Sangatta, IMENEWS.ID – Upaya pengembangan wisata petualangan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus diperkuat melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dinas Pariwisata Kutim menggelar Pelatihan Sertifikasi Pemandu Arung Jeram sebagai bagian dari program strategis peningkatan kompetensi pelaku wisata. Jumat (28/11/2025).
Kepala Dispar Kutim, Nurullah, menjelaskan bahwa sertifikasi menjadi keharusan agar pemandu mampu memberikan layanan yang aman, nyaman, dan profesional kepada wisatawan. Arung Jeram, sebagai wisata berbasis petualangan, memiliki risiko tinggi sehingga tidak dapat dikelola oleh pemandu yang belum terlatih secara teknis.
“Kami memberikan teori hari ini, kemudian peserta langsung praktik di Sungai Selek. Ini penting karena kompetensi lapangan menjadi kunci dalam aktivitas Arung Jeram,” ungkap Nurullah saat membuka acara di Hotel Royal Victoria Sangatta.
Sebanyak 23 peserta mengikuti pelatihan, termasuk dari Jakarta. Kehadiran peserta luar daerah menunjukkan meningkatnya minat terhadap sertifikasi resmi sebagai standar kualitas pelayanan wisata.
Nurullah menyampaikan bahwa peningkatan SDM adalah fondasi utama dalam pengembangan pariwisata Kutim. Pemerintah daerah, menurutnya, tidak hanya fokus pada pembangunan destinasi, tetapi juga pada kesiapan tenaga pendukung agar industri wisata lebih profesional dan berkelanjutan.
“Kami harus meningkatkan kualitas pemandu. Dampaknya sangat besar bagi kepercayaan wisatawan dan pengembangan destinasi,” tambahnya.
Pelatihan ini melibatkan anggota HPI serta Pokdarwis sehingga tercipta kolaborasi antara pemerintah dan komunitas wisata. Diharapkan, lulusan pelatihan mampu memandu kegiatan Arung Jeram secara aman dan memenuhi standar sertifikasi nasional.
Dengan langkah ini, Dispar Kutim optimistis wisata petualangan di daerah tersebut dapat terus tumbuh, memberikan dampak ekonomi sekaligus mendorong Kutim sebagai destinasi Arung Jeram yang kompetitif di tingkat regional. (Adv106)