Kukar, IMENews.id – Kecamatan Tabang masih menghadapi tantangan besar dalam pembangunan infrastruktur dasar, terutama akses jalan antar desa.
Hal ini disampaikan Camat Tabang, Rakhmadani Hidayat, saat ditemui di Pendopo Odah Etam, Selasa (7/10/2025).
Menurut Rakhmadani, sebagian jalur utama sudah terakomodasi melalui belanja murni APBD.
Namun, masih ada desa yang sulit diakses kendaraan roda empat.
“Kalau untuk infrastruktur, alhamdulillah jalur poros utama sudah terakomodir. Tapi masih ada desa yang jalannya hanya bisa dilewati roda dua,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setidaknya ada tiga jalur yang masih terbatas aksesnya. Seperti di Mak Bukuai menuju Bilatalang, Sidomulyo menuju Bilatalang, serta Umak Tukung menuju Tabang.
Jalur-jalur tersebut dinilai krusial untuk mendukung aktivitas masyarakat, terutama dalam mobilitas hasil pertanian dan kebutuhan pokok.
“Kalau jalannya sudah memadai, otomatis perekonomian masyarakat bisa berkembang lebih cepat. Tapi untuk sekarang, akses ini masih menjadi PR besar,” tambahnya.
Rakhmadani mengakui bahwa kondisi rasionalisasi anggaran ikut memengaruhi percepatan pembangunan.
Meski begitu, pihaknya tetap berharap ada perhatian lebih dari pemerintah kabupaten agar pembangunan infrastruktur di Tabang terus berjalan.
“Kita juga merasakan dampaknya karena anggaran yang terbatas. Tapi saya harap program pembangunan, terutama jalan, bisa kembali difokuskan. Karena ini sejalan dengan visi Bupati dalam memperkuat sektor pangan,” katanya.
Menurutnya, penguatan infrastruktur bukan hanya membuka akses desa, tetapi juga mempercepat pengembangan sektor pertanian dan ekonomi masyarakat.
“Kalau sudah ada jalan yang layak, penguatan ketahanan pangan bisa lebih cepat tercapai. Dampaknya tentu akan langsung terasa oleh masyarakat,” pungkasnya. (ADV258/Red02)