KUTAI TIMUR, IMENEWS.ID – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kutai Timur memberikan pembinaan khusus bagi badut jalanan agar tidak lagi mengemis di jalanan, melainkan memiliki alternatif penghasilan yang lebih layak.
Program ini merupakan bagian dari upaya Dinsos untuk memberdayakan masyarakat marjinal sekaligus menjaga ketertiban di ruang publik.
Kepala Dinas Sosial Kutim, Ernata Hadi Sujito, mengatakan badut jalanan selama ini sering terlihat mengamen atau menghibur di jalan-jalan sambil meminta uang dari masyarakat.
“Kami tidak melarang mereka berkegiatan, tetapi kami ingin memastikan mereka memiliki penghasilan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan, bukan sekadar mengemis di jalan,” ujar Ernata. Kamis, (20/11/2025).
Dalam program pembinaan ini, para badut jalanan diberikan pelatihan keterampilan yang dapat menunjang mata pencaharian, seperti pelatihan seni pertunjukan, kerajinan tangan, hingga keterampilan usaha mikro.
Selain itu, mereka juga dibekali pemahaman tentang manajemen penghasilan agar dapat mengelola pendapatan mereka dengan lebih baik.
Ernata menambahkan, pembinaan ini dilakukan secara bertahap dengan pendampingan dari petugas Dinsos dan mitra terkait. Para badut juga mendapatkan motivasi agar mampu mandiri secara ekonomi tanpa harus mengemis di ruang publik.
“Kami ingin mereka tetap bisa berkarya, tapi dengan cara yang lebih profesional dan bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat,” tambahnya.
Langkah pembinaan ini juga melibatkan unsur masyarakat dan aparat desa agar badut jalanan memiliki tempat untuk menyalurkan keterampilan mereka dengan aman dan terstruktur.
Selain itu, Dinsos juga membuka kesempatan bagi mereka untuk mengikuti program pemberdayaan sosial lainnya.
Ernata berharap program ini dapat mengurangi jumlah pengemis di jalanan sekaligus memberikan harapan baru bagi mereka yang selama ini hidup dalam ketergantungan ekonomi.
“Ini bagian dari komitmen kami untuk menyejahterakan masyarakat Kutim tanpa merugikan ketertiban umum,” pungkasnya. (Adv20)