnya di Krayan. Yang hidupnya selalu berpindah-pindah.
“Semakin berkembangnya pembangunan, Dayak Lundayeh sampai ke Malaysia seperti Sabah dan Serawak,” ucapnya.
Dayak Lundayeh diakui Aini merupakan komunitas sedikit di Kaltim. Tapi Persekutuan sudah sangat bagus, bahkan mampu bercampur dengan suku Dayak lainnya, karena sesama suku Dayak ada satu keluarga saling terima satu dengan lainnya.
“Rata-rata suku Dayak Lundayeh yang ada di Kukar berprofesi sebagai pendidik, ada juga yang mengabdi sebagai ASN Pemda,” ujarnya.
Lama tinggal di Kukar, Aini yang menyelesaikan jenjang Sarjana dan Magister di Unmul Samarinda ini, masih terkenang dengan amanat kedua orang tuanya. Bapaknya yang berprofesi sebagai petani, selalu memberikan nasihat adat istiadat kepada Aini.
“Pesan orang tua saya, Dimana kamu berada tapi, adat Lundayeh jangan sampai dilupakan. Selain itu, pentingkan pendidikan, karena orang tua sangat senang, jika anaknya mengenyam pendidikan dengan baik,” cerita Aini, sebagai anak bungsu dari 8 bersaudara ini.
Selain mengajar di MAP, Aini juga mengajar di Fakultas Hukum Unikarta ini menyadari, anak dari keluarga Dayak atau persilangan dengan suku lain, masih ditemukan tidak mengerti bahasa Dayak, yang merupakan bahasa ayah dan ibunya.
“Termasuk anak saya, yang tidak terlalu faham dengan bahasa Dayak,” ujarnya.
Aini yang berprofesi sebagai ASN di Badan Riset dan Inovasi Daerah(BRINDA) Kukar, masih sangat senang menyanyi lagu Dayak, sebagai bagian mempertahankan adat istiadat leluhurnya.
Mengikuti lomba menyanyi lagu Dayak sebut Aini, bagian dari silaturahmi sesama suku Dayak, karena bukan hanya dari Kaltim dan Kaltara saja, suku Dayak yang ada di Kalimantan Barat juga ikut serta.
“Kerekatan suku Dayak disini juga sangat tinggi, sehingga kondusifitas wilayah bisa terbangun dan terjaga dengan baik. Terkadang ada bahasa yang berbeda, tapi kami tetap satu kesatuan jaga kerukunan suku Dayak,” tutupnya.(Red/RN)
