Kukar, IMENews.id – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong petani memanfaatkan program Optimasi Lahan (Oplah).
Dengan program optimalisasi tersebut, para petani diharapkan dapat meningkatkan intensitas tanam menjadi tiga kali setahun.
Saat ini, rata-rata indeks pertanaman (IP) di Kukar masih 1,67.
Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik mengatakan program Oplah telah diterapkan di beberapa wilayah, seperti Samboja, Anggana, serta Marangkayu, sebagai lokasi percontohan.
“Biasanya petani tanam lalu istirahat, sekarang kita dorong tanam terus. Januari tanam, April tanam lagi, lalu Agustus tanam lagi,” ujarnya, Jumat (29/8/2025).
Ia menilai peningkatan produktivitas pertanian harus dibarengi dengan kesiapan infrastruktur serta sumber daya manusia (SDM) di lapangan.
“Dengan pola ini, kami yakin produktivitas pertanian meningkat signifikan. Namun, tentu harus didukung irigasi dan kesiapan SDM,” jelas Taufik.
Menurutnya, kondisi cuaca saat ini cukup mendukung.
Sejumlah petani bahkan sudah panen dan segera kembali mengolah lahan.
Taufik optimistis program Oplah menjadi terobosan penting untuk memperkuat ketahanan pangan di daerah.
“Dukungan teknologi dan mekanisasi menjadi kunci keberhasilan program ini,” tegasnya.
Ia juga mengimbau petani lebih aktif berkoordinasi dengan penyuluh dan kelompok tani agar penanaman berjalan terorganisir dan efisien.
“Program ini bukan hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga membuka peluang ekspor dalam jangka panjang. Kami ingin Kukar tidak hanya swasembada, tapi juga mampu bersaing di pasar luar,” pungkasnya. (ADV119/Red02)