Kukar, IMENEWS.ID – Upaya mendorong budaya olahraga terus dilakukan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui berbagai pendekatan, termasuk olahraga tradisional, rekreasi, dan tantangan. Tiga sektor ini menjadi fondasi dalam memperluas keterlibatan masyarakat dalam aktivitas fisik yang menyenangkan dan bermakna.
Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kukar, Aji Muhammad Ari Junaidi, menyampaikan bahwa tujuan dari program ini bukan sekadar meningkatkan kebugaran, tetapi juga menanamkan nilai-nilai budaya, sosial, dan kebersamaan di tengah masyarakat.
“Kami ingin masyarakat tak hanya melihat olahraga dari sisi kompetisi, tapi juga sebagai bagian dari gaya hidup, sarana hiburan, bahkan pelestarian budaya,” ungkap Aji Ari saat ditemui pada Selasa (15/4/2025).
Untuk olahraga tradisional, Dispora Kukar rutin memfasilitasi perlombaan dalam event budaya seperti Erau. Beberapa cabang olahraga yang sering dipertandingkan antara lain gasing, egrang, asenaga, dan blogo, yang semuanya merupakan permainan khas daerah.
“Melalui olahraga tradisional, kita turut menjaga warisan leluhur. Kegiatan ini biasanya kita gelar bersamaan dengan festival budaya, dan peserta dari berbagai kecamatan ikut berpartisipasi,” ujarnya
Sementara untuk sektor olahraga rekreasi, Dispora Kukar mendukung banyak aktivitas yang berbasis komunitas. Lomba mancing dan kontes burung berkicau menjadi contoh kegiatan yang tidak hanya menghibur, tapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga.
“Jenis olahraga seperti ini tidak membutuhkan persiapan fisik berat, tapi sangat efektif dalam membangun kebersamaan,” jelas Aji Ari.
Tak ketinggalan, olahraga tantangan juga mulai diminati. Kegiatan seperti trail dan off road banyak diikuti komunitas lokal. Menariknya, Dispora tetap membuka ruang bagi komunitas yang belum bernaung di bawah organisasi resmi.
“Ada komunitas push bike untuk anak-anak dan BMX yang belum di bawah induk cabang olahraga mana pun. Tapi kami tetap beri ruang dan dukungan untuk mereka berkembang,” katanya.
Aji juga menjelaskan, bahwa KORMI merupakan induk organisasi olahraga tradisional dan rekreasi, sedangkan cabang olahraga prestasi dibawah naungan KONI Kukar. Meski begitu, pemerintah daerah juga tetap memperhatikan kelompok senam dan komunitas mandiri lainnya.
“Kegiatan seperti zumba, senam jantung sehat, dan senam kebugaran lainnya juga kami fasilitasi karena mereka punya peran penting dalam menggerakkan masyarakat,” tutupnya. (adv/DS028)