Program Dokter Share Akan Rutin, Rencana Kembali Juni 2026

MUARA ANCALONG, IMENEWS.ID – Program pelayanan medis gratis Dokter Share yang sedang berlangsung di Kecamatan Muara Ancalong, Kabupaten Kutai Timur dipastikan akan menjadi agenda rutin tahunan. Pihak Dokter Share dan PT Bayan Group telah berkomitmen menggelar program serupa pada Juni 2026 mendatang. Senin (24/11/2025).

Camat Muara Ancalong, Harun Al Rasyid menyampaikan kabar gembira ini setelah berkoordinasi dengan tim Dokter Share dan pihak sponsor. Menurutnya, kesuksesan program tahun ini menjadi dasar komitmen keberlanjutan di masa depan.

“Harapan kami ini mudah-mudahan enggak cuma tahun ini tapi tahun depan juga bisa diprogramkan dilanjutkan. Dan rencana dari teman-teman Dokter Share dan PT Bayan Group itu di bulan Juni paling cepat 2026 akan dilaksanakan lagi,” ujar Harun.

Harun menegaskan bahwa program pelayanan medis gratis ini bukan hanya agenda sekali jalan, melainkan akan dilaksanakan secara berkelanjutan dengan konsep yang kurang lebih sama. Hal ini menunjukkan komitmen serius dari Dokter Share dan Bayan Peduli dalam memberikan akses kesehatan kepada masyarakat di daerah terpencil.

“Juni 2026 dengan kegiatan yang sama. Dengan kegiatan yang kurang lebih sama,” tegasnya.

Rencana ini disambut positif oleh masyarakat Muara Ancalong dan kecamatan sekitarnya yang selama ini kesulitan mengakses layanan kesehatan spesialistik. Program yang melibatkan 25 dokter dari Jakarta ini memberikan kesempatan langka bagi warga untuk mendapatkan operasi mata, gigi, dan bedah umum secara gratis.

Program Dokter Share yang berlangsung 10-19 November 2024 menargetkan minimal 1.500 pasien dari tiga kecamatan, yakni Muara Ancalong, Muara Bengkal, dan Long Mesangat. Pelayanan komprehensif yang diberikan mencakup pemeriksaan umum hingga berbagai jenis operasi.

Harun menjelaskan, kesuksesan program tahun ini akan menjadi acuan untuk pelaksanaan di tahun-tahun mendatang. Pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan program berjalan lebih baik di masa depan.

“Kami akan evaluasi bersama dengan tim Dokter Share dan Bayan Peduli. Apa yang kurang tahun ini akan kita perbaiki untuk pelaksanaan Juni 2026 nanti,” ungkapnya.

Salah satu keunikan program ini adalah sebagian operasi dilakukan di atas kapal Dharma Li 3 Zayid, sementara pemeriksaan dan operasi lainnya dilakukan di ruang-ruang kantor kecamatan yang dialihfungsikan sementara.

Keberlanjutan program ini tidak lepas dari komitmen PT Bayan Group melalui program CSR Bayan Peduli yang menjadi sponsor utama. Seluruh biaya operasional, mulai dari mobilisasi dokter, peralatan medis, hingga obat-obatan ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan tambang tersebut.

“Yang sponsor utamanya memang PT Bayan Group melalui Bayan Peduli. Mereka sudah menyampaikan komitmen untuk terus mendukung program ini ke depan,” jelas Harun.

Dukungan penuh dari sektor swasta ini dinilai sangat membantu pemerintah daerah dalam mewujudkan pemerataan akses layanan kesehatan, terutama di wilayah-wilayah terpencil yang selama ini terlupakan.

Program Dokter Share juga merupakan bagian dari 50 program kesehatan keliling Pemerintah Kabupaten Kutai Timur yang digagas oleh Bupati dan Wakil Bupati. Program ini sejalan dengan visi pemkab untuk memastikan tidak ada satupun warga yang kesulitan mengakses layanan kesehatan berkualitas.

“Ini salah satu dari 50 program Pemkab Kutai Timur, yaitu program kesehatan keliling. Alhamdulillah dapat rekomendasi langsung dari Pak Bupati untuk dilaksanakan di Kecamatan Muara Ancalong,” papar Harun.

Kecamatan Muara Ancalong dipilih karena merupakan salah satu wilayah yang paling membutuhkan perhatian serius dalam bidang kesehatan. Keterbatasan tenaga dokter dan fasilitas kesehatan di wilayah ini menjadi pertimbangan utama.

Harun mengaku mendapat respons luar biasa dari masyarakat terhadap program ini. Banyak warga dari tiga kecamatan yang antusias memanfaatkan kesempatan langka mendapatkan pelayanan medis gratis berkualitas.

“Masyarakat sangat antusias. Banyak yang sudah lama menunda operasi karena kendala biaya, sekarang bisa mendapatkan pelayanan gratis dengan kualitas yang sama dengan di rumah sakit besar,” ungkapnya.

Antusiasme ini menjadi motivasi bagi pihak penyelenggara untuk terus melanjutkan program di masa depan. Bahkan, tidak menutup kemungkinan frekuensi pelaksanaan bisa ditingkatkan jika memungkinkan.

Untuk pelaksanaan Juni 2026 mendatang, Harun berharap target pasien bisa ditingkatkan menjadi lebih dari 1.500 orang. Namun ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas pelayanan.

“Insyaallah kalau misalnya memang berjalan sesuai di tahun ini dengan target minimal 1.500 itu, untuk tahun depan insyaallah kurang lebih sama. Tapi harapan kami tetap mudah-mudahan masyarakat sehat, enggak mengharapkan banyak pasien juga,” katanya.

Harun menjelaskan, meski target pasien penting, yang lebih diharapkan adalah masyarakat yang sehat. Program ini lebih berfokus pada upaya preventif dan kuratif bagi mereka yang memang membutuhkan penanganan medis serius.

Untuk menyukseskan program rutin ini, Harun menekankan pentingnya koordinasi yang baik antara pemerintah kecamatan, Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pihak sponsor. Sinergi yang solid akan memastikan program berjalan lancar dan tepat sasaran.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan semua pihak terkait. Ini program besar yang membutuhkan dukungan semua pihak. Alhamdulillah selama ini koordinasinya berjalan baik,” ungkapnya.

Pihaknya juga akan melibatkan aparat desa dan tokoh masyarakat untuk membantu sosialisasi dan pendataan calon pasien jauh hari sebelum program dilaksanakan. Hal ini untuk memastikan pelayanan berjalan efisien dan tepat sasaran.

Harun berharap kesuksesan program di Muara Ancalong bisa menjadi inspirasi bagi kecamatan-kecamatan lain di Kutai Timur. Ia juga berharap ada lebih banyak perusahaan yang terinspirasi untuk berkontribusi dalam program serupa.

“Mudah-mudahan program seperti ini bisa diperluas ke kecamatan-kecamatan lain yang juga membutuhkan. Dan semoga lebih banyak lagi perusahaan yang peduli dengan kesehatan masyarakat di daerah terpencil,” pungkasnya optimis.

Dengan kepastian program Dokter Share akan kembali pada Juni 2026, masyarakat Muara Ancalong dan sekitarnya kini memiliki harapan baru untuk mendapatkan akses layanan kesehatan berkualitas secara rutin dan berkelanjutan. (Adv33)