Gaya Hidup Tak Sehat Jadi Pemicu, Dinkes Kutim Soroti Meningkatnya Risiko Diabetes

KUTAI TIMUR, IMENEWS.ID – Pergeseran gaya hidup masyarakat, khususnya kalangan muda, dinilai menjadi penyebab utama melonjaknya kasus diabetes melitus di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Plt Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno, menyebut anak muda kini semakin rentan terhadap penyakit tidak menular akibat pola hidup pasif dan konsumsi makanan yang tidak terkendali.

Sumarno menuturkan bahwa kebiasaan masyarakat sudah berbeda jauh dibandingkan beberapa tahun lalu. Aktivitas fisik semakin berkurang, sementara makanan yang dikonsumsi cenderung serba manis, berlemak, dan dikonsumsi dalam jumlah berlebih. “Dulu orang makan seadanya. Sekarang, banyak anak muda makan berlebihan dan serba manis. Ini yang memicu kencing manis di usia 20-an,” ujarnya. Senin (17/11/2025).

Ia menegaskan bahwa gula tetap dibutuhkan tubuh, namun harus dikendalikan. Kelebihan konsumsi justru memicu risiko serius bagi kesehatan. “Kuncinya keseimbangan. Kalau berlebihan, ya berbahaya,” tegasnya.

Dalam upaya menekan lonjakan kasus tersebut, Dinkes Kutim mengandalkan program Cek Kesehatan Keluarga (CKG). Melalui program ini, potensi penyakit dapat ditemukan sejak awal sehingga memudahkan tim kesehatan mengambil langkah medis lanjutan. “Kalau hasil CKG menunjukkan risiko tinggi, langsung kami tindaklanjuti,” jelas Sumarno.

Ia menambahkan bahwa pencegahan adalah investasi jangka panjang yang harus dilakukan. Pemerintah terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar lebih sadar terhadap pentingnya pola hidup sehat.

“Kita ingin generasi muda Kutim tumbuh sehat. Mulai dari hal sederhana: kurangi gula, perbanyak bergerak, dan rutin cek kesehatan,” imbaunya. (Adv85).