Kukar, IMENEWS.ID – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggandeng Askab PSSI Kukar untuk menggelar pelatihan wasit berlisensi, hal ini dilakukan dalam upaya meningkatkan kompetisi sepak bola yang lebih berkualitas di daerah.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama sepekan, mulai 20 hingga 27 April 2025, dan akan dilaksanakan di Gedung Dispora Kukar. Sebanyak 50 peserta dari berbagai kecamatan ditargetkan mengikuti pelatihan yang mengacu pada Lisensi 3.
Sekretaris Dispora Kukar, Syafliansah, mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari pembinaan SDM olahraga yang lebih profesional. Menurutnya, peningkatan kualitas wasit mutlak diperlukan agar pertandingan yang digelar di daerah dapat berjalan dengan standar yang baik.
“Selama ini kita masih kekurangan wasit bersertifikat. Sering kali, satu orang merangkap banyak peran, seperti pelatih fisik sekaligus pelatih teknik. Padahal dalam olahraga, masing-masing punya spesialisasi,” ujar Syafliansah, Selasa (15/4/2025).
Dispora Kukar ingin menciptakan pemerataan tenaga wasit hingga ke tingkat kecamatan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat ekosistem olahraga di daerah, sekaligus mendorong kemandirian penyelenggaraan kompetisi tingkat desa.
“Kalau satu pertandingan butuh tiga wasit, berarti satu kecamatan idealnya punya enam wasit. Dengan begitu, dua pertandingan bisa digelar sekaligus tanpa tergantung dari wasit luar,” jelasnya.
Lebih lanjut, Syafliansah menuturkan bahwa pelatihan ini tidak hanya bertujuan menambah jumlah wasit, tapi juga membentuk komitmen dari para peserta agar tetap berkontribusi di wilayahnya masing-masing pascapelatihan.
“Kita ingin mereka setelah dilatih tetap membina di tempatnya, bukan malah pindah ke daerah lain. Pemerintah sudah memfasilitasi secara gratis, jadi semestinya mereka juga punya tanggung jawab membangun olahraga di Kukar,” tegasnya.
Ke depan, Dispora juga berencana melakukan pembinaan lanjutan dan meningkatkan jenjang lisensi bagi wasit dan pelatih yang berkomitmen. Potensi kompetisi di desa-desa yang semakin hidup dinilai bisa menjadi tempat latihan langsung bagi para peserta.
“Turnamen antardesa dan antarklub sekarang cukup ramai. Nah, ini momen bagus bagi mereka untuk terus berlatih dan jadi wasit yang profesional. Harapannya Kukar bisa punya aset wasit di tiap kecamatan,” tutup Syafliansah (adv/DS037)