Film Misteri Tuana Tuha Angkat Cerita Rakyat Kukar

Kukar, IMENews.id – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) meluncurkan proyek film Misteri Tuana Tuha.

Film tersebut sebagai upaya melestarikan cerita rakyat daerah, sehingga dikenal khalayak luas.

Film yang diadaptasi dari kisah tutur masyarakat lokal itu resmi diserahkan Plt. Kepala Dispar Kukar Arianto, kepada pihak rumah produksi secara resmi di Pendopo Wakil Bupati, Senin malam (25/8/2025).

Arianto mengatakan bahwa film tersebut tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga media pewarisan budaya bagi generasi mendatang.

“Cerita rakyat seperti ini sangat penting untuk diwariskan. Saya merinding karena kisah yang dulunya hanya dituturkan dari mulut ke mulut, kini bisa dinikmati dalam bentuk visual,” ujar dia, Kamis (28/8/2025).

Ia menyebut, keterlibatan masyarakat lokal sebagai subjek kreatif sekaligus pelaku produksi menjadi kekuatan tersendiri dalam proyek ini.

Selain mengangkat unsur mistis, film juga menampilkan nilai budaya dan filosofi yang hidup dalam tradisi lisan Kukar.

“Saya melihat ada kebangkitan budaya melalui film ini. Ini bukan sekadar film daerah, melainkan identitas kita yang dibingkai dalam narasi sinematik,” kata Arianto.

Dispar Kukar berkomitmen mendukung karya serupa, termasuk mendorong terbentuknya rumah produksi lokal yang berfokus pada pengembangan film berbasis budaya.

Pihaknya berharap Film Misteri Tuana Tuha tidak hanya diminati penonton lokal, tetapi juga mampu menembus layar bioskop nasional sebagai representasi kebangkitan perfilman budaya Kukar.

“Semoga bisa menjadi kebanggaan bersama sekaligus memperkuat identitas budaya kita,” tutupnya. (ADV115/Red02)

Dispar Kukar Dukung Perkembangan Ekonomi Kreatif

Kukar, IMENews.id – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendukung perkembangan ekonomi kreatif di daerah.

Pemkab Kukar terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif salah satunya dengan menggandeng sineas lokal dalam produksi film Tuana Tuha Project.

Plt. Kepala Dispar Kukar, Arianto menyebut bahwa saat ini sektor ekonomi kreatif berhasil membuat film yang mengangkat cerita rakyat lokal ini bukan hanya memperkaya khasanah budaya daerah, tetapi juga membuka peluang baru bagi pelaku ekonomi kreatif di Kukar.

Proses produksinya melibatkan masyarakat setempat dalam berbagai aspek, mulai dari kru, pemain, hingga dukungan logistik.

“Ekonomi kreatif, khususnya perfilman, memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Kukar. Kita ingin menghidupkan potensi lokal, bukan hanya dari segi cerita, tapi juga tenaga kerja, produksi, hingga distribusi,” ujar Arianto, Kamis (28/8/2025).

Ia mengatakan bahwa sebelumnya Kukar pernah memproduksi film Perisai Mahakam.

Akan tetapi, sejumlah kendala teknis membuat distribusinya kurang optimal.

“Kami belajar dari pengalaman itu. Kali ini kami lebih siap,” tegasnya.

Melalui proyek Tuana Tuha, pemerintah ingin mendorong terbentuknya rumah produksi lokal yang mampu bersaing secara profesional.

Arianto menegaskan, pihaknya siap menjembatani kolaborasi antara komunitas kreatif dan lembaga pemerintah.

“Kalau kita punya rumah produksi yang kuat dan terorganisir, film berkualitas bisa lahir dari Kukar dan tidak kalah dengan produksi luar daerah,” katanya.

Selain menjadi wadah ekspresi seni, produksi film ini juga memberi dampak ekonomi nyata, mulai dari jasa pendukung, konsumsi saat syuting, hingga promosi produk lokal yang ikut ditampilkan di layar.

Dengan dukungan pemerintah, Misteri Tuana Tuha diharapkan dapat sukses secara artistik sekaligus memberi nilai tambah bagi ekonomi daerah.

“Kami ingin karya ini jadi model. Film lokal bisa menjadi peluang usaha sekaligus sarana promosi daerah,” pungkas Arianto. (ADV116/Red02)