Kukar,IMENEWS.ID – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembinaan sepak bola usia dini. Salah satu langkah nyata yang telah dilakukan adalah pembagian seribu bola ke sejumlah desa dan Sekolah Sepak Bola (SSB) di Kukar pada tahun pertama pelaksanaan program peningkatan sarana dan prasarana.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menjelaskan bahwa pembagian bola menjadi langkah awal program bertahap yang fokus pada pemenuhan kebutuhan sarana olahraga di tingkat akar rumput.
“Tahun pertama kita luncurkan seribu bola. Tahun kedua kita lengkapi dengan sarana lain, seperti alat latihan,” ujar Aji Ali, Rabu (14/5/2025)
Pada tahun kedua, Kami menyalurkan berbagai alat latihan yang dirancang untuk mendukung peningkatan fisik dan keterampilan para atlet muda. Alat tersebut meliputi alat latihan ketangkasan, alat latihan fisik, dan alat latihan skill.
“Beberapa SSB dan klub sudah kita bantu. Insyaallah tahun depan kita gilir lagi bantuan sarana dan prasarana lainnya. Tidak menutup kemungkinan bola juga akan kembali kita berikan,” tutur Aji Ali.
Aji Ali menegaskan bahwa sarana seperti bola memiliki masa pakai yang terbatas, terutama jika digunakan secara rutin. Oleh karena itu, peremajaan alat menjadi penting agar proses latihan tetap maksimal.
“Kalau rutin digunakan, satu atau dua tahun itu sudah perlu diperbaharui lagi. Jadi kami pastikan dukungan ini terus berlanjut,” katanya.
Program ini, sambung dia, menyasar seluruh SSB di Kukar, mengingat tingginya animo masyarakat terhadap pembinaan sepak bola usia dini. Menurut Aji Ali, banyak anak-anak dan orang tua yang antusias mengikuti program SSB di berbagai kecamatan.
“Sasaran kita memang usia dini. Kalau di sepak bola, ya melalui SSB. Dari data yang kita miliki, minatnya cukup tinggi,” ujarnya.
Tidak hanya dari sisi sarana, kami juga fokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) pelatih. Beberapa waktu lalu, telah dilakukan pelatihan pelatih dengan standar nasional untuk mendukung peningkatan kualitas pembinaan.
“Ke depan, kita akan terus melakukan peningkatan terhadap SDM maupun sarana dan prasarananya. Ini penting agar pembinaan atlet kita benar-benar berkualitas sejak usia dini,” tutup Aji Ali. (Adv/DS091)