KUKAR, IMENews.ID- Kebijakan berani akan dilakukan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri yang berkomitmen tetap mempertahankan, tidak akan memangkas nilai Tunjangan Penambahan Penghasilan(TPP) guru yang mengabdi di Kukar.
“Meski Transfer DBH dari pemerintah pusat alami penurunan, kami berusaha tetap menstabilkan TPP yang diterima guru bisa tetap,” sebut Bupati Aulia Rahman Basri, Senin(24/11) di acara Apel PGRI Kukar, peringatan Hari Guru Nasional(HGN) ke 80 tahun.
Bupati Aulia punya alasan tersendiri, mengambil kebijakan tersebut, karena, Pemkab Kukar ingin memastikan guru yang mengajar dalam keadaan nyaman dan aman, didukung fasilitas penunjang yang baik dan layak, harus diberikan dari pemerintah.
“Kami harus wujudkan hak dan kesejahteraan guru, bagi kami guru mencerdaskan anak bangsa menciptakan calon pemimpin, ini bisa diprioritaskan oleh Pemkab,” sebutnya.
Kebijakan Bupati Aulia dikagumi, Ketua Dewan Pendidikan Kukar, Prof Jonathan Palinggi, ia menyebut, apa yang dilakukan Pemkab, sebagai upaya mewujudkan kualitas pendidikan di Kukar.
“Apa yang dilakukan Bupati, menjaga motivasi dan Profesional guru agar kesejahteraan bisa dirasakan guru. Ingin wujudkan kualitas SDM harus beriringan dengan kesejahteraan guru,” jelasnya.
Ketua PGRI Kaltim ini berpendapat, kualitas guru yang terus diperhatikan, adalah terkait kesejahteraan dan kompetensi guru. Kami di PGRI terus memperjuangkan, agar pemerintah bisa wujudkan kesejahteraan guru.
“Wilayah Kukar yang luas, banyak guru-guru Kukar yang mengabdi, agar SDM kita semakin berkualitas,” tegasnya.
Guru Besar Unikarta Tenggarong ini menambahkan, tugas yang diemban guru mencerdaskan kehidupan bangsa, karena punya tugas yang berat bagi guru, profesionalitas harus dilindungi kesejahteraan guru dijamin pemerintah.
“Kita berusaha wujudkan Kaltim sebagai barometer pendidikan Nasional. Ekosistem pendidikan yang baik, akan terwujud di Kukar dan daerah lainnya,” ucap Prof Jonathan, yang juga dosen diberbagai kampus di luar Kaltim.(Red01)