Kutai Timur, IMENEWS.ID – Desa Longpok di Kecamatan Muara Calong, Kabupaten Kutai Timur, menjadi desa terakhir yang mendapatkan bantuan program listrik.
Program ini merupakan hasil kerjasama antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dengan Dinas Sumber Daya Alam (SDA) Kabupaten Kutai Timur.
Camat Muara Ancalong, Harun Al Rasyid, mengungkapkan bahwa saat ini hanya tinggal satu desa di wilayahnya yang belum teraliri listrik, yakni Desa Longpok.
Namun kondisi tersebut segera teratasi dengan adanya bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
“Kalau listrik ada satu desa yang sisa yang masih belum masuk listrik, cuman ini dapat bantuan sudah dari Pemerintah Provinsi di Desa Longpok,” ungkap Harun saat diwawancarai. Rabu (26/11/2025).
Program bantuan listrik untuk Desa Longpok ini dilaksanakan melalui kerjasama antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dengan Dinas Sumber Daya Air Kabupaten Kutai Timur.
Meski Harun mengaku belum menghafal detail nama program tersebut, ia memastikan bahwa bantuan tersebut sudah dalam proses realisasi.
“Nama programnya saya lupa, kemarin dari bekerja sama dengan bagian SDA di Kabupaten Kutim,” jelasnya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, program bantuan listrik ini bersifat per rumah tangga. Artinya, setiap kepala keluarga di Desa Longpok akan mendapatkan akses listrik secara individual.
“Itu per rumah, per rumah tangga sepertinya,” tambah Harun.
Camat Muara Ancalong mengakui bahwa dirinya belum mendapatkan data valid terkait detail teknis program tersebut karena bantuan ini baru berjalan beberapa minggu terakhir.
Untuk informasi yang lebih lengkap dan akurat, ia menyarankan untuk menghubungi langsung Kepala Desa Longpok yang lebih memahami teknis pelaksanaan program.
“Ini baru minggu-minggu ini, saya belum dapat data validnya kemarin,” ujarnya.
Kehadiran program listrik di Desa Longpok melengkapi upaya pemerataan akses energi listrik di seluruh wilayah Kecamatan Muara Ancalong.
Dengan terpenuhinya kebutuhan listrik di desa terakhir ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan membuka peluang ekonomi baru.
Akses listrik yang memadai sangat penting bagi masyarakat, terutama untuk menunjang aktivitas sehari-hari, pendidikan anak, serta pengembangan usaha produktif di pedesaan.
Kerjasama antara Pemerintah Provinsi Kaltim dan Pemerintah Kabupaten melalui Bagian SDA Setkab Kutim dalam program ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan tidak ada lagi desa yang tertinggal dalam hal akses energi listrik. (ADV41)