Sangatta, IMENEWS.ID – Desa Swarga Bara di Sangatta Utara tengah menyiapkan pengembangan wisata terpadu yang mengombinasikan Telaga Batu Arang dengan agrowisata lokal. Kepala Desa Swahyuddin Usman menjelaskan, desa berharap dapat mengambil alih pengelolaan telaga yang saat ini masih berada di bawah pengawasan PT Kaltim Prima Coal (KPC).
“Telaga Batu Arang masih belum dikelola secara resmi, karena berada dalam pantauan PT KPC. Harapannya Desa Swarga Bara bisa mendapatkan kesempatan mengelolanya,” ujar Wahyu. Jumat (28/11/2025).
Fasilitas di lokasi telaga dianggap sudah representatif dan siap dikembangkan. Wahyu menyebutkan bahwa desa hanya perlu melakukan perbaikan dan sentuhan tambahan agar Telaga Batu Arang layak dijadikan destinasi unggulan.
Selain itu, desa juga menyoroti potensi agrowisata dari lahan pertanian di perbatasan. Para petani lokal kini menanam jeruk dan durian, yang menurut Wahyu akan mulai berbuah dalam lima tahun ke depan.
“Kita bisa menciptakan konsep wisata terpadu. Pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati telaga, tapi juga bisa melihat dan memetik buah-buahan lokal,” jelasnya.
Telaga Batu Arang sendiri terletak sepenuhnya di wilayah administratif Desa Swarga Bara, dengan batas desa di bagian atas ditandai tugu dan dua gapura menuju Rantau Pulung.
Pengembangan ini dinilai dapat mendongkrak ekonomi lokal sekaligus memperkuat citra desa sebagai destinasi wisata alam dan pertanian. Dengan strategi ini, Desa Swarga Bara berharap Telaga Batu Arang menjadi magnet wisata yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat setempat. (Adv104).