Tenggarong, IMENEWS.ID- Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke-6 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kukar.
Dalam sambutannya, Aulia menekankan pentingnya kaderisasi, proses pembinaan, serta kolaborasi lintas elemen dalam membangun daerah.
Dia yang juga merupakan salah satu calon presidium KAHMI Kukar mengawali sambutannya dengan berbagi pengalaman perjalanan kariernya pasca menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar pada 2009.
Setelah lulus, ia memilih kembali ke kampung halaman untuk mengabdi. Aulia kemudian bergabung dalam lembaga sosial dan terlibat sebagai project manager dalam program penanganan HIV/AIDS serta advokasi kesehatan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kukar.

“Kalau seandainya waktu itu saya tidak lapor kepada senior dan tidak dipikirkan untuk diberi ruang, mungkin hari ini perjalanan saya akan berbeda,” ujarnya.
Menurutnya, proses kaderisasi dan perhatian dari para senior HMI memiliki peran besar dalam membentuk arah perjalanan seseorang. Dia menegaskan bahwa sejarah dan proses tidak boleh dilupakan, karena dari situlah lahir pengalaman dan pembelajaran untuk berkembang lebih baik.
“Dari sejarah itu kita bisa melihat, belajar, dan mengembangkan diri lebih baik lagi ke depan,” katanya. Dalam kapasitasnya sebagai Bupati Kukar, Aulia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Musda ke-6 KAHMI Kukar.
Dia berharap forum tersebut dapat menjadi ruang strategis untuk memperkuat kontribusi alumni HMI dalam pembangunan daerah. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, kami menyampaikan selamat dan sukses atas pelaksanaan Musda ini,” ucapnya.
Ia menekankan bahwa pembangunan daerah tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Diperlukan kolaborasi seluruh elemen, termasuk organisasi alumni seperti KAHMI, untuk mewujudkan visi pembangunan lima tahun ke depan.
“Kita semua harus saling berkolaborasi untuk membangun Kutai Kartanegara yang lebih baik. Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan seluruh elemen,” tegasnya.
Aulia juga menyinggung evaluasi program pemberdayaan masyarakat yang selama ini dijalankan Pemkab Kukar.
Dia menilai bantuan yang diberikan kepada pelaku usaha dan petani belum sepenuhnya berdampak signifikan karena tidak diawali dengan proses pendampingan dan penguatan kapasitas.
Menurutnya, hal tersebut selaras dengan prinsip kaderisasi dalam organisasi, di mana setiap proses harus diawali dengan pembinaan dan inisiasi yang matang.
“Kita tidak bisa berharap hasil yang baik jika tidak didahului proses yang baik. Di organisasi kemahasiswaan pun demikian, semua harus melalui tahapan kaderisasi,” jelasnya.
Ia berharap metode dan nilai-nilai pembinaan yang selama ini diterapkan dalam organisasi dapat diadaptasi dalam pembangunan daerah, sehingga setiap program memiliki fondasi yang kuat dan berkelanjutan.
Menutup sambutannya, Aulia mengajak seluruh peserta Musda KAHMI Kukar untuk menjaga kebersamaan, memperkuat komitmen pengabdian, serta menjadikan setiap langkah sebagai bagian dari ibadah dan tanggung jawab moral kepada masyarakat.
“Semoga apa yang kita lakukan menjadi bagian dari pengabdian dan bernilai ibadah,” pungkasnya. (*)
Sumber: beritaalternatif.com