Bangun Ekosistem Ekraf Lebih Merata, Kutim Integrasikan Data Pelaku Kreatif Lewat SINDaKRAF

SANGATTA, IMENEWS.ID – Upaya mewujudkan ekosistem ekonomi kreatif (Ekraf) yang inklusif dan merata terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Salah satu langkah yang kini menjadi prioritas adalah integrasi data pelaku Ekraf melalui program Sinergi Data Ekonomi Kreatif (SINDaKRAF). Program ini diyakini menjadi fondasi utama untuk memastikan setiap intervensi pemerintah benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kutim, Akhmad Rifanie, menyebutkan bahwa selama ini banyak keluhan terkait program pelatihan yang dianggap berulang dan kurang menyentuh pelaku baru. Hal ini dipicu oleh data yang tersebar di banyak OPD, sehingga pemetaan kebutuhan tidak berjalan optimal.

“Sering muncul keluhan pelatihan itu-itu saja. Kadang saya dengar langsung, dan ini tentu jadi masukan penting,” kata Rifanie saat ditemui Kamis (27/11/2025).

Melalui SINDaKRAF, Pemkab Kutim menyatukan seluruh data identitas, subsektor keahlian, dan riwayat pembinaan pelaku Ekraf. Dengan data terpusat, pemerintah dapat melihat siapa saja yang sudah dan belum mendapat program, serta menentukan langkah pembinaan yang lebih spesifik.

Menurut Rifanie, kehadiran basis data tunggal ini diharapkan menjadi rujukan lintas OPD untuk menghindari duplikasi kegiatan. Selain itu, pemerintah dapat merancang pelatihan yang lebih variatif sesuai kebutuhan subsektor seperti kuliner, kriya, film, aplikasi, hingga musik.

“Kita ingin memastikan program tepat sasaran, sesuai target yang ingin dicapai,” tegasnya.

Pemkab Kutim menilai sektor ekonomi kreatif memiliki potensi strategis dalam membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, SINDaKRAF diproyeksikan menjadi instrumen penting dalam membangun tata kelola Ekraf yang modern, terarah, dan berpihak pada pemerataan kesempatan. (Adv83)