Kelola MBG Sesuai SOP, Bikin Penerima Senang Hati

KUKAR. IMENews.ID- Dipercaya mengelola Makan Bergizi Gratis(MBG) bagi Ely Hartati Rasyid merupakan, suatu amanat besar yang harus dijalankan penuh dengan kehati-hatian. Maklum memikirkan makanan yang masuk kedalam tubuh manusia, apalagi anak-anak bukan perkara remeh. Keuntungan dibelakang kan, kelayakan standar proses dan bahan baku menjadi utama.

‎Ely yang sudah berpengalaman di bidang kuliner bercerita, bagaimana dirinya mengelola MBG. Dirinya yang mendapatkan kepercayaan menyajikan hampir 3.500 porsi lebih makanan paket per Dapur, yang akan distribusikan ke 12 sekolah tingkat SD, SMP dan SMA di Tenggarong.

‎”Kita prioritas sesuai Standar Operasional Prosedur(SOP) yang telah ditetapkan,” ucap Ely.

‎Ia menyebut, SOP yang sudah dilakukan, melengkapi sertifikat persyaratan keahlian di bidang usaha mengelola makanan, seperti Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi Jasa Boga, sertikat keahlian juru masak, keahlian memilah bahan pangan, hingga keahlian mengemas makanan dalam omprengan sesuai SOP.

‎Meski dikelola oleh orang yang ahli, Ely tidak tinggal diam, dirinya tetap harus mengontrol secara langsung proses, karena meminimal resiko kerusakan makanan. Memilah kesegaran sayur mayur buah dan daging serta ikan, dilakukan secara profesional.

‎”Ada istilah masa kritis makanan, itu yang harus diperhatikan. Jika salah penanganan bisa alami kerusakan, ini yang kami cegah, agar kualitas makanan terjamin aman,” jelas Ely.

‎Dapur yang sesuai SOP juga terus diperhatikan serius, dapur tidak boleh terlalu sempit, pemisahan bahan makanan yang tepat, pola masak yang tepat, hingga pendinginan makanan yang tepat, jangan sampai makanan dalam keadaan panas langsung dikemas dalam ompreng paket makanan, biar tidak mudah basi. Menu yang dibuat juga menyesuaikan selera anak, agar penerima manfaat senang hati.

‎”Kami cegah makanan dalam keadaan panas langsung dimasukan, Kami bekerja memperhatikan waktu, karena pukul 09.00 Wita, harus sudah sampai sekolahan,” ujarnya.

‎Proses mengantar makanan juga diperhatikan, jangan sampai terlalu lama didalam mobil, apalagi hawa terik matahari menyengat. Saat mengantar ke sekolahan juga, unit mobil pengantar jangan langsung terkena sinar matahari, diupayakan meneduh.

‎Dengan berbagai SOP yang dilakukan secara lengkap dan ketat, sangat wajar Ely bersama tim SPPG Sukarame, sejak membuka dapur MBG per Februari 2025, minim terima komplain dari sekolah mau pun keluarga siswa terkait menu yang disajikan. Ada satu siswa komplain terkait menu yang lembab, sudah diganti secara cepat dengan makanan yang baru dan layak.

‎Ely memohon juga, diberikan doa agar terhindar dari kelalaian pengelolaan makanan oleh relawan dapur. Kelemahan terus diperbaiki. Kerja tim dari Kepala SPPG, ahli gizi, relawan dapur, dan tenaga akuntansi.

 

Foto : Ely Hartati Rasyid.(Sumber : Ist)

‎Salah satu penerima manfaat MBG yang tinggal di Dusun Spontan Mangkurawang mengakui, sangat senang hatinya, karena anaknya yang sekolah di SMPN 2 Tenggarong menerima MBG.

‎Diakui, pemberian MBG dari pemerintah, sangat membantu perekonomian keluarganya, selain itu pemenuhi gizi anak juga seimbang. Jika MBG stop sementara, saya langsung mencari tahu, bisa menelpon langsung ke pihak sekolah atau mitra.

‎”Sejak adanya MBG, jatah sebagian uang sangu anak, dialihkan untuk bayar listrik dan air. Ini benar sangat membantu perekonomian keluarga kami,” kenang ibu, yang namanya tidak ingin disebutkan.(Red01)