Kukar, IMENEWS.ID – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah menyiapkan langkah strategis dalam pembinaan atlet sejak usia dini. Salah satu fokusnya adalah pelatihan bagi para guru olahraga, seiring dengan penguatan regulasi keolahragaan daerah dan pembentukan Desain Olahraga Daerah (DOD).
Sekertaris Dispora Kukar, Syafliansah, mengungkapkan bahwa kami telah merampungkan penyusunan Peraturan Daerah (perda) dan Peraturan Bupati (perbup) terkait DOD.
Nantinya, sambung dia, kepengurusan DOD Kukar akan dilantik langsung oleh Bupati, dengan melibatkan banyak organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk Dinas Pendidikan.
“Sudah persiapan juga regulasi yang saya bilang tadi. Di dalam nomor 11, ada regulasi juga, Perpres, ada PP, ada yang namanya The Bond, Desain Besar Olahraga Nasional. Turunannya adalah Desain Olahraga Daerah,” kata Syafliansah, Selasa (15/4/2025)
Syafliansah menjelaskan dalam DOD, kita akan menetapkan dua cabang olahraga prioritas yang akan menjadi fokus pembinaan menuju level nasional, bahkan Olimpiade. Namun, penetapan cabor tersebut masih menunggu terbentuknya kepengurusan DOD.
“Kalau di daerah itu minimal dua, lupa regulasinya. Maka kita belum tahu cabang mana yang akan ditentukan. Nanti setelah pengurusnya ada,” katanya.
Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa pembinaan atlet tidak bisa hanya difokuskan pada capaian prestasi semata, apalagi untuk usia dini.
Menurutnya, pelatih dan guru olahraga harus fokus pada pembentukan mental dan semangat bermain anak-anak.
“Seperti pelatih, untuk anak-anak usia begini, jangan dulu berbicara prestasi, tapi bagaimana mengasah mental. Kadang-kadang mindset pelatih ini kepingin anak didiknya juara. Tapi kalau hanya sesaat, untuk apa? Tinggalkan ego dulu,” pintanya.
Ia menegaskan pihaknya akan terus mendorong penyelenggaraan festival olahraga anak-anak dibandingkan turnamen kompetitif. Dengan atmosfer yang lebih santai dan menyenangkan, anak-anak bisa menikmati olahraga dan membangun mental bertanding secara alami.
“Kalau mental itu udah hebat, teknik bisa dilatih. Tapi begitu di pertandingan, mental nggak siap, ya hilang juga,” pungkasnya (adv/DS033)