KUTAI TIMUR, IMENEWS.ID – Lonjakan kasus Penyakit Tidak Menular (PTM) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai mengkhawatirkan pemerintah daerah. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim menyebutkan bahwa peningkatan kasus diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung kini menjadi ancaman kesehatan terbesar, menggusur penyakit menular yang sebelumnya lebih dominan. Senin (17/11/2025).
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno, mengatakan bahwa pola hidup masyarakat merupakan faktor utama di balik meningkatnya kasus PTM. Ia menyebut bahwa mayoritas penyakit tersebut sebenarnya dapat dicegah apabila masyarakat mau menerapkan perilaku hidup sehat.
“PTM sangat erat kaitannya dengan gaya hidup. Kalau masyarakat mau lebih disiplin menjaga makan dan olahraga, sebenarnya bisa dicegah,” kata Sumarno.
Ia menambahkan, data yang dimiliki Dinkes Kutim menunjukkan bahwa PTM kini lebih banyak ditemukan dibanding penyakit menular. Perubahan pola penyakit ini menuntut penyesuaian strategi kesehatan, terutama melalui edukasi dan kesadaran masyarakat.
“Kalau dulu kita fokus pada penyakit menular, sekarang justru PTM yang meningkat drastis. Ini terjadi di Kutim dan juga nasional,” ujarnya.
Sumarno menegaskan bahwa perubahan kebiasaan sehari-hari memiliki peranan besar dalam menekan jumlah kasus. Intervensi medis tanpa dukungan masyarakat tidak akan efektif.
“Masyarakat harus ikut ambil bagian dalam menjaga kesehatannya. Kuncinya ada pada kebiasaan kecil sehari-hari,” tegasnya.
Dinkes Kutim berkomitmen memperkuat program-program promotif dan preventif, termasuk kampanye pola makan sehat, peningkatan aktivitas fisik, serta pemeriksaan kesehatan berkala. “Kami terus berupaya menciptakan masyarakat Kutim yang lebih sehat dan produktif,” tutup Sumarno. (ADV86)