Kendala Geografis Muara Acalong Hambat Pembangunan Infrastruktur

Muara Ancalong, IMENEWS.ID — Pembangunan infrastruktur di Muara Ancalong masih menghadapi tantangan serius akibat kondisi geografis wilayah yang datar dan basah.

Permasalahan ini menyebabkan sebagian proyek berjalan lambat, bahkan membutuhkan biaya lebih besar dibanding wilayah lain.

Camat Muara Ancalong Harun Al Rasyid menjelaskan, sebagian besar wilayah kecamatan berada di dataran rendah yang rawan tergenang saat musim hujan.

“Kondisi tanah yang basah dan sebagian besar datar membuat pembangunan jalan dan jembatan menjadi lebih sulit. Perlu material khusus dan perencanaan matang agar proyek tidak cepat rusak,” ujarnya.

Dampak geografis ini juga memengaruhi akses masyarakat ke layanan publik. Beberapa desa di bagian hulu sulit dijangkau oleh kendaraan besar, sehingga distribusi bahan bangunan dan logistik sering tertunda.

“Kami berharap ada perhatian lebih dari pemerintah provinsi dan kabupaten, termasuk bantuan alat berat dan teknologi konstruksi yang sesuai kondisi setempat,” tambah Harun.

Warga setempat pun merasakan langsung kesulitan ini. Meski begitu, pemerintah kecamatan tetap berupaya mencari solusi inovatif. Mulai dari pembangunan jalan dengan material lebih kuat, sistem drainase yang memadai, hingga melibatkan masyarakat dalam perawatan infrastruktur.

Harun, kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta sangat dibutuhkan agar kendala geografis tidak menjadi penghambat utama pembangunan. Dengan langkah tepat, Muara Calong tetap berpotensi berkembang dan meningkatkan kesejahteraan warganya. (Adv57)