KUKAR,IMENEWS.ID – Kehadiran Taman Musik Kota Raja di Tenggarong kini menjadi babak baru bagi ekosistem seni dan budaya di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur.
Fasilitas publik yang megah ini dinilai sebagai langkah strategis pemerintah daerah dalam menyediakan ruang kreatif bagi seniman lokal untuk berekspresi sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Dukungan positif mengalir dari para pelaku seni, salah satunya dari Ketua Yayasan Benaung Tenggarong, Eris Surianto, atau yang akrab disapa Kak Cuno.
Ia memandang taman ini sebagai wadah krusial untuk melestarikan dan mengembangkan seni tari serta musik tradisional Kutai.
“Secara filosofi, Benaung berarti tempat bernaung atau berteduh. Yayasan ini kami dirikan sejak 2011 sebagai ruang bagi seniman dari berbagai latar belakang untuk mengembangkan bakat mereka,” ujar Kak Cuno, Jumat (2/1/2026).
Saat ini, Yayasan Benaung membina sekitar 22 anggota yang tersebar hingga ke wilayah pinggiran Tenggarong.
Kehadiran fasilitas di pusat kota seperti Taman Musik Kota Raja menjadi solusi aksesibilitas bagi para anggota untuk berkumpul dan berlatih.
“Karena anggota kami tersebar, lokasi di tengah kota seperti ini memudahkan semua orang untuk berkumpul dan berkarya bersama,” jelasnya.
Bagi Kak Cuno, Taman Musik Kota Raja adalah bukti nyata perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan seni lokal.
Ia menyebut fasilitas ini tidak hanya sekadar panggung tampil, tetapi juga simbol apresiasi bagi para seniman.
“Alhamdulillah, ini fasilitas yang luar biasa megah dari pemerintah. Ini menjadi wadah kami untuk menyalurkan bakat dan menyampaikan karya. Harapannya, masyarakat juga bisa hadir untuk memberikan apresiasi,” ungkapnya dengan penuh syukur.
Lebih lanjut, ia menilai keberadaan fasilitas berkualitas ini menuntut profesionalisme yang lebih tinggi dari para seniman.
“Ini menjadi motivasi bagi kami untuk lebih disiplin dalam berlatih. Karena fasilitas sudah tersedia, tentu harus ada hasil karya berkualitas yang kami tunjukkan kepada publik.”
Selama ini, Yayasan Benaung aktif dilibatkan dalam berbagai agenda seni yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Kukar.
Sinergi ini diakui sangat membantu meningkatkan kualitas karya para seniman dari tahun ke tahun.
Menutup perbincangan, Kak Cuno berharap aset berharga ini dapat dijaga bersama oleh seluruh lapisan masyarakat agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.
“Harapan kami sederhana, mari kita jaga tempat ini dengan baik karena ini adalah aset bersama, khususnya bagi kami para seniman,” pungkasnya. (*)