Desa Loa Pari Siap Jemput Bola Atasi Masalah Sampah

Kukar, IMENews.id – Kepala Desa Loa Pari, I Ketut Sudiyatmika, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah merancang langkah jemput bola dalam pengelolaan sampah.

Meski demikian, rencana ini masih harus dibarengi dengan perhitungan anggaran dan kesiapan peralatan.

“Kita sebenarnya mau jemput bola. Tapi kan masih harus dipikirkan juga penganggarannya, peralatannya, dan operasionalnya. Itu semua masih perlu didetailkan,” jelasnya beberapa waktu belakang.

Ketut menegaskan bahwa persoalan utama saat ini adalah ketiadaan tempat pembuangan akhir atau pengolahan awal.

Ketika petugas datang untuk mengangkut sampah, kata dia, sering kali mereka tidak tahu harus membuangnya ke mana karena tidak tersedia tong atau fasilitas pemrosesan.

“Kalau tidak ada bank sampah, ya petugas bingung. Mau buang ke mana? Nah, kalau kita sudah punya bank sampah, kan langsung dibuang ke situ. Di sana baru dipilah-pilah, mana yang bisa dijual, mana yang dibuang,” jelasnya.

Sampah yang layak jual, lanjut Ketut, bisa menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PADes).

Namun, semua ini bergantung pada tersedianya lahan yang saat ini belum bisa dipastikan.

“Kemarin saya sudah diskusi dengan Bu Sekdes, ada lahan yang dulunya direncanakan untuk kantor desa. Tapi lokasinya dekat dengan rumah warga. Kalau dipakai untuk bank sampah, nanti bisa menimbulkan masalah baru,” katanya.

Soal armada pengangkut, Ketut menyampaikan bahwa saat ini truk-truk dari dinas hanya melayani jalur tertentu dan belum bisa menjangkau seluruh wilayah desa.

“Kadang sering lambat juga, ya. Tapi alhamdulillah setahun ini cukup lancar. Meski begitu, belum semua area bisa terlayani,” tambahnya.

Ketut menutup dengan harapan bahwa ke depan akan ada dukungan lebih serius dalam hal penyediaan lahan, pelatihan pengelolaan sampah, dan peningkatan layanan armada pengangkut agar persoalan sampah bisa tertangani secara berkelanjutan. (ADV120/REd02)