27 Provinsi Siap Meriahkan KTNA Nasional di Kukar, 54 Tenda UMKM Gratis Disiapkan untuk Pelaku Usaha Lokal

Kukar, IMENews.id — Ajang Rembug dan Ekspo Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional 2025 di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) resmi diikuti oleh 27 provinsi dari seluruh Indonesia.

Jumlah ini meningkat setelah rombongan dari Papua yang sebelumnya belum terdaftar akhirnya tiba dan bergabung dengan peserta lainnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Taufik, mengungkapkan bahwa hingga Rabu malam, sebanyak 26 provinsi sudah terkonfirmasi hadir. Namun, dengan kedatangan Papua, jumlah tersebut kini menjadi 27 provinsi.

“Yang sampai kemarin itu 26 provinsi, berarti dengan Papua total 27 provinsi. Papua ini sebelumnya belum sempat daftar melalui aplikasi,” jelasnya, Kamis (18/9/2025).

Finalisasi Venue dan Persiapan UMKM

Menurut Taufik, seluruh panitia daerah kini tengah melakukan finalisasi venue utama di area Parkiran Selatan Tenggarong, yang menjadi pusat kegiatan Ekspo KTNA Nasional.

Beragam fasilitas pendukung telah disiapkan, mulai dari area pameran indoor dan outdoor hingga tenda bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).

“Di venue Parkiran Selatan hari ini kami finalisasi seluruh area. Venue Ekspo ada indoor, outdoor, dan juga untuk UMKM. Ada 54 tenda UMKM gratis yang sudah disiapkan panitia daerah,” terangnya.

Taufik menyebutkan, kebijakan penyediaan tenda gratis bagi pelaku UMKM merupakan inisiatif langsung dari Ketua Panitia KTNA Nasional, Edi Damansyah.

“Itu perintah Bupati dan Ketua KTNA kepada kami. Jadi tenda UMKM disiapkan gratis untuk pelaku usaha lokal,” ungkapnya.

Pelaksanaan KTNA Nasional di Kukar turut mendapat dukungan dari berbagai lembaga dan perusahaan daerah, seperti Bankaltimtara, PDAM Tirta Mahakam, Tunggang Parangan, MGRM, dan KSDE.

“Dengan dukungan dari beberapa pihak itu, kita bisa menyediakan tenda gratis sebanyak 54 unit untuk UMKM. Ini bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha,” jelas Taufik.

Selain 54 tenda UMKM, panitia juga menyiapkan 50 tenda untuk program pangan murah, yang menjual beras dan bahan pokok lainnya dengan harga terjangkau bagi masyarakat.

“Ini adalah kejutan di luar acara inti KTNA. Kalau acara utama itu kan pameran dan kegiatan Erau, tapi kami juga ingin mendukung geliat ekonomi lokal dengan menghadirkan pangan murah dan UMKM,” tambahnya.

Panitia menetapkan bahwa seluruh pelaku UMKM yang menempati tenda gratis harus berasal dari Kabupaten Kukar.

“Yang mengatur pengisian tenda ini adalah Dinas Koperasi. Tapi kriterianya jelas, hanya pelaku usaha yang berdomisili di Kukar yang boleh menempati tenda gratis itu. Di luar itu, silakan mencari tempat sendiri,” tegas Taufik.

Sinergi Ekonomi dan Budaya

KTNA Nasional tahun ini tidak hanya menampilkan inovasi di bidang pertanian dan perikanan, tetapi juga menjadi bagian dari rangkaian Erau Adat Kutai 2025.

Sinergi dua kegiatan besar ini diharapkan mampu mengangkat potensi lokal Kukar di sektor ekonomi kreatif, UMKM, dan pariwisata.

“Ini bukan hanya soal pertanian, tapi soal semangat membangun ekonomi rakyat. Panitia daerah berinisiatif agar ruang-ruang kosong bisa diisi kegiatan produktif. Kalau ada space kosong, isi dengan yang bermanfaat,” tutup Taufik. (ADV236/Red02)

Peserta KTNA Nasional Capai 1.600 Orang

Kukar, IMENews.id — Jumlah peserta yang hadir dalam ajang Rembug dan Ekspo Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional di Kutai Kartanegara (Kukar) terus bertambah.

Hingga Kamis (18/9/2025) malam, tercatat sebanyak 1.553 peserta sudah terdaftar secara resmi. Namun, angka tersebut bertambah setelah kedatangan rombongan dari Papua, yang berjumlah sekitar 50 orang, sehingga total peserta mencapai lebih dari 1.600 orang.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Taufik mengungkapkan, pihaknya menerima kedatangan langsung rombongan Papua di kantor pada Kamis pagi.

“Tadi pagi saya lapor dengan Pak Ketua Panitia, Pak Edi Damansyah, jumlah peserta yang sudah terupdate itu 1.553 orang. Tapi kalau ditambah rombongan Papua yang baru datang, jumlah keseluruhan jadi sekitar 1.600 orang lebih,” ujarnya.

Taufik menjelaskan, kedatangan peserta dari Papua sempat menimbulkan kendala teknis karena mereka belum mendaftar melalui aplikasi resmi panitia.

Padahal, aplikasi tersebut telah disiapkan oleh panitia pusat dan daerah untuk mempermudah pendataan sekaligus penyiapan pemondokan peserta.

“Masalahnya, rombongan Papua ini belum mendaftar di aplikasi yang sudah disiapkan. Jadi saat mereka datang, belum ada data pemondokan yang tercatat untuk mereka,” jelasnya.

Meski demikian, panitia segera berkoordinasi untuk mencarikan tempat pemondokan sementara bagi rombongan tersebut.

“Tadi sudah saya bantu hubungkan, dan saat ini sedang dicarikan pemondokan di rumah-rumah warga sekitar,” tambahnya.

Kendala serupa, kata Taufik, juga dialami beberapa daerah lain yang belum sepenuhnya memanfaatkan sistem pendaftaran digital.

Ia menilai, masih ada daerah yang mengalami kesulitan administrasi karena terkait keterbatasan anggaran dan koordinasi teknis.

“Masih ada daerah-daerah yang belum maksimal memanfaatkan aplikasi pendaftaran yang kami siapkan. Padahal sistem ini sudah terintegrasi antara panitia pusat dan daerah untuk memudahkan semua pihak,” katanya.

Meski terjadi penambahan jumlah peserta yang cukup signifikan, Distanak Kukar memastikan bahwa seluruh peserta akan difasilitasi dengan baik.

Panitia terus berkoordinasi dengan masyarakat dan perangkat desa sekitar lokasi acara untuk menyiapkan pemondokan tambahan dan kebutuhan logistik.

“Insyaallah semua bisa tertangani. Kita sudah siapkan beberapa alternatif penginapan, termasuk rumah warga yang bersedia menampung peserta dari luar daerah,” ujar Taufik optimistis.

Lonjakan peserta ini,menunjukkan antusiasme tinggi daerah-daerah terhadap KTNA Nasional 2025 di Kukar.

Selain menjadi ajang silaturahmi petani, nelayan, dan pelaku agribisnis, kegiatan ini juga memperkuat posisi Kukar sebagai tuan rumah yang siap memfasilitasi pertanian modern dan berkelanjutan.

“Kami bangga melihat semangat peserta dari berbagai provinsi, termasuk Papua, yang rela datang jauh-jauh untuk ikut kegiatan ini. Ini bukti bahwa KTNA benar-benar menjadi wadah persaudaraan dan kemajuan pertanian Indonesia,” pungkasnya. (ADV235/Red02)

Distanak Kukar Matangkan Persiapan Rembug dan Ekspo KTNA

Kukar, IMENews.id — Menjelang pelaksanaan Rembug Tani dan Ekspo Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mematangkan berbagai persiapan teknis di lapangan.

Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik, memastikan bahwa persiapan kegiatan sudah mencapai lebih dari 80 persen, termasuk penataan lokasi acara dan koordinasi lintas sektor.

“Iya, Alhamdulillah, saya baru saja meninjau Greenhouse Unikarta karena kita sedang finalisasi lapangan untuk persiapan Rembug dan Ekspo KTNA,” ujar Taufik saat ditemui, Kamis (18/9/2025).

“Setelah ini kami langsung rapat lagi untuk memastikan kesiapan lokasi kegiatan panen dan dialog Pencapir Rebound yang direncanakan dihadiri oleh Menteri Pertanian,” lanjutnya.

Taufik menyebutkan, acara utama akan berlangsung di kawasan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mangkurawang pada Sabtu sore, usai kegiatan pembukaan.

Agenda tersebut akan dihadiri oleh para petani, kepala daerah, dan perwakilan lembaga pertanian dari berbagai kecamatan di Kukar.

“Rencananya setelah acara pembukaan, kita langsung gelar panen dan dialog bersama petani di Mangkurawang. Menteri Pertanian juga dijadwalkan hadir, begitu pula dengan kepala daerah yang akan ikut berdialog bersama petani,” ujarnya.

Taufik menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan utama telah siap digelar. Tim teknis dari Distanak bersama panitia KTNA terus melakukan pengecekan terhadap sarana pendukung, termasuk area pameran, lokasi panen, hingga arena dialog interaktif.

“Alhamdulillah, persiapan sudah lebih dari 80 persen. Tinggal penyempurnaan di lapangan saja. Semua unsur sudah bergerak, termasuk kelompok tani dan pelaku usaha yang akan ikut dalam ekspo nanti,” ujarnya.

Rembug dan Ekspo KTNA tahun ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan atau rebound sektor pertanian Kukar, terutama pascapandemi dan di tengah perubahan iklim yang memengaruhi pola tanam.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin menunjukkan bahwa petani Kukar mampu bangkit, adaptif terhadap teknologi, dan siap menyongsong pertanian modern,” kata Taufik.

Ia juga berharap kehadiran Menteri Pertanian dapat memberikan dorongan moral dan kebijakan nyata untuk memperkuat petani di daerah.

“Dengan dukungan pemerintah pusat dan semangat petani Kukar, kita optimistis pertanian kita akan semakin tangguh dan berdaya saing,” pungkasnya. (ADV234/Red02)

Kepala Distanak Kukar Dorong Mahasiswa dan Petani Mandiri Kembangkan Teknologi Greenhouse

Kukar, IMENews.id — Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara, Muhammad Taufik memberikan apresiasi tinggi kepada para pengelola greenhouse binaan pemerintah khususnya di Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta)yang berhasil memanfaatkan bantuan dengan baik.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan program pertanian modern bergantung pada kemandirian dan ketekunan para pengelola dalam menguasai teknologi budidaya.

“Saya merasa bangga dan senang apabila bantuan pemerintah ini dimanfaatkan dan ditindaklanjuti dengan baik seperti ini. Jangan sampai hanya sekali tanam, lalu berhenti,” ujar Taufik saat ditemui usai melakukan kunjungan lapangan, Kamis (18/9/2025).

Menurutnya, tantangan terbesar dalam pengelolaan greenhouse bukan hanya pada modal atau alat, tetapi pada ketelatenan dan kemampuan adaptasi terhadap teknologi baru.

Budidaya tanaman modern memerlukan keterampilan yang terus diasah agar hasil yang diperoleh konsisten dan berkelanjutan.

“Prospek greenhouse ini memang bagus, tapi transformasi teknologi budidaya memerlukan pembelajaran yang serius. Kita harus sabar dan tekun,” ujarnya.

Taufik menekankan pentingnya kemandirian para pengelola, termasuk mahasiswa yang terlibat dalam proyek pertanian modern ini, agar tidak selalu bergantung pada penyedia alat atau teknologi.

“Dulu kan penyedianya yang menyediakan teknologinya. Sekarang kami dorong agar mereka bisa melakukan pembibitan sendiri dan mengembangkan teknologi sendiri,” tegasnya.

Langkah ini, menjadi bagian dari upaya Distanak Kukar dalam menumbuhkan ekosistem pertanian inovatif yang mampu bertahan tanpa ketergantungan eksternal.

Dengan kemampuan produksi bibit dan pemeliharaan mandiri, pengelola dapat menekan biaya sekaligus meningkatkan produktivitas.

Dalam beberapa waktu terakhir, Distanak Kukar mencatat sejumlah keberhasilan panen di berbagai lokasi, termasuk Bukit Biru dan Rapak Lambur.

Taufik mengungkapkan bahwa di Rapak Lambur, Kelompok Wanita Tani (KWT) Mandiri telah melakukan tiga kali penanaman melon kuning di bawah sistem greenhouse.

“Kemarin sore saya panen melon di Rapak Lambur, di greenhousenya yang dikelola KWT Mandiri. Di sana sudah tiga kali tanam, meskipun yang kedua hasilnya kurang maksimal, tapi tidak boleh semangat itu loyo. Dalam usaha pertanian, pasti ada naik-turunnya,” kata Taufik.

Taufik menegaskan, pemerintah akan terus memberi dukungan selama para pengelola menunjukkan keseriusan dalam mengembangkan program ini.

Ia menilai komitmen dan hasil nyata di lapangan akan menjadi dasar utama untuk memperluas bantuan dan program serupa di masa depan.

“Apabila sarana seperti ini bisa dikelola dengan baik, maka pemerintah juga akan lebih semangat untuk memprogramkan lagi. Kita ingin bantuan yang ada bukan hanya habis di satu musim, tapi berkelanjutan dan memberi manfaat luas,” pungkasnya. (ADV233/Red02)