Digitalisasi Promosi Didorong Dispar Kutim, Pelaku Ekraf Ditarget Lebih Mandiri

SANGATTA, IMENEWS.ID – Digitalisasi menjadi agenda utama Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Timur dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Ekraf). Melalui Pelatihan Digital yang kembali digelar, Dispar menargetkan para pelaku usaha mampu mengubah pola kerja dari sistem konvensional menuju metode digital yang lebih cepat, efisien, dan terukur.

Kepala Dispar Kutim, Nurullah, mengatakan bahwa kemampuan digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan dasar. “Pelatihan digital ini khusus kami berikan kepada pelaku wisata dan ekonomi kreatif. Harapannya mereka mampu memasarkan produk melalui platform digital agar lebih dikenal luas,” tuturnya, Sabtu (29/11/2025).

Pelatihan tiga hari ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai promosi digital, pemanfaatan media sosial, hingga teknik penjualan online. Dispar menilai langkah ini penting agar pelaku usaha tidak tertinggal dalam persaingan industri yang kini mengandalkan inovasi dan teknologi.

Nurullah menyampaikan bahwa pelatihan-pelatihan digital yang sudah dilakukan sebelumnya memberikan hasil nyata. Para pelaku usaha langsung aktif memperkenalkan produk maupun destinasi wisata mereka secara mandiri. Aktivitas tersebut, kata dia, memberi efek besar terhadap peningkatan kunjungan wisatawan ke Kutai Timur.

“Banyak yang langsung promosi di destinasi mereka sendiri. Dampaknya luar biasa, terutama untuk peningkatan eksposur wisata,” ujarnya.

Kegiatan ini melibatkan para pelaku Ekraf, pengelola objek wisata, hingga kelompok masyarakat penggerak wisata. Dengan kompetensi digital yang memadai, Dispar berharap para pelaku usaha dapat mengelola dan mempromosikan produk mereka secara mandiri tanpa bergantung pada pola lama. Inisiatif ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara lebih merata. (Adv108).

Bangun Fasilitas Bertahap hingga 2029, Dispar Kutim Siapkan Pulau Miang Jadi Ikon Wisata Bahari

SANGATTA, IMENEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) menargetkan Pulau Miang sebagai pusat pembangunan infrastruktur wisata mulai tahun 2026. Fokus ini merupakan bagian dari visi jangka panjang pemerintah daerah untuk menjadikan Pulau Miang sebagai ikon wisata bahari yang berdaya saing.

Kepala Dispar Kutim, Nurullah, menyampaikan bahwa pengembangan infrastruktur merupakan pondasi utama dalam meningkatkan kualitas destinasi. Fasilitas dasar seperti toilet, gazebo, hingga perbaikan jalan dalam kawasan wisata akan dikerjakan secara bertahap untuk menciptakan kenyamanan maksimal bagi pengunjung.

“Yang kita kejar adalah bagaimana orang datang ke lokasi wisata bisa merasa nyaman. Jadi fasilitas seperti toilet, gazebo, dan jalan pariwisata itu kita benahi,” jelasnya.

Meski anggaran daerah mengalami penyesuaian, prioritas pembangunan tetap tidak berubah. Pulau Miang dinilai sebagai destinasi yang paling siap dikembangkan, sementara beberapa lokasi lain masih terkendala faktor teknis.

“Kita menghadapi efisiensi, tapi fokus tetap Pulau Miang. Pantai Marang juga tetap menjadi prioritas,” kata Nurullah. Sabtu (29/11/2025).

Di luar itu, kawasan Sangkulirang-Mangkaliat—yang menyimpan potensi besar baik dari sisi alam maupun warisan karst—masih menghadapi hambatan akses yang cukup menantang. Kondisi ini membuat pengembangan wilayah tersebut belum dapat dipacu secara maksimal.

“Sangkulirang sebenarnya sangat potensial, tetapi aksesnya masih sulit,” tambahnya.

Pulau Miang sendiri akan mendapatkan pengembangan jangka panjang hingga 2029, termasuk pembangunan titian ulin dan panggung terbuka permanen. Pembangunan bertahap itu diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata dan memberikan pengalaman berkesan bagi wisatawan.

Dengan strategi tersebut, Dispar Kutim optimistis Pulau Miang mampu tumbuh sebagai destinasi unggulan yang memperkuat industri wisata bahari daerah. (Adv110).

Strategi Pariwisata Kutim Berbuah Manis: Kenaikan Kunjungan Tegaskan Efektivitas Pembangunan Terpadu

SANGATTA, IMENEWS.ID – Pertumbuhan pesat sektor pariwisata di Kutai Timur (Kutim) selama 2024 bukan hanya mencerminkan keberhasilan destinasi menarik lebih banyak pengunjung, melainkan juga menjadi indikator efektifnya kebijakan pembangunan terpadu yang menggabungkan peningkatan infrastruktur fisik dan penguatan SDM. Sabtu (29/11/2025).

Kepala Dinas Pariwisata Kutim, Nurullah, menyampaikan bahwa sejumlah destinasi kini menunjukkan performa yang jauh lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Ia mencontohkan peningkatan kunjungan yang awalnya hanya di kisaran 110–130 orang pada 2023, kemudian melonjak menjadi 430 pengunjung pada 2024. Peningkatan lebih dari tiga kali lipat ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa program yang dijalankan mulai memberikan hasil.

Dalam perspektif Dispar, pembangunan fasilitas seperti toilet, gazebo, hingga akses jalan bukan hanya soal mempercantik destinasi, tetapi menciptakan kenyamanan dan rasa aman bagi pengunjung. Kenyamanan itu kemudian diperkuat dengan hadirnya SDM yang terlatih, yang mampu memberikan pelayanan lebih baik.

“Output-nya terlihat jelas, kunjungan naik. Dan ketika kunjungan naik, dampaknya langsung pada ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Nurullah. Pernyataan ini menegaskan hubungan sebab-akibat antara pembangunan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi lokal.

Fenomena meningkatnya minat wisatawan lokal, termasuk karyawan perusahaan di wilayah Kutim, juga memperlihatkan bahwa destinasi kini lebih kompetitif dibandingkan pilihan liburan luar daerah. Ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas layanan dan fasilitas telah mengubah pola pilihan wisata warga.

Melihat tren tersebut, Dispar Kutim menyusun langkah lanjutan berupa keberlanjutan pelatihan SDM serta perbaikan infrastruktur. Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pertumbuhan wisata dan menjadikannya sektor pengungkit ekonomi daerah dalam jangka panjang. (Adv109)