SANGATTA, IMENEWS.ID – Keberhasilan pengembangan wisata Desa Swarga Bara, Sangatta Utara, tak lepas dari peran aktif warga pemilik lahan. Kepala Desa Swarga Bara, Wahyuddin Usman, menegaskan bahwa inovasi desa harus selaras dengan inisiatif masyarakat agar berdampak maksimal pada ekonomi lokal.
Salah satu keberhasilan nyata adalah Bukit Azalea, yang dikelola oleh warga bernama Cipi, menjadi destinasi favorit pengunjung. Jumat (28/11/2025).
“Rata-rata lahan atau lokasi tersebut kan milik perseorangan. Nah, seperti Bukit Azalea yang dimiliki oleh Mas Cipi, kita harus men-support,” ungkap Wahyuddin. Dukungan desa diwujudkan melalui penyediaan fasilitas dasar dan memastikan kenyamanan pengunjung.
Namun, desa menghadapi kendala terkait listrik yang sangat dibutuhkan untuk operasional kawasan wisata. Permohonan ke PLN telah diajukan dan masih menunggu persetujuan di Bontang. Sementara itu, ketersediaan air untuk kawasan wisata sudah mencukupi.
Selain mengoptimalkan wisata alam, Desa Swarga Bara juga memadukan sektor peternakan dan perikanan. Kandang ayam yang melimpah dan kolam ikan yang ada akan dijadikan kawasan terpadu,
sehingga pengunjung tidak hanya menikmati alam, tetapi juga mendapat edukasi tentang usaha peternakan dan perikanan. “Ini sekaligus untuk edukasi anak-anak sekolah,” jelas Wahyuddin.
Konsep integrasi ini diharapkan mampu menciptakan destinasi wisata yang unik dan mendukung pemberdayaan ekonomi warga desa, sekaligus memperkenalkan potensi lokal kepada generasi muda. Desa Swarga Bara pun menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat dalam menciptakan inovasi berkelanjutan. (Adv103).