SMK Peternakan Segera Hadir di Tabang, Siap Jadi Pusat Pendidikan dan Praktik Lapangan di Kukar

Kukar, IMENews id – Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara (Kukar) bersiap menyambut hadirnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berbasis peternakan di Desa Tukung Ritan.

Pembangunan sekolah ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Kukar dengan PT Bayan Group yang diinisiasi sejak masa kepemimpinan Bupati Kukar periode lalu, Edi Damansyah.

Camat Tabang, Rakhmadani Hidayat menuturkan bahwa gagasan pendirian SMK Peternakan sudah dicanangkan sejak tahun 2022.

Langkah ini menjadi jawaban atas kebutuhan pendidikan kejuruan sekaligus membuka peluang ekonomi baru di kawasan hulu Kukar.

“Alhamdulillah, bersyukur kepada Allah SWT, sekolah ini memang sudah dipikirkan sejak lama oleh Pak Edi Damansyah bersama pimpinan utama PT Bayan Group. Setelah melalui proses diskusi dan persiapan, akhirnya peletakan batu pertama sudah dilakukan,” ujarnya pada Selasa (2/9/2025).

Ia menambahkan, target pembangunan SMK Peternakan ini adalah rampung dalam dua tahun ke depan. Dengan demikian, pada tahun ajaran 2026 atau 2027 sekolah sudah dapat menerima siswa baru.

“Mudah-mudahan dalam kurun waktu dua tahun ke depan, penyiapan bangunan SMK ini bisa terwujud. Jadi penerimaan siswa dan siswi baru sudah bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Tabang, dan tentu saja Kukar secara umum,” jelasnya.

Untuk mendukung kegiatan belajar sekaligus praktik lapangan, pemerintah bersama perusahaan telah menyiapkan lahan seluas 25 hektare.

Dari total luas tersebut, sekitar 13 hektare akan dipakai untuk bangunan sekolah dan fasilitas praktik peternakan.

“Luas lahan sudah cukup, jadi nanti selain ruang kelas juga akan ada tempat praktik langsung agar siswa benar-benar siap bersaing di dunia kerja,” tambahnya.

Pemerintah Kecamatan Tabang menaruh harapan besar terhadap keberadaan SMK ini.

Selain meningkatkan kualitas pendidikan, sekolah kejuruan tersebut diyakini mampu mencetak tenaga terampil yang berdaya saing di sektor peternakan sekaligus mendorong pembangunan ekonomi lokal.

“Ini bukan hanya tentang pendidikan, tapi juga tentang masa depan. Kami ingin anak-anak Tabang bisa belajar sekaligus punya keterampilan nyata, sehingga kelak bisa membuka usaha sendiri atau bekerja di sektor peternakan modern,” pungkasnya. (ADV222/Red02)