Kukar, IMENews.id – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) resmi menetapkan visi dan misi pembangunan daerah untuk periode 2025–2030, sebagai kelanjutan dari rencana pembangunan jangka panjang (RPJPD) 2025–2045.
Visi tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dalam Sidang Paripurna DPRD Kukar, Senin (30/6/2025).
Dalam paparannya, Aulia menyebutkan bahwa arah pembangunan 20 tahun ke depan mengusung visi besar “Kutai Kartanegara Maju, Tangguh, Berbudaya”
dengan fokus pada “Pusat Pangan, Pariwisata, Industri Hijau, Sejahtera dan Berkelanjutan.”
Periode 2025–2029 akan difokuskan pada tahap penguatan fondasi transformasi ekonomi, sosial, dan tata kelola.
Untuk mendukung arah ini, filosofi pembangunan daerah lima tahun ke depan dirumuskan dalam visi “Kutai Kartanegara Idaman Terbaik”, dengan arah pembangunan “Terwujudnya Fondasi Pusat Pangan, Pariwisata, Industri Hijau yang Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan.”
“Semangat visi ini secara konseptual menyasar pada tiga hal, yaitu Kukar yang Maju, masyarakat yang Sejahtera, dan pembangunan yang Berkelanjutan,” ujar Aulia.
Untuk mewujudkan visi tersebut, ditetapkan lima misi utama.
Pertama, terbaik dalam mewujudkan pelayanan dasar di bidang kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial.
Kedua, terbaik dalam pengembangan ekonomi non-ekstraktif melalui hilirisasi sektor pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
Ketiga, terbaik dalam tata kelola pemerintahan dan peningkatan profesionalisme ASN.
Keempat, terbaik dalam pendidikan karakter dan pelestarian lingkungan berbasis kearifan lokal.
Kelima, terbaik dalam pembangunan kewilayahan yang merata dan berkeadilan.
Visi dan misi ini akan menjadi pijakan seluruh perangkat daerah dalam menyusun program-program strategis, serta menjadi acuan bersama seluruh entitas pembangunan di Kukar.
Aulia juga menegaskan bahwa filosofi “Idaman Terbaik” bukan sekadar slogan, melainkan sebuah komitmen pembangunan yang mengintegrasikan potensi daerah secara bijak, dalam rangka memperkuat peran Kukar sebagai mitra strategis Ibu Kota Nusantara dan motor pertumbuhan Kalimantan Timur. (ADV170/Red02)