Kukar, IMENews.id — Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah menegaskan pentingnya keseimbangan antara peningkatan kualitas ibadah dan penguatan ekonomi di tengah masyarakat.
Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya saat peringatan HUT ke-75 Fatayat NU di Pendopo Odah Etam, Sabtu (10/5).
“Kalau keseimbangan ini bisa dijalankan, maka di satu sisi kita terus belajar agama untuk meningkatkan ketakwaan ini utama dan wajib. Namun, di sisi lain kita juga mendorong kegiatan ekonomi. Karena ibadah pun akan lebih lancar kalau ekonomi kita baik,” ujar Edi.
Ia menyebut Fatayat NU sebagai mitra strategis pemerintah daerah, yang diharapkan bisa berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan muda.
Menurut dia, organisasi ini harus berperan dalam menggerakkan pelatihan dan kewirausahaan berbasis kebutuhan riil anggotanya.
“Saya selalu tekankan, pemberdayaan jangan top-down. Harus dimulai dari keinginan individu, lalu difasilitasi dengan pelatihan, peralatan, dan akses permodalan. Pengalaman menunjukkan, program yang berasal dari inisiatif bawah lebih sukses,” paparnya.
Edi juga meminta jajaran Fatayat NU Kukar untuk menjadikan momen ulang tahun ini sebagai refleksi.
Ia berharap program pelatihan dan pemberdayaan dapat dioptimalkan sesuai dengan arah pembangunan daerah, yang saat ini memasuki fase transformasi dari Kukar Idaman menuju Kukar Idaman Terbaik.
“Meski masa jabatan saya akan berakhir usai pemungutan suara ulang, program yang sudah berjalan tidak akan dihentikan. Justru akan ditingkatkan. Evaluasi yang telah dilakukan jadi dasar untuk memperbaiki strategi ke depan,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Edi menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas peran Fatayat NU selama ini, meskipun ia menyebut peringatan kali ini digelar secara sederhana.
“Kalau sebelumnya kita bisa berdiskusi lebih awal, mungkin acaranya bisa lebih besar. Tapi saya tetap ucapkan terima kasih, dan selamat ulang tahun ke-75 untuk Fatayat NU,” pungkasnya. (ADV098/Red02)