KUTIM, IMENEWS.ID – Popularitas Bukit Azalea mendorong Desa Swarga Bara di Sangatta Utara, Kutai Timur, mempercepat pembangunan infrastruktur untuk mendukung pariwisata dan ekonomi warga. Desa Swarga Bara kini sedang gencar memperbaiki berbagai fasilitas fisik untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata. Jumat (28/11/2025).
Kepala Desa Swarga Bara, Wahyuddin Usman, mengatakan, pembangunan ini dilakukan agar destinasi populer seperti Bukit Azalea dapat diakses dengan lebih nyaman oleh wisatawan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Sekarang progres pembangunan sudah mencapai 80%, kita harap tahun ini sudah bisa digunakan. Targetnya, 2025 selesai dan 2026 bisa dioperasikan secara optimal,” ungkap Wahyuddin.
Pembangunan infrastruktur dilakukan secara bertahap dengan menggunakan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Bagi Hasil (DBH) sejak 2023, menghadapi keterbatasan anggaran.
Wahyuddin menegaskan bahwa pembangunan desa tidak hanya menitikberatkan pada wisata. Infrastruktur dasar bagi warga dan sektor pertanian juga menjadi perhatian utama. Hal ini dilakukan agar semua aspek kesejahteraan masyarakat dapat berkembang secara seimbang.
“Kita harus memastikan pertanian, infrastruktur dasar, dan wisata semuanya bisa terbangun bersama-sama. Semua aspek sama pentingnya,” tuturnya.
Dengan adanya pengembangan ini, Desa Swarga Bara berharap Bukit Azalea bukan hanya menjadi destinasi favorit baru, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Akses yang lebih baik diyakini dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan dan memacu kegiatan ekonomi di sekitar lokasi.
Selain Bukit Azalea, desa juga terus menyiapkan fasilitas lain yang mendukung kebutuhan warga, termasuk layanan publik dan sarana penunjang kegiatan masyarakat. Strategi ini diharapkan mampu menjadikan Desa Swarga Bara lebih maju dan sejahtera. (Adv102).