Edukasi Kesiapsiagaan Meluas, BPBD Kutim Intensifkan Pembinaan Relawan dan Pelatihan TRC

SANGATTA, IMENEWS.ID – Upaya peningkatan edukasi kebencanaan terus dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur (Kutim) dengan menyasar berbagai kelompok masyarakat, termasuk pelajar dan komunitas relawan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman publik mengenai mitigasi dan kesiapsiagaan bencana sejak dini. Kamis (27/11/2025).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutim, Muhammad Naim, menjelaskan bahwa BPBD kini memiliki banyak relawan yang telah dibentuk dari berbagai sektor. “Alhamdulillah, relawan kita cukup banyak. Tantangannya tinggal bagaimana mereka mempraktikkan pengetahuan secara langsung,” ujarnya.

Salah satu program unggulan BPBD adalah Sekolah Tangguh Bencana (STB), yang tidak hanya memberikan pembelajaran teoritis tetapi juga simulasi evakuasi dan pengenalan peralatan. Program ini bertujuan membentuk pelajar yang tanggap dan mampu bertindak dalam kondisi darurat.

Tidak hanya level pelajar, BPBD juga menjangkau anak usia dini. Naim mengungkapkan bahwa anak-anak TK diberikan edukasi ringan mengenai alat penanganan bencana. “Kami menjelaskan fungsi peralatan secara sederhana agar bisa dipahami,” katanya.

Selain itu, pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) tetap menjadi prioritas mengingat risiko kebakaran lahan di Kutim. Relawan MPA diberi pemahaman mengenai pencegahan dan penanganan dini kebakaran.

BPBD Kutim juga memperkuat kapasitas internal melalui pembentukan dan pelatihan Tim Reaksi Cepat (TRC). Tim yang terdiri dari BPBD dan OPD ini dilatih untuk merespons lebih cepat saat terjadi kondisi darurat. “TRC sudah terbentuk dan sudah menjalani pelatihan,” tegas Naim. (Adv80).