SANGATTA,IMENEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus berupaya mempercepat serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang hingga pertengahan November 2025 baru mencapai sekitar 55 persen.
Komitmen percepatan itu kembali ditegaskan Wakil Bupati Mahyunadi usai mengikuti rapat koordinasi percepatan realisasi APBD yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara daring pada Senin (17/11/2025).
Dalam rapat yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, pemerintah pusat menyampaikan keprihatinan atas rendahnya capaian belanja daerah secara nasional yang baru berada di kisaran 60 persen.
Tomsi meminta kepala daerah bersama perangkatnya segera mengambil langkah percepatan agar capaian tahun ini minimal setara dengan rata-rata nasional pada 2024, yakni 92 persen.
Dirjen Bina Keuangan Daerah, Agus Fatoni, menambahkan bahwa percepatan serapan tidak boleh menumpuk menjelang akhir tahun.
Ia menegaskan bahwa pada 2026 setiap daerah harus menerapkan pola penyerapan 20 persen pada triwulan pertama dan masing-masing 30 persen pada triwulan berikutnya. Selain menjaga perputaran ekonomi, langkah ini diyakini bakal mempercepat pembangunan serta meningkatkan kepercayaan publik.
Ia juga mewajibkan pembaruan laporan realisasi anggaran setiap pekan sebagai bahan evaluasi pemerintah pusat. “Daerah harus lebih kreatif dalam memaksimalkan pendapatan dan menentukan belanja,” katanya.
Menanggapi arahan tersebut, Mahyunadi menyampaikan optimisme bahwa Kutim mampu mencapai target minimal 95 persen serapan pada akhir tahun. Menurutnya, sebagian besar kegiatan lama tengah diselesaikan pembayarannya, sementara kegiatan baru hasil APBD Perubahan juga sudah berjalan serentak.
“Semuanya prioritas dan sudah bergerak bersamaan. Dengan kondisi itu, kami yakin target dapat tercapai,” ujarnya. (Adv91).