Terkendala Infrastruktur, Pertanian Desa Batuq Belum Maksimal

Kukar, IMENews id – Desa Batuq Kecamatan Muara Muntai saat ini menyimpan potensi besar di sektor pertanian.

Meskipun begitu, peluang tersebut belum dikelola optimal akibat keterbatasan infrastruktur hingga dampak cuaca ekstrim.

Kasi Kesra Desa Batuq, Heldi menyebutkan bahwa luas lahan pertanian di desa ini mencapai kurang lebih 500 hektar.

Lahan tersebut dikelola oleh tiga kelompok tani di lokasi berbeda.

Dari luasan tersebut, hasil panen diperkirakan bisa kurang lebih 10 ton setiap tahunnya.

“Potensi kita sangat besar. Tapi tidak semua petani aktif menggarap sawah. Kebanyakan masyarakat hanya menanam untuk kebutuhan sendiri, bukan untuk dijual,” tutur dia pada Rabu (27/8/2025).

Ia menilai bahwa cuaca menjadi kendala paling serius.

Saat masuk musim hujan, lahan sawah terendam banjir, sementara di musim kemarau kekeringan membuat tanaman sulit bertahan.

“Ketika banjir, kita kebanjiran. Ketika kemarau, lahan kita kering,” kata Heldi.

Sementara itu, menurut Kepala Desa Batuq, Suwandi, ketiadaan irigasi permanen membuat petani kesulitan mengatur ketersediaan air.

“Kalau banjir, air itu banyak sekali. Tapi karena tidak ada irigasi, air hanya terbuang percuma. Padahal kalau bisa ditampung, sangat berguna untuk mengairi lahan saat kemarau,” ungkap dia.

Meski demikian, para petani di Desa Batuq masih bisa melakukan panen.

Dalam kondisi normal, mereka bisa dua kali panen dalam setahun.

“Kalau musimnya bagus, bisa dua kali panen. Tapi kalau kemarau panjang, hasilnya tetap berkurang,” ujarnya.

Dia berharap Pemkab Kukar dapat memberikan perhatian, khususnya pembangunan irigasi supaya potensi pertanian bisa dikelola lebih maksimal.

“Kalau ini terwujud, potensi pertanian bisa maksimal, dan ekonomi masyarakat ikut meningkat,” pungkasnya. (ADV114/Red02)

Pemdes Batuq Kembangkan Peternakan Sapi dan Kerbau

Kukar, IMENews.id – Pemerintah Desa (Pemdes) Batuq Kecamatan Muara Muntai terus memperkuat perekonomian warga melalui pengembangan beragam sektor usaha.

Tidak hanya mengandalkan pertanian, perkebunan, dan perikanan, kini Pemdes juga mulai fokus mengembangkan peternakan.

Kepala Desa Batuq, Suwandi menerabgkan bahwa kini mereka sudah membentuk empat kelompok peternak sapi di desanya.

Kelompok tersebut menjadi wadah bagi warga setempat untuk mengelola usaha peternakan bersama-sama.

“Kelompok peternakan sapi yang ada sekarang berjumlah empat kelompok. Mereka mengelola secara mandiri dengan sistem yang sudah disepakati,” jelas dia Rabu (27/8/2025).

Ia menjelaskan bahwa sistem pemeliharaan yang dijalankan masih bersifat lepas liar.

Sistem tersebut yakni sapi dibiarkan mencari pakan sendiri di padang rumput, serta hanya dimasukkan ke kandang pada kondisi tertentu.

“Biasanya sapi dilepas agar bisa mencari pakan sendiri. Kecuali kalau ada banjir, baru dimasukkan ke kandang untuk menghindari risiko,” kata dia.

Selain sapi, para warga desa juga membudidayakan kerbau.

Menurut dia, potensi peternakan di Desa Batuq cukup besar karena didukung ketersediaan lahan serta pakan alami.

“Kami berharap peternakan ini bisa terus berkembang. Kalau ada dukungan, baik dari pemerintah maupun pihak lain, usaha peternakan ini bisa meningkatkan kesejahteraan warga,” pungkas Suwandi. (ADV113/Red02)