Melalui Program Mendobrak Batas, NPCI Kukar Bakal Ubah Stigma dan Gali Potensi Atlet Disabilitas

Kukar, IMENEWS.ID – melalui program Mendobrak Batas, National Paralympic Committee Of Indonesia (NPCI) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berkomitmen akan mengubah stigma dan potensi atlet disabilitas di daerah ini.

Ketua NPCI Kukar Muhammad Bisyron, mengatakan bahwa selama ini, masyarakat sering kali memandang disabilitas sebagai keterbatasan atau bahkan beban.

“Melalui program ini, kita akan menunjukkan bahwa atlet disabilitas memiliki potensi luar biasa yang dapat membawa kebanggaan bagi daerah dan bangsa,” kata Bisyron, Minggu (20/4/2025).

Ia menjelaskan di dalam program Mendobrak Batas terdiri atas berbagai kegiatan yang menyentuh aspek pembinaan, pendidikan, hingga kampanye sosial. Salah satunya adalah kampanye kesadaran publik yang akan digelar melalui media massa, sekolah, dan tempat umum.

“Kita juga akan menyelenggarakan 10 seminar motivasi dan pelatihan kepemimpinan bagi atlet disabilitas setiap tahun untuk membangun kepercayaan diri dan keterampilan sosial,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan salah satu kegiatan unggulan dalam program ini ialah disbilities talent search yang akan kita laksanakan seluruh kecamatan.

Program ini, sebutnya ditujukan untuk mencari bakat-bakat baru di bidang olahraga paralimpik dan memberikan mereka kesempatan untuk mengembangkan potensi mereka.

“Kami akan bekerja sama dengan sekolah-sekolah inklusi, SLB, dan organisasi penyandang disabilitas untuk memastikan jangkauan program ini seluas mungkin,” ucap Bisyron.

Tentunya, sambung dia, untuk mendukung program ini, kami akan membentuk para athletes council yang beranggotakan atlet-atlet disabiltas di Kukar, mereka berperan sebagai mentor bagi atlet-atlet juniro dan menjadi duta untuk mempromosikan olahraga paralimpik di masyarakat.

“Mereka juga akan terlibat dalam perencanaan program pembinaan atlet untuk memastikan bahwa program tersebut sesuai dengan kebutuhan riil para atlet,” tuturnya.

Bisyron berharap program yang dirancang dapat menciptakan lingkungan yang mendukung bagi perkembangan atlet disabilitas dan mengubah persepsi masyarakat tentang potensi dan kemampuan mereka.

“Ini bukan sekadar program olahraga, tetapi juga gerakan sosial untuk menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan berkeadilan,” pungkas Bisyron (adv/DS051)