Kukar, IMENews.id — Desa Perangat Baru, Kecamatan Marangkayu, menjadikan kopi sebagai salah satu komoditas unggulan yang terus dikembangkan melalui kelompok pekebun dan inovasi wisata.
Kepala Desa Perangat Baru, Fitriani, mengatakan potensi kopi di desanya sangat menjanjikan, dengan varian yang dikelola mencakup kopi luwak, natural, red honey, flower, dan retani.
“Pengembangan masih berbasis kelompok pekebun. Total lahan yang dikelola saat ini mencapai 35 hektare,” ujarnya, Rabu (16/7/2025).
Langkah awal dilakukan melalui edukasi kepada warga agar tidak hanya berorientasi pada program pemerintah, tetapi ke depan dapat dialihkan ke pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk meningkatkan pendapatan asli desa (PADes).
Untuk mendukung promosi dan nilai tambah, Pemdes juga mengembangkan Wisata Kopi Luwak, destinasi edukatif dan rekreatif yang kini mulai banyak dikunjungi wisatawan.
“Pengunjung bisa ikut memetik kopi, belajar menyeduh kopi, bahkan mencoba jadi barista,” ujar Fitriani.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan di wisata kopi ini bersifat terbuka dan tanpa biaya masuk.
“Masih gotong royong dari kelompok. Untuk minum kopi gratis, kecuali produk dalam kemasan, itu berbayar sesuai harga,” jelasnya.
Fitriani berharap pengembangan ini dapat mendorong perekonomian masyarakat dan menjadikan kopi sebagai ikon desa yang mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional. (ADV065/Red02)