Dorong Prestasi, NPCI Kukar Fokus Identifikasi Atlet Disabilitas

Kukar, IMENEWS.ID – National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan komitmennya dalam membina atlet penyandang disabilitas.

Ketua NPCI Kukar, Muhammad Bisyron, mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan proses identifikasi lanjutan terhadap potensi atlet disabilitas yang ada di Kukar.

Langkah ini dilakukan karena masih banyak penyandang disabilitas di Kukar yang belum terdata secara menyeluruh.

Bisyron mengatakan berdasarkan data dari Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI), jumlah penyandang disabilitas di Kukar mencapai lebih dari 14.000 orang.

“Yang sudah teridentifikasi ada 4.000, tapi dari jumlah itu, yang betul-betul terdata dan terpantau secara aktif baru sekitar 2.000 orang,” kata Bisyron, Kamis (15/5/2025).

Kondisi tersebut, menurut Bisyron, menjadi tantangan sekaligus peluang besar dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang olahraga prestasi, khususnya bagi kalangan disabilitas.

Ia menekankan pentingnya pendampingan jangka panjang agar para penyandang disabilitas memiliki keberanian dan rasa percaya diri untuk berkarya dan berprestasi.

“Kasian kan, jadi perlu ada pendampingan-pendampingan untuk meningkatkan mental mereka, supaya tingkat kepercayaan dirinya itu naik,” tuturnya.

Menurutnya, kesetaraan yang telah digaungkan pemerintah perlu ditindaklanjuti dengan tindakan nyata di lapangan. Salah satunya adalah memastikan para penyandang disabilitas mendapat ruang dan kesempatan yang sama dalam berbagai bidang, termasuk olahraga.

“Sekarang pemerintah sudah memperlakukan kesetaraan. Tidak ada bedanya, hanya secara fisik saja ada keterbatasan. Tapi soal kemampuan, semua orang punya potensi masing-masing,” ungkapnya.

Bisyron menjelaskan bahwa NPCI bukan sekadar komunitas sosial, melainkan organisasi yang benar-benar membina atlet disabilitas secara serius dan berorientasi pada prestasi.

“NPCI itu bukan organisasi olahraga hiburan atau rekreasi. Ini betul-betul organisasi olahraga prestasi, yang membina mental dan kemampuan atlet secara intensif,” jelasnya.

Ia optimistis jika data atlet disabilitas semakin lengkap dan pembinaan berjalan maksimal, maka Kukar akan melahirkan lebih banyak atlet disabilitas berprestasi.

“Bisa membanggakan daerah, bahkan hingga level nasional dan internasional,” pungkasnya. (Adv/DS102)