Kukar, IMENews.id – Malam minggu di Pulau Layung Seribu, Kecamatan Kembang Janggut, kini kembali ramai.
Lampu-lampu berpendar di tepi sungai, suara musik terdengar dari kejauhan, dan deretan perahu kayu berjajar menunggu penumpang.
Setelah dua tahun vakum akibat berbagai kendala, salah satu destinasi wisata andalan Kutai Kartanegara (Kukar) ini mulai bangkit.
Camat Kembang Janggut, Suhartono, mengungkapkan bahwa geliat wisata mulai terasa sejak sebulan terakhir.
“Alhamdulillah, dalam sebulan ini sudah mulai jalan lagi. Khususnya malam minggu dan hari libur, pengunjung bisa lebih dari 100 orang,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Peningkatan kunjungan terlihat jelas dari padatnya area parkir tidak resmi di sekitar dermaga.
“Mobil bisa sampai 50 unit di malam minggu, belum termasuk motor. Kami tahu dari laporan Polsek dan Koramil saat koordinasi masalah parkir,” jelasnya.
Meski demikian, tantangan masih ada. Salah satunya adalah ketiadaan fasilitas parkir permanen.
Pemerintah desa bersama pihak keamanan sudah duduk bersama untuk mencari solusi, agar lonjakan pengunjung tidak menimbulkan masalah baru.
Pulau Layung Seribu memiliki daya tarik unik: hamparan pasir putih di tengah sungai Mahakam, panorama matahari terbenam, serta aktivitas memancing yang menjadi favorit.
Namun, selama dua tahun terakhir, destinasi ini nyaris sepi. Pandemi, kendala pengelolaan, dan minimnya promosi menjadi faktor utama lesunya kunjungan.
Kini, Suhartono ingin menjadikan Pulau Layung Seribu sebagai bagian dari program pengembangan ekonomi lokal.
“Kita dorong terus agar wilayah ini jadi tujuan wisata berkelanjutan. Potensi ini besar untuk menggerakkan ekonomi desa dan membuka lapangan kerja,” tegasnya.
Ia menambahkan, dukungan masyarakat dan kolaborasi lintas sektor adalah kunci.
“Kalau ini dikelola baik, bukan hanya pengunjung yang senang, tapi warga juga bisa mendapat manfaat ekonomi langsung,” pungkasnya.
Dengan antusiasme wisatawan yang mulai kembali, Pulau Layung Seribu kini berada di persimpangan, antara sekadar menjadi hiburan musiman atau bertransformasi menjadi ikon wisata berkelas yang membawa dampak nyata bagi warga sekitar. (ADV196/Red02)