Kukar, IMENEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kukar mulai mempersiapkan keikutsertaan dalam Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) VIII yang akan digelar di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Ajang ini menjadi salah satu sarana strategis untuk memperkuat eksistensi olahraga rekreasi dan komunitas di tingkat nasional.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan Fornas bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga ruang ekspresi bagi komunitas-komunitas olahraga yang selama ini aktif bergerak di tengah masyarakat.
“Olahraga masyarakat itu lahir dari bawah, tumbuh dari kegemaran warga. Pemerintah hadir untuk memberikan ruang, dukungan, dan arah agar bisa lebih berkembang,” ujar Aji Ali, Rabu (14/5/2025).
Menurut Aji Ali, Kukar memiliki kekayaan komunitas olahraga yang cukup beragam, mulai dari sepeda santai, senam massal, hingga permainan tradisional.
Semua itu, katanya, menjadi bagian penting dari budaya hidup sehat dan kebersamaan warga.
Aji Ali mengungkapkan bahwa saat ini kami tengah melakukan pendataan dan seleksi terhadap komunitas yang berpeluang mewakili Kukar. Tidak hanya prestasi yang jadi ukuran, tetapi juga keberlanjutan aktivitas dan kontribusi mereka dalam membangun budaya olahraga lokal.
“Yang kita dorong adalah komunitas yang aktif, punya solidaritas, dan mampu jadi wajah olahraga rekreasi Kukar. Karena ini tentang representasi, bukan hanya sekadar lomba,” jelasnya.
Ia menambahkan, keikutsertaan dalam Fornas juga penting untuk membuka cakrawala baru bagi komunitas lokal. Mereka bisa belajar dari inovasi, format kegiatan, hingga jejaring antardaerah yang hadir di Fornas.
“Kita ingin peserta pulang dari Fornas membawa inspirasi baru, bukan hanya piagam. Jadi orientasinya bukan medali, tapi kapasitas,” ucap Aji Ali.
Selain itu, kami juga tengah menjajaki peluang kemitraan dengan pihak ketiga seperti sponsor lokal dan perusahaan, agar pembiayaan kegiatan ini tidak sepenuhnya dibebankan pada APBD.
“Kita ingin dorong kolaborasi. Dunia usaha juga bisa terlibat mendukung pengembangan olahraga masyarakat ini,” tegasnya.
Fornas VIII di Lombok menjadi panggung yang tidak hanya menunjukkan performa, tetapi juga memperkuat pesan bahwa olahraga bukan milik segelintir atlet, melainkan milik semua lapisan masyarakat.
“Kukar ingin hadir di Fornas bukan sekadar nama, tapi sebagai daerah yang serius membina olahraga dari komunitas hingga ke prestasi,” pungkasnya. (Adv/DS092)