Kukar, IMENews.id – Pemerintah Desa Muara Kaman Ulu, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara (Kukar), memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar warga kurang mampu pada 2025.
Program utama tahun ini adalah pembangunan fasilitas sanitasi dan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi rumah layak huni.
Kepala Desa Muara Kaman Ulu, Hendra, mengatakan program ini dijalankan melalui kolaborasi dengan sektor swasta, khususnya program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Baratabang.
“CSR PT Baratabang membangun 12 unit sanitasi senilai Rp10 juta per unit untuk warga yang belum memiliki fasilitas layak. Penerimanya adalah keluarga penerima PKH, BPNT, dan data kemiskinan resmi dari Kemensos, Dinsos, serta Dinas Perkim,” ujarnya, Rabu (6/8/2025).
Selain itu, bantuan perbaikan RTLH disiapkan untuk 10 unit rumah, masing-masing senilai Rp10 juta dalam bentuk material bangunan.
Dana Desa juga digunakan untuk menambah 8 unit sanitasi senilai Rp5 juta per unit, sehingga total ada 20 unit sanitasi yang dibangun tahun ini.
Di sektor ketahanan pangan, Pemdes masih menunggu petunjuk teknis alokasi 20 persen Dana Insentif Daerah (DID) dari pemerintah pusat.
Hendra menyebut berbagai sumber anggaran tersedia, seperti BHPRD, BKKDRT, BKKD Nakes, benQ Provinsi, Dana Desa, dan Alokasi Dana Desa.
“Kita harus tetap menyesuaikan dengan kondisi anggaran, apalagi tahun depan diperkirakan defisit,” jelasnya.
Meski demikian, Pemdes berkomitmen memprioritaskan program yang berdampak langsung bagi masyarakat miskin.
“Yang jelas, program yang menyentuh langsung warga tetap jadi prioritas,” pungkas Hendra. (ADV201/Red02)