80 Persen Tenaga Kerja di Kutim Berasal dari Warga Lokal, Disnakertrans Pertegas Komitmen

SANGATTA, IMENEWS.ID – Data Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Disnakertrans) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mencatat bahwa 80 persen pekerja di berbagai perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut adalah warga lokal. Angka ini menjadi dasar bagi Disnakertrans untuk menegaskan komitmennya dalam menjaga prioritas penyerapan tenaga kerja lokal di daerah yang tengah berkembang pesat ini. Selasa (2/12/2025).

Kepala Disnakertrans Kutim, Roma Malau, menjelaskan bahwa dominasi tenaga kerja lokal merupakan hasil pengawasan berkelanjutan yang dilakukan instansinya. Perusahaan diminta patuh terhadap aturan yang mengutamakan rekrutmen tenaga kerja lokal, terutama pada sektor industri dan pertambangan yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Menurut Roma, keberadaan 20 persen tenaga kerja dari luar daerah tidak dapat dihindari karena kebutuhan kompetensi tertentu yang belum sepenuhnya tersedia secara lokal. Namun demikian, ia memastikan proporsi tersebut masih berada dalam batas yang ditetapkan peraturan.

Roma sekaligus membantah isu yang menyebut perusahaan-perusahaan di Kutim lebih banyak menyerap tenaga kerja dari luar daerah. Ia menilai isu tersebut tidak didukung data yang valid dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik. “Isu itu tidak benar. Kalau ada buktinya, silakan tunjukkan ke kami,” tegasnya.

Disnakertrans, lanjutnya, tidak hanya memantau komposisi tenaga kerja, tetapi juga melakukan pembinaan terhadap perusahaan untuk memastikan hak pekerja terlindungi serta proses rekrutmen berlangsung transparan. Setiap tahun, tim Disnakertrans turun langsung ke lapangan untuk memastikan kepatuhan perusahaan terhadap aturan ketenagakerjaan.

Roma menegaskan, keterlibatan pekerja lokal merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kutai Timur. Ia berharap, dengan semakin banyaknya warga lokal yang terlibat dalam sektor industri, manfaat pembangunan ekonomi dapat dirasakan secara merata. “Kami ingin masyarakat lokal mendapat peluang sebesar-besarnya dari kemajuan daerah,” pungkasnya. (Adv115).